Rumah Nawacita Apresiasi Kabareskrim Ungkap Tuntas Skandal Djoko Tjandra Yang Libatkan Oknum Polri

oleh -22 views
image_pdfimage_print

JAKARTA,GN- Rumah Nawacita mengapresiasi langkah cepat Kabareskrim, Komjen (Pol) Listyo Sigit Prabowo dalam mengungkap secara tuntas kasus pembuatan surat jalan buron terpidana kasus pengalihan utang cessie Bank Bali, Djoko Tjandra. Sikap tegas dan keras Kabareskrim dinilai sebagai langkah pembersihan Polri dari perilaku buruk oknum perwira tinggi di lingkungan kepolisian.

“Kita sangat apresiasi dan salut karena Pak Kabareskrim berkomitmen membersihkan institusi Polri dari tindakan yang dapat mencoreng marwah kepolisian, meski itu dilakukan sendiri oleh anak buahnya yang sudah berpangkat jenderal. Publik harus memberikan dukungan agar diusut tuntas secara transparan,” kata Founder Rumah Nawacita, Raya Desmawanto Nainggolan, M. Si, Jumat (17/7/2020).

Raya menjelaskan, pengusutan secara tuntas dan transparan kasus tersebut adalah syarat mutlak bagi terpenuhinya keadilan hukum bagi masyarakat, khususnya para pencari keadilan. Buron terpidana korupsi ratusan miliar tidak boleh dilindungi oleh oknum polisi dan pada sisi lain ‘wong cilik’ kerap mendapat penegakan hukum secara keras.

Baca juga:  Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Tabrakan Minibus Di Aceh

“Para pencuri kelas teri kerap diproses hukum secara keras. Misalnya pencuri kayu dan pencuri beberapa tandan kelapa sawit yang viral beberapa waktu lalu. Jangan sampai publik menilai bahwa hukum justru melindungi pencuri/ koruptor kelas kakap. Jika kasus ini tidak dituntaskan, maka akan merugikan institusi Polri sendiri,” jelas Raya.

Rumah Nawacita lanjut Raya mendukung langkah Kabareskrim yang membentuk tim gabungan dalam menangani kasus tersebut. Tim tersebut terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim, serta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Baca juga:  Gelar RUPS, Pemegang Saham Rombak Susunan Direksi Jasa Raharja

Selain itu, langkah Kabareskrim yang menangani kasus melibatkan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo secara pidana, tidak saja kode etik/ displiner merupakan terobosan yang berani.

“Juga mengusut keterlibatan oknum-oknum lain dalam pencabutan status red notice interpol Djoko Tjandra dan menindak secara keras pelakunya. Ini skandal besar di kepolisian dan momentum untuk pembersihan oknum-oknum polisi nakal, termasuk yang sudah berpangkat perwira tinggi. Kita meyakini Pak Kabareskrim akan dapat melakukannya demi rasa keadilan bagi rakyat dan marwah institusi Polri,” pungkas Raya.(*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.