SANGIHE,GN – Pekerjaan replacement fasilitas pelabuhan Tahuna khusunya pembangunan dermaga mencapai 60 persen,dan pada bulan oktober mendatang perkiraan pekerjaan segmen 1 dapat diselesaikan. Sementara Progres rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Laut Matutuang terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, pekerjaan telah mencapai sekitar 47 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tahuna Meifrid Palenewen saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa proyek di Pelabuhan Laut Matutuang senilai Rp60 miliar lebih tersebut mencakup rehabilitasi dermaga, lapangan penumpukan, perbaikan terminal penumpang, gudang, hingga penambahan lampu penerangan di seluruh kawasan pelabuhan. Seluruh pekerjaan itu diharapkan menghadirkan wajah baru Pelabuhan Laut Matutuang yang lebih representatif dan nyaman bagi masyarakat.
Palenewen pun berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar proses pembangunan berjalan lancar hingga selesai sesuai target.
“Saat ini pekerjaan sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dan kajian lingkungan apabila terdapat hal yang akan dievaluasi diperbaiki karena proses pekerjaan masih dalam progres berjalan,”ujar Meifrid
Meifrid pun mengatakan bahwa untuk tahun depan belum direncanakan adanya rehabilitasi pelabuhan. Namun demikian, pihaknya akan mengupayakan agar dua tahun mendatang rehabilitasi dapat dilakukan di Pelabuhan Laut Lipang sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur transportasi laut di wilayah kepulauan.
Lanjutnya bahwa, peningkatan fasilitas pelabuhan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan penumpang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah kepulauan. Dengan selesainya berbagai proyek tersebut, pelayanan pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Sangihe diharapkan semakin aman, nyaman, dan modern.
Terkait pekerjaan di Pelabuhan Tahuna Ia menghimbau kepada masyarakat sebagai penumpang agar dapat membeli tiket jauh hari sebelumnya, mematuhi papan Pengumuman atau tanda-tanda larangan yang ada di Pelabuhan dalam rangka pembangunan di Pelabuhan.
” Mari kita mematuhi papan-papan Pengumuman atau tanda-tanda larangan yang ada di Pelabuhan dalam rangka pembangunan di Pelabuhan, jangan sampai kita melewati batas-batas yang telah diberi garis atau tanda larangan agar tidak memasuki area sementara ada pekerjaan yang dapat membahayakan diri sendiri, dan mari juga kita mengsupport pekerjaan,kita memantau, kita melihat dan menilai semua proses pembangunan di Pelabuhan yang ada,” tutup Palenewen.(RB)


