Manado,GN- Bertempat di Four Points Hotel Manado, Jumat (14/8/2026) secara resmi di Lantik Kepengurusan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Majelis Kehormatan Etik Seluruh Indonesia (MAKERSI) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) periode 2026–2030.

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PERSI Pusat, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG, Subsp.K.Fm, MARS, FISQua, FCHMC, FISOG, didampingi Ketua MAKERSI Pusat, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, SH, M.Si., Sp.FM, Subsp.EM(K), DFM.
Sebagaimana terpilih dalam kepengurusan periode ini, Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, dipercaya menjabat sebagai Ketua PERSI Wilayah Sulut.
Sementara itu, posisi Ketua MAKERSI Wilayah Sulut dijabat Dr. dr. Erwin Gidion Kristanto, SH, Sp.FM, Subsp.PF(K), FISQua.
Tema prosesi pelantikan ini “Sehat Bersama, Maju Bersama” menjadi pijakan penting bagi seluruh fasilitas kesehatan di Sulawesi Utara untuk memperkuat mutu pelayanan, tata kelola rumah sakit, keselamatan pasien, serta penegakan etika kedokteran.
Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia, dr. Ronaldi E. C. Tumbel, Sp.THT-KL(K), FISQua, dan lanjutkan dengan Seminar Nasional, Workshop, dan Pameran Kesehatan ke-3.
Dirut Prof Starry Rampengan menegaskan jabatan yang diembannya bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab bersama untuk memajukan perumahsakitan di daerah.
Dirut memberikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya, yakni Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD dan dr. Ivonne Elisabet Rotty, M.Kes yang sudah hadir dalam prosesi pelantikan hari ini.
“Apa yang kita kerjakan hari ini berdiri di atas fondasi kuat yang telah dibangun oleh pengurus sebelumnya. Hari ini kita mulai bekerja, belajar bersama, dan melangkah bersama,” ujar Dirut.
Dia menyoroti pergeseran paradigma rumah sakit saat ini, di mana sistem rujukan tidak lagi kaku berdasarkan klasifikasi tipe rumah sakit, melainkan berbasis kompetensi, ketersediaan alat medis, dan kesiapan SDM.
Untuk merespons perubahan tersebut kata Dirut, harus menyiapkan tiga langkah konsolidasi praktis bagi PERSI Sulut. Langkah tersebut yakni Penyusunan Alur Rujukan Berbasis Data: Membangun kesepakatan alur rujukan dan rujukan balik antar-rumah sakit di Sulut berdasarkan data kompetensi real, bukan faktor kedekatan.
Jejaring Pengampuan & Transfer Kompetensi: Mendorong kerja sama nyata yang terukur, mencakup penguatan SDM hingga riset bidang kesehatan.
Sinkronisasi Data Berintegritas: Mengintegrasikan sistem informasi guna mempermudah analisis masalah, intervensi medis, dan tata kelola klinis terhadap pola penyakit di daerah.
Kondisi geografis Sulawesi Utara yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan, lanjut Dirut menjelaskan, harus dijadikan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi, bukan saling berkompetisi (growing together).

Secara konkret, PERSI Sulut ke depan akan fokus pada penguatan kapasitas SDM, pembentukan forum diskusi untuk mencari solusi masalah klaim BPJS Kesehatan, serta pendampingan pemenuhan standar sarana rawat inap, khususnya bagi rumah sakit kecil dan di daerah kepulauan.
Mengenai sinergi dengan lembaga etik yang baru dilantik, Prof. Starry optimistis kedua organisasi dapat berjalan beriringan.
“PERSI akan memperjuangkan kepentingan rumah sakit, sedangkan MAKERSI bertugas menjaga agar perjuangan tersebut tetap berada di koridor etik dan tidak kehilangan arah,”tandasnya. (sisco)


