Gelar Ibadah KPI, Dirut Apresiasi Nakes

oleh -1062 Dilihat
oleh
image_pdfimage_print

Manado,GN- Ibadah Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) Rabu, (16/2/2022) Panitia HUT dan Keluarga Besar Civitas Hospitalia RSUP Kandou Manado di Gedung ibadah Oikumene Lukas RSUP Kandou berjalan lancar.

Ibadah KPI ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur RSUP Prof Kandou Manado sukses merayakan HUT ke 27 dengan berbagai kegiatan. Turut hadir Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr dr Ivonne E Rotty,MKes, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jeheskiel Panjaitan,SH MARS, Direktur Keuangan dan BMN Frets Melope,SE,MSi, dan para Koordinator, Sub Koordinator lainnya.

Foto Bersama Usai Ibadah KPI RSUP Kandou Manado (foto: ist)

Pdt Dr Alfrets Daleno,STh memimpin jalannya ibadah KPI tersebut. Pada Khotabahnya Pdt Daleno mengajak tenaga kesehatan yang smart dalam memberikan pelayanan, meskipun dalam melayani itu tidaklah mudah. ” Tetapi dalam keadaan sibuk apapun tugas dan fungsi kita, janganlah mengabaikan keluarga terlebih juga Tuhan,” kata Pdt Daleno.

Baca juga:  Melalui Zoom meeting, Dirut Panelewen Buka Kegiatan Sosialisasi Aplikasi Temandiri Ke RSUP Kariadi Semarang

Sementara, Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD mengapresiasi Tenaga Kesehatan (Nakes) yang saat ini berperang melawan covid-19.” Saya telah memintakan manajemen untuk mengantisipasi lonjakan yang terjadi akibat Covid19 varian Omicron, karena banyak Nakes yang terpapar positif, yang berdampak terjadinya kekurangan tenaga medis,” ujarnya.

Lika-liku RSUP Kandou Manado dalam mengatasi lonjakan covid-19 kata Dirut, sama seperti Tuhan Yesus saat melayani Dia di tolak,dicibir tapi Dia bisa melewati segala tantangan. “Ini merupakan perang kita, pahala kita. Hal-hal di luar kendali, kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa. Jangan kuatir tetapi jangan lengah, tetap semangat Tuhan menolong dan memberkati kita semua,”terangnya.

Baca juga:  Berikut Pesan Dirut Panelewen Dalam Puncak Perayaan Paskah RSUP Kandou Manado

“Saya bersyukur derajat kegawatan tidak seperti varian sebelumnya, sehingga mereka tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit,”tandasnya.(*/sisco)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Gempar News di saluran WHATSAPP

No More Posts Available.

No more pages to load.