Manado,GN- Dunia kedokteran saat ini mengalami perkembangan sangat pesat. Teknologi modern untuk kedokteran kini bermunculan untuk mengupayakan bagaimana melayani masyarakat atau pasien di rumah sakit mendapatkan perawatan dan pemulihan kesehatan.

Dengan adanya perkembangan teknologi kedokteran ini, tentu banyak menyerap tenaga kesehatan dokter maupun perawat di rumah sakit di Indonesia termasuk rumah sakit yang ada di Sulawesi Utara yakni RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.
Direktur Utama RSUP Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K),FIHA,MARS melalui Kepala unit Kedokteran Nuklir, dr Arlene Angelina,M.Sc, Sp.KN-TM menjelaskan bahwa Kedokteran Nuklir ini menggunakan materi inti sehingga dinamakan nuklir.
Kata dr Arlene bahwa inti dari radionuklida memancarkan radiasi gamma, dan obat beradiasi yang disebut radiofarmaka digunakan untuk memeriksa pasien.
“Kedokteran nuklir digunakan untuk memeriksa fungsi organ maupun kelainannya. Dengan tujuan terapi dan diagnosis, maka disebut teranostik,” jelas dr Arlene kepada media Gemparnews.com ketika di wawancarai di ruangan kerjanya.
Lanjut dr Arlene mengatakan kedokteran Nuklir berbeda dengan radiologi, Jika radiologi kameranya yang ada sinar dan keluar gambar yang bentuk – bentuk organ, sedangkan kedokteran nuklir, obatnya yang ada radiasinya sehingga kameranya hanya menangkap sinar radiasi yang di pancarkan.
“Sinarnya di sebut sinar gamma sehingga kameranya juga disebut kamera gamma, dan hasilnya adalah fungsi sehingga kita melihat fungsi dari organ tubuh atau fungsi dari apa yang kita periksa,” kata dr Arlene.
Lebih jauh dr Arlene menerangkan untuk pemeriksaan menggunakan kamera SPECT/CT, sehingga gambarnya dapatkan dua dimensi atau tiga dimensi, dengan obat – obatan yang penggunaannya tentu dosisnya sangat kecil dan aman untuk pemeriksaan.
“Tidak perlu kuatir karena tidak ada efek mempengaruhi fungsi badan, tujuannya untuk pemeriksaan fungsi. Dan disini juga tersedia untuk terapi yakni terapi hipertiroid dan terapi kanker tiroid,” terang dr Arlene.
Semua pemeriksaan di unit kedokteran nuklir jelas dr Arlene, di cover oleh BPJS, jadi semua pasien dapat melakukan pemeriksaan atas indikasi menggunakan rujukan dari BPJS.
“Biasanya kita menerima rujukan misalnya pasien sudah tau penyakitnya, pasien bisa langsung membawa rujukannya ke unit kedokteran nuklir,” ucap dr Arlene.
Dia berharap masyarakat di bumi nyiur melambai yang ingin melakukan terapi maupun pemeriksaan kesehatan langsung datang ke unit kedokteran nuklir yang ada di RSUP Kandou Manado. (sisco)


