SANGIHE,GN – Bupati Kabupaten Sangihe Michael Thungari,SE,MM membuka secara resmi Job Fair 2026.Kegiatan ini menjadi angin segar bagi para pencari kerja.

Saat membuka Job Fair Bupati , didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari, di lantai 1 Politeknik Negeri Nusa Utara, Tahuna, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Tenaga Kerja bekerja sama dengan Politeknik Negeri Nusa Utara.
Dalam sambutanya, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Job Fair 2026.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ucap Thungari.
Menurut Thungari, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam membangun sumber daya manusia Sangihe yang mampu bersaing di tingkat global.
“Sebagai bagian dari upaya bersama dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” kata Thungari.
Pun disampaikan Bupati bahwa,pelaksanaan Job Fair tahun ini dipindahkan ke lingkungan kampus Politeknik Negeri Nusa Utara agar lebih dekat dengan dunia pendidikan dan pencetak tenaga kerja siap pakai.
“Tahun ini berubah tempatnya, kita datang langsung di tempat produksinya di Politeknik Negeri Nusa Utara. Semoga dapat lebih menyemarakan acara ini dan terbukti kalau bikin di sini lebih banyak pesertanya,” lanjutnya.
Thungari juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Bagi saya kehadiran dalam berbagai kegiatan akademik seperti ini bukan acara seremonial tetapi merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Kepulauan Sangihe lewat aksi nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, Job Fair menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan dunia industri.
“Karena perguruan tinggi tidak boleh hanya berfokus pada pembelajaran di ruang kelas tetapi juga harus mampu membangun jejaring dan kemitraan yang kuat dengan dunia usaha dan dunia industri baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional yang terus memperkuat pendidikan vokasi berbasis praktik dan kompetensi,” tandasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut sangat penting agar dunia pendidikan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara, Ferdinand Gansalangi, juga mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Politeknik Negeri Nusa Utara dalam pelaksanaan Job Fair 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergitas antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Sejak tahun lalu penyelenggaranya dampaknya sudah sangat luar biasa,” kata Gansalangi. (RB)


