Panambunan Dan Salindeho Pertanyakan Pelantikan Kepsek SMKN 1 Bitung Dan Pelantikan Pengawas Sekolah Di Sangihe

oleh -541 Dilihat
oleh
image_pdfimage_print

Sulut,GN- Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi l dengan Badan Kepegawaian daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung alot.

Personil Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Johny Panambunan langsung Mempertanyakan pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 1 Bitung yang jabatannya hanya berlangsung dua jam kemudian langsung diganti.

Masalah Rolling ini yang terjadi beberapa waktu lalu diseriusi Komisi I Bidang Pemerintahan dan HAM DPRD Sulut.

Johny Panambunan, mempertanyakan terkait kabar pelantikan Kepsek SMK N 1 Bitung.
“Saya ingin mempertanyakan pelantikan kepsek yang hanya berlangsung dua jam kemudian diganti. Mengapa bisa seperti itu? Mohon penjelasannya,” ucapnya.

Baca juga:  Bapelkes Dinkes Sulut Tampung 20 Peserta Karantina Remaja Teladan GMIM Rayon I Manado

Sementara,anggota DPRD Sulut Winsulangi Salindeho juga mempertanyakan soal pelantikan Kepala SMAN 1 Tamako yang sudah meninggal sejak 2018 lalu dilantik menjadi Pengawas Sekolah pada Cabang Dinas Dikda Kabupaten Kepulauan Sangihe. Salindeho menegaskan,instansi yang menangani ini jangan seperti pengiriman dikantor post,tidak melalui pemeriksaan secara mendetail dan teliti.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala BKD Sulut Femmy Suluh mengatakan, bahwa itu adalah proses dinamis dalam pembahasan.

“Seperti yang pernah kami sampaikan dan ter ekspos di media bahwa ada Surat keputusan (SK) yang sudah net tapi yang sempat terdistribusi untuk dibaca sehingga langsung dilakukan penyesuaian pada waktu itu.Yang bersangkutan tetap di sekolah itu,” tegas Suluh.
Sementara menanggapi pertanyaan anggota DPRD Sulut Winsulangi Salindeho, Kepala BKD Sulut mengatakan bahwa data yang ambil adalah dari data dapodik.

Baca juga:  Pertama! RSUD ODSK Dan Bapelkes Sulut Gelar Kegiatan Pelatihan Pelayanan Paleatif Bagi Nakes

Usai rapat, Suluh yang dicegat sejumlah awak media pun terkesan enggan memberikan komentar.
“Itu ada sedikit kesalahan pengetikan yang terakhir. Torang (kami) dengan Diknas sama-sama,”tutupnya.(sisco)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Gempar News di saluran WHATSAPP

No More Posts Available.

No more pages to load.