Sulut,GN- Tepat hari ini Rabu 20 Mei 2026, Negara Indonesia merefleksikan kembali momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Utomo pada tahun 1908. Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah ” fajar menyingsing” bagi kesadaran berbangsa, dimana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat- sekat kedaerahan yang selama berabad abad menjadi titik lemah perjuangan.

Semangat 1908 adalah tonggak dimana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat. Secara filosofis, kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatif mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Terkait dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado melaksanakan upacara di halaman gedung CVBC. Bertindak selaku pembina Upacara Direktur Utama (Dirut) Prof Dr dr Starry H Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS dan dihadiri Jajaran direksi, Manager, asisten Manager, dokter, perawat serta staf RSUP Kandou Manado.
Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI yang di bacakan oleh Dirut Prof Starry Rampengan mengatakan bahwa Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.
Disamping itu kata Dirut Prof Starry, sejalan dengan upaya pembangunan kualitas manusia tersebut, pemerintah juga telah melakukan ikhtiar besar dalam perlindungan generasi muda di ruang digital. Pemberlakukan penuh peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elek5ronik dalam perlindungan anak (PP TUNAS) pada awal tahun ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak dibawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa kita mengakses ruang digital yang sehat, beretika dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya.
“Dalam momen peringatan hari kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama. Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat,” kata Dirut.
“Peringatan hari kebangkitan Nasional 2026, menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api ” Boedi oetomo” dalam setiap lini kehidupan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama,” sambung Dirut membacakan sambutan.
“Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua, bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa dikancah dunia,” ujarnya. (sisco)


