Sulut,GN- Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulawesi Utara (Sulut) bersama Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat (Perkim) memanas. Pasalnya, Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter, tak dapat menahan kekecewaannya saat Kepala Dinas Perkim, Alexander Watymena, terkesan mengabaikan pertanyaan penting dari dewan.

Ketegangan terjadi setelah Kadis Perkim Alexander Watymena menyatakan permohonan maaf karena terlewat menjawab pertanyaan yang dilontarkan Royke Anter.
Anter menyampaikan secara tegas terkait persiapan data menjelang pembahasan APBD Induk. Ia mendesak agar Dinas Perkim menyediakan data yang lengkap dan valid.
”Tidak lama lagi akan ada pembahasan APBD Induk, jadi kami minta data harus lengkap,” tegas Anter, Selasa (30/09/2025).
Anter menyoroti profesionalisme Dinas Perkimtan, terutama terkait masalah mendasar seperti pembebasan lahan. Dirinya meminta agar dinas terkait fokus pada penyelesaian isu-isu struktural, bukan hanya terpaku pada Pokok-Pokok Pikiran (Pokir).
” Coba fokus pada penyelesaian isu – isu struktural bukan terpaku pada pokok pikiran,” semprot Anter.
”Mengenai Pokir yang disampaikan, saya soroti Dinas Perkim untuk lebih profesional. Terkait pembebasan lahan dan lain-lain, sampai sekarang bukan Pokir terus disampaikan,”sambungnya.
Sebagai wakil rakyat, Anter mengingatkan bahwa fungsinya adalah pengawasan. Dengan data yang lengkap, dewan dapat memilah dan menentukan program yang benar-benar prioritas bagi masyarakat. Ia berharap OPD terkait dapat mendengarkan aspirasi masyarakat dan menyediakan data yang akuntabel. (sisco)


