Sulut,GN- Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut yang mengangkat jargon ‘Sulut Bangkit’ yang diusung oleh partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Garuda, Partai Bulan Bintang dan Partai Berkarya, Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Lanjar (CEP-SL) memiliki beberapa program unggulan.
Calon Wakil Gubernur Sulut Sehan Lanjar kepada sejumlah wartawan Rabu, (4/11/2020) mengatakan Jika nanti terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut pada pilkada 9 Desember Mendatang,Pihaknya akan melakukan beberapa perubahan.

Dia menjelaskan misalnya pada saat pembahasan APBD Provinsi akan melibatkan serta menghadirkan kepala daerah Bupati dan Walikota. ” Supaya Bupati dan Walikota mengetahui berapa besar anggaran yang di kelola oleh daerah itu dan harus proporsional sesuai dengan tingkat kebutuhan, jumlah penduduk, luas wilayah dan tingkat kesulitannya,” jelas Sehan.
Lanjut sehan mengatakan hanya Bupati dan Walikota mengetahui hal tersebut. Sehan mencontohkan ketika dirinya selaku Bupati Boltim, selalu melibatkan dan menghadirkan kepala desa,sangadi dan kepala lingkungan pada saat pembahasan APBD. ” Mereka kepala desa atau sangadi dan kepala lingkungan dihadirkan saat pembahasan APBD. Karena mereka harus mengetahui berapa besar anggaran masuk di desanya,” ujarnya.
Disisi lain, Sehan mengatakan bahwa gubernur bukanlah eksekutor. ” Jadi Gubernur harus sadar, ada empat yang harus dilakukannya. Dia sebagai mediator antara pusat dan daerah, Inisiator, motivator dan supervisor. Gubernur bukan sebagai eksekutor. Yang jadi eksekutor adalah Bupati dan walikota. Makanya kalau saya dan ibu CEP terpilih nanti, koordinasi dengan pemerintah daerah harus mantap,” terang calon wakil gubernur ini. (sisco)


