SANGIHE,GN – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM bertatap muka dengan masyarakat Pulau Kalama berdiskusi dan mendengarkan langsung aspirasi, harapan dan kerinduan masyarakat terkait pengelolaan keberadaan Sarang Burung Walet.

Pada kesempatan itu Masyarakat menyampaikan pembagian hasil panen sarang burung walet 60:40, untuk 60 persen bagi pemerintah dan masyarakat Desa Kalama dinilai masih kurang dikarenakan hasilnya tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan warga, sehingga bermohon agar Perda nomor 7 tahun 2009 terkait pembagian hasil sarang burung walet dapat ditinjau kembali.
Warga pun menyampaikan keberadaan listrik yang hanya menyuplai daya selama 6 jam saja, disementara kebutuhan masyarakat akan listrik sangatlah tinggi salah satunya untuk menyimpan hasil perikanan tangkapan dari laut.
Menanggapi beberapa penyampaian warga, Bupati pun memberikan penjelasan berdasarkan situasi dan kondisi yang kini ada dan sedang diupayakan.
“Untuk keberadaan listrik bagi masyarakat kepulauan memang menjadi prioritas dari Pak Presiden. Beliau berharap selama 5 tahun masa kepemimpinannya, masyarakat kepulauan bisa menikmati listrik selama 1×24 jam. Hal ini sedang berlangsung karena sudah ada tim survey yang hadir langsung di Pulau Kalama dan meninjau lokasi lahan yang rencananya akan dijadikan tempat pembangkit listrik tenaga hibrid, dimana pada siang hari akan disuplai melalui solar panel dan untuk malam hari dengan mesin,” jelas Thungari.
Terkait peninjauan kembali Perda nomor 7 tahun 2009 tentang Pengelolaan Goa Sarang Burung Walet dan Budidaya Sarang Burung Walet, Bupati pun memberikan penjelasan yang mampu diterima oleh warga.
“Terkait peninjauan kembali Perda ini akan kami upayakan apa bisa dibedah kembali atau tidak, sebab mengubah sebuah perda itu tidaklah mudah dikarenakan butuh kesepakatan bersama antara lembaga legislatif, eksekutif dan masyarakat. Itupun tidak bisa selesai dalam kurun waktu setahun, jadi kita akan melakukan pembedahan terlebih dahulu,” jelasnya.
Bupati pun memberikan solusi bahkan jaminan bilamana dari hasil pembagian 40 persen sarang burung walet yang masuk ke Pemda, bilamana akan membuatkan lokasi penjagaan bagi para pekerja di sekitar area sarang burung walet.
“Mungkin yang bisa kita sepakati saat ini adalah pembuatan pos jaga di sekitar lokasi sarang burung walet akan kami upayakan pembangunannya dari hasil pembagian 40 persen yang masuk ke Pemda itu,” ujarnya.
Jaminan dari Bupati pun disambut dengan antusias oleh warga masyarakat yang merasa terbantu dan dihargai dengan baik oleh bupati melalui kehadiran dan tatap muka secara langsung.(RB)


