Seriusi Penanganan Covid-19, FER Sambangi BPBD Sulut

oleh -52 views
image_pdfimage_print

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene Saat Melakukan Pertemuan Dengan BPBD Provinsi Sulut (Foto: gemparnews)

Sulut,GN- Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Felly Estelita Runtuwene (FER) Jumat, (27/03/2020) menyambangi kantor Balai Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang beralamat di jalan bethesda Sario Kota Manado.

Dalam kunjungan tersebut,Ketua Komisi IX DPR RI di sambut oleh Kepala BPBD Provinsi Sulut Ir Joy Korah di dampingi kabid dan staf BPBD Provinsi Sulut langsung menggelar rapat diruangan kepala BPBD Provinsi Sulut.

Dari pantauan awak media ini,pertemuan tersebut berlangsung sekira pukul 13.00 wita sekaligus menanyakan langkah dan meminimalisir penanganan yang di lakukan oleh BPBD Provinsi Sulut terkait pencegahan Covid-19 di Sulut.
Usai melakukan pertemuan singkat, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene kepada sejumlah awak media menjelaskan pertemuan tersebut.

Baca juga:  Hadirkan Peserta Dari Kabupaten Dan Kota Sekretariat DPRD Sulut Gelar FGD, Sekprov Apresiasi Kinerja Sekwan Sandra Moniaga

” Jadi penjelasan hasil pertemuan tadi, BPBD pertama memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana menjaga diri dan lain sebagainya,kemudian urusan mitigasi juga menjadi bagian dari BPBD ke tempat lain,apalagi orang dalam pemantauan yang sudah menjadi tanggung jawab juga BPBD, kemudian melakukan penyemprotan disinfektan ke fasilitas umum dan tempat ibadah dan yang ke empat melakukan pemantauan di terminal-terminal pintu masuk, bandara dan pelabuhan laut,” jelas Runtuwene.

Selain itu, Runtuwene memberikan masukan kepada BPBD Provinsi Sulut agar juga melakukan pemantauan di Darat termasuk perbatasan pintu masuk dari daerah lainnya.

Baca juga:  Komisi III Gelar RDP, Kaban PBD Sulut Sebut Bantuan Ke Nusa Utara Terbatas

” Jangan cuma pantau di pelabuhan laut dan bandar udara saja tapi darat pun penting, karena kita ini trans solusi. Ingat, kita ini belum belum ada namanya lockdown, berarti dari perbatasan bisa masuk kendaraan trans sulawesi ke daerah kita. Nah, ini juga penting jadi terminal harus di jaga,” tukasnya. Penulis: sisco

No More Posts Available.

No more pages to load.