Kewaspadaan Dan Kesiapsiagaan Provinsi Sulut Menghadapi Penyakit Pneumonia Berat Oleh Virus Corona Dari Wuhan Tiongkok

oleh -451 Dilihat
oleh
image_pdfimage_print

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dr Debie Kalalo (foto:ist)

Sulut,GN- Kejadian berjangkitnya penyakit infeksi paru menyerupai pneomonia dengan penyebab virus corona strain yang terjadi pada awalnya di provinsi wuhan Repoblik Rakyat Tiongkok. Sampai tanggal 20 Januari 2020 dilaporkan 198 orang yang terinfeksi oleh penyakit ini. Sebagian besar ada di provinsi wuhan,terlapor adanya penyebaran ke beijing. Otoritas kesehatan di Jepang dan Thailand juga melaporkan adanya 3 kasus yang dicurigai,walaupun belum terkonfirmasi. Ada 3 kasus kematian akibat penyakit ini. Kasus kematian terjadi pada orangtua dan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan lainnya.
Otoritas kesehatan China berhipotesa bahwa penyakit ini terjangkit dari hewan liar yang dijual di pasar hewan ke manusia. Dilaporkan adanya transmisi (penjangkitan) dari manusia ke manusia walaupun dengan probabilitas yang sangat kecil.

Menanggapi kasus ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr Debie Kalalo melalui kepala bidang P2P dr Steven Dandel,MPH menjelaskan bahwa sampai hari ini belum ada laporan ataupun deteksi adanya kasus pneumonia berat dengan penyebab virus corona di Sulawesi utara.
Lanjut, dikatakanya bahwa mengingat provinsi Sulut memiliki kerentanan terkait perkembangan penyakit ini,maka Dinas Kesehatan daerah provinsi Sulut bekerjasama dengan stakeholder terkait,telah mengupayakan langkah-langkah antisipatif.
Adapun langkah antisipatif sebagai berikut:
Membuat surat edaran kewaspadaan pneumonia kepada dinas kesehatan kabupaten/kota dan rumahsakit pemerintah maupun swasta pada 8 Januari 2020. Membuat surat surveilens aktif RS dan surveilens pasif RS ke rumahsakit agar dapat pro aktif melaporkan kejadian penyakit berpotensi KLB termasuk kejadian Pneumonia tanggal 14 Januari 2020. Meningkatkan upaya pengamatan penyakit menyerupai Influenza (Influenza like illnesses) di Puskesmas. Melakukan pemantauan pelaku perjalanan dari luar negeri di pintu masuk negara bandara samratulangi manado bekerjasama dengan KKP kelas II Manado dengan alat pemantau suhu (thermal scanner). Melakukan surveilans aktif rumahsakit (SARS) ke rumahsakit di Manado dan kabupaten lainnya,untuk memonitor kejadian penyakit menular potensial KLB termasuk kejadian pneumonia. Menyiapkan logistik terkait upaya pencegahan penyakit pneumonia tersebut.
Kepala dinas menghimbau kepada lapisan masyarakat agar jangan panik,penyakit ini tingkat fasilitasnya (kematian) rendah. “Tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam,batuk disertai kesulitan bernafas segera mencari pertolongan ke pelayan kesehatan atau RS terdekat. Selain itu, dihimbau untuk melakukan kebersihan tangan rutin,terutama sebelum memegang mulut,hidung dan mata serta setelah memegang instalasi publik. Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin dan batuk dan ketika memiliki gejala gangguan saluran napas,gunakan masker dan berobat ke fasilitas layanan kesehatan,”tutupnya.(sisco)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Gempar News di saluran WHATSAPP
Baca juga:  Takasenseran : Vaksinasi Berjalan Lancar Sesuai Prokes

No More Posts Available.

No more pages to load.