Sulut,GN- Kepala DKP Sulut melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya ikan Frans Terok mengatakan, untuk Sulut fokus utama ada di program ODSK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan) dalam bentuk paket bantuan baik budidaya air tawar, payau, dan air laut. “Di samping ada penangkapan, pengolahan, sertifikat nelayan, dan sebagainya,” ujar Terok.

Lanjutnya, Ada empat program Bidang Budi Daya Ikan guna menunjang program ODSK yakni Peningkatan mutu benih yang di peroleh dan juga memilih keunggulan,kedua Pengadaan pakan murah bermutu, ketiga upaya untuk memodernisasi usaha perikanan budi daya Dan yang Ke empat sistem menejemen sirkulatif akord culture sistim.
Dia menambahkan, program budidaya dari KKP terbagi dua. Ada program peningkatan mutu benih dan unggul kemudian program penyediaan pakan mandiri yang berkualitas. “Jadi ini menjawab berkurangnya benih ikan budi daya unggul di masyarakat,” ujarnya.
Selain itu,Dia menjelaskan tahun depan semua kelompok yang mendapatkan bantuan dari APBD harus memiliki akta notaris misalnya ada pengukuhan kelompok tersebut dari notaris. ” Ini menjadi syarat bagi kelompok penerima bantuan dana APBD,jika tidak Ada akta notaris,maka kelompok tersebut Tidak akan menerima bantuan,” ungkapnya.
Ditambahkannya,pihaknya saat ini melakukan sosialisasi kepada kelompok nelayan,untuk segera melengkapi dokumennya. ” Setiap turun lapangan kami juga memberitahukan dan mensosialisasikan kepada kelompok nelayan yang menerima bantuan,untuk mengurus akta notarisnya. Karena mulai tahun depan,syaratnya harus memiliki akta notaris kelompoknya,” tambah terok.
Dia berharap, dengan bantuan yang sudah disalurkan dan sementara disiapkan, baik pemerintah pusat dan provinsi untuk pelaku budidaya di kabupaten/kota dapat mengembangkan usahanya. “Berusaha mandiri, itu penting agar tidak hanya berharap pada bantuan saja, tetapi melalui bantuan yang diberikan dapat mensejahterakan masyarakat yang ada, itu harapan kami,” pungkas Terok. (Sisco)


