Polemik Kawasan Wisata Kuliner Pantai Indah Melonguane Yang Jadi Pasar, Mulai Ditertibkan

oleh -17 views
image_pdfimage_print

Para pedagang yang dibantu petugas Satpol PP untuk memindahkan jualan bersama lapak mereka ke pasar baru yang telah disiapkan Pemda (foto:eko)

Talaud,GN – Polemik lokasi Wisata Kuliner Pantai Indah Melonguane yang mendadak menjadi pasar, kini sudah kembali rapi dan tidak lagi ada pedagang yang berjualan di lokasi tersebut. Pasar yang berada di Kawasan Wisata Kuliner Pantai Indah Melonguane di Kelurahan Melonguane Timur, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud sejak Senin hingga Selasa(25/07/19), para pedagang dibantu Satpol PP mulai memindahkan jualan dan lapak mereka ke pasar yang telah disediakan pemerintah, di Kampung Alelo, Kelurahan Melonguane Timur.

Sempat dikuatirkan ada perlawanan, penertiban dibawah koordinasi Camat Melonguane bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan turut mendapat pengawalan kepolisian Polsek Melonguane, berlangsung lancar dan aman.

Bahkan, beberapa pedagang terlihat antusias mengevakuasi barang jualan dan membongkar sendiri lapak mereka.

“Torang pe tujuan bajual di sini cuma mo kase tutup pasar lama. Nyanda dia pe lebe-lebe, cuman itu. Ketika pemerintah bilang pindah, dengan senang hati,” ujar seorang pedagang ikan, Ibu Rini, diamini rekan pedagang lainnya, saat ditemui di lokasi jualan yang telah ditertibkan.

Baca juga:  Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Plt Bupati Talaud Bacakan Sambutan Ideologi Pancasila

Camat Melonguane Oni Maliatja mengatakan, pembongkaran lapak para pedagang tersebut sebagai langkah penertiban untuk menciptakan kondisi Kota Melonguane yang tertib, nyaman, bersih dan indah. Penertiban juga untuk mengembalikan fungsi kawasan Pantai Indah Melonguane sebagai lokasi wisata kuliner.

“Wajib pemerintah hari ini melakukan penertiban. Penertiban kota, bukan pemindahan pasar. Karena pasar ada di sana (di Kampung Alelo, Kelurahan Melonguane Timur, red), bukan pasar ini,” pungkasnya.

Menurut pantauan wartawan media Gemparnews.com Ibu Rini dan rekan-rekannya telah berjualan di tempat ini sekira dua bulan lebih. Awalnya mereka berjualan di Pasar Lama, di Lingkungan III Kelurahan Melonguane Timur. Pasar Lama tersebut awalnya merupakan sebuah pasar desa.

Kini pasar tersebut dinilai sudah tidak layak. Selain mengganggu kenyaman, ketertiban dan keindahan kota, lahan dan bangunan pasar milik pemerintah daerah di lokasi itu hanya seluas 5×7 meter sehingga tidak lagi dapat menampung jumlah pedagang yang terus meningkat.

Karena itu, sekira 6 Februari 2019 lalu, Ibu Rini bersama sebagian besar pedagang direlokasi ke Pasar Baru yang terletak di Kampung Alelo, Kelurahan Melonguane Timur, beberapa kilo meter dari pasar lama.

Baca juga:  Ribuan Warga Talaud Mendukung Deklarasi Milenial Road Safety

Namun, awal Mei 2019 lalu, Ibu Rini dan sekira 50 rekannya mulai membuka lapak di Kawasan Wisata Kuliner Pantai Indah Melonguane. Tindakan itu sebagai protes atas ketidaktegasan pemerintah untuk memindahkan seluruh pedagang di pasar lama ke pasar baru, yang berdampak meruginya pedagang pasar baru akibat kurang pembeli.

Untuk itu, mereka tetap mendesak pemerintah segera menutup pasar lama dan memindahkan beberapa pedagang yang masih berjualan di pasar lama ke pasar baru. Sebab jika masih ada akitivas jual beli di pasar lama, mereka mengancam untuk meninggalkan pasar baru dan kembali ke pasar lama.

“Ini cuman torang pe demonstrasi untuk pemerintah. Kalau pemerintah bilang bale,torang bale. Namun kalau tidak mau pindahkan semua pedagang di pasar lama ke pasar baru, torang juga mau bale ulang. Bukan ke sini, tapi di pasar lama,” tandas pedagang. (eko)

No More Posts Available.

No more pages to load.