SANGIHE,GN – Setiap tanggal 31 januari adalah perayaan upacara adat tulude yang diselenggarakan di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang biasanya di hadiri Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Propinsi dan para Undangan.

Pada perayaan upacara adat tulude sabtu (31/1/2026), dibawah Pemerintahan Bupati Michael Thungari,SE,MM dan wakil Bupati Tendris Bulahari merupakan Tulude perdana dan langsung di hadiri wakil Gubernur Sulut DR.J.Viktor Mailangkay,SH,MH dan beberapa pejabat Propinsi lainnya.
Wakil Gubernur, Bupati,wakil Bupati dan para undangan langsung menyaksikan prosesi upacara adat tulude yaitu, Mesake Mamaeng, Memindura, Mendae Tamong Banua, Kakumbaede Tulude, Menengka Mohong, Menahulending Tembonangu wanua, anau Kawanua dingangu banua, Menuwang Tamong Banua, Mengungsi.

Dalam sambutannya Bupati Michael Thungari menyampaikan bahwa,sudah beberapa kali mengikuti acara Tulude ,kali ini adalah yang salah cuaca yang paling baik.
” Terima kasih kepada segenap tim doa yang telah mendoakan tempat ini, acara ini mulai dari minggu yang lalu sampai dengan hari ini, dengan penuh rasa hormat dan rasa sukacita,kita terhimpun dalam acara adat Tulude sebuah peristiwa budaya yang sakral dan bermakna bagi masyarakat Nusa Utara khususnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” kata Bupati.
Bupati pun menyampaikan bahwa Tulude bukan merupakan sekedar tradisi tahunan,Melainkan wujud ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas penyertaannya sepanjang perjalanan hidup yang kita lalui, sekaligus ruang perjumpaan batin, alam dan nilai-nilai luhur warisan leluhur dalam menyongsong masa depan dengan penuh harapan.

” Tema Tulude tahun ini mengajak kita sekalian untuk memaknai sukacita secara utuh dan dewasa , sukacita ini tidak hanya lahir dari berkat, keberhasilan dan kebaikan yang kita terima, tetapi juga dari peristiwa yang kita alami selamat satu tahun baik suka maupun duka , keberhasilan maupun tantangan karena semuanya ada dalam kasih dan penyertaan Tuhan, dalam kearifan adat dan iman setiap peristiwa hidup diyakini sebagai bagian dalam proses pembentukan dan pendewasaan tantangan, ujian bahkan kegagalan bukanlah suatu yang terpisah dari rencana Tuhan, melainkan saran untuk menumbuhkan hikmat, keteguhan dan kekuatan batin, sehingga kita dimampukan untuk terus melangkah dengan iman dan pengharapan,”kata Thungari.
Lanjut Bupati bahwa, Pada momentum Tulude juga menaikkan ungkapan syukur yang mendalam atas perjalanan panjang Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah memasuki usia 601 tahun.

” ini merupakan saksi perjuangan ,pengorbanan serta ketekunan para leluhur dalam membangun kehidupan bermasyarakat, beradat dan berbudaya dan beriman,usia yang panjang ini, merupakan jati diri,ketahanan dan semangat kebersaman masyarakat Sangihe dalam menghadapi dinamika zaman, upacara adat Tulude ini meneguhkan kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur kebersamaan,kerendahan hati, Penghormatan terhadap alam serta ketekunan iman pada Tuhan Yang Maha Esa,” ucap orang nomor satu di Bumi Tampungang Lawo ini.

Sementara itu Wakil Gubernur Sulawesi Utara DR. J.Viktor Mailangkay, SH,MH ketika membacakan sambutan Gubernur Sulut menyampaikan bahwa, menapaki angka usia ke 601 tahun usia Kabupaten Sangihe yang sangat matang ,yaitu sedang berbicara sebuah perjalanan yang telah melampaui enam abad, jika diibaratkan daerah Kepulauan Sangihe bagaikan sebuah kapal kora-kora raksasa yang kokoh.Selama lebih dari 600 tahun kapal ini telah teruji menerjang badai besar dipasifik, membelah ombak samudera yang menantang dan menaklukkan arus zaman yang kian keras.
” Kayu penyusun kapal ini adalah persatuan kita, layarnya adalah iman kita yang teguh kepada sang pencipta, dan kemudinya adalah kearifan lokal yang luhur, Sangihe tetap berdiri tegak karena memiliki jangkar yang tertanam kuat pada adat istiadat, usia ini adalah bukti ketangguhan yang luar biasa dari masyarakat Sangihe yang tetap eksis, mandiri dan terus memberikan kontribusi berharga diberanda terdepan Utara negara kesatuan Republik Indonesia,” ujar Wakil Gubernur.

Lanjut Wakil Gubernur membacakan sambutan Gubernur bahwa,perjalanan panjang tersebut yang bermakna dari tahun 2025 dan awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe telah mengukir catatan prestasi yang sangat membanggakan.
” Karena itu atas nama Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati,Bapak Wakil Bupati dan seluruh pihak atas dedikasi dan komitmennya sehingga mampu meraih hasil yang luar biasa,” kata Wakil Gubernur.

Lanjut Mailangkay bahwa Tulude bukan sekedar pesta rakyat atau rutinitas tahunan, upacara ini adalah kompas spiritual bagi masyarakat Sangihe, didalamnya terkandung nilai- nilai gotong royong, kerukunan dan ketaatan kepada Tuhan.
” Akhir kata Saya ucapkan selamat hari ulang tahun ke 601 tahun daerah Kepulauan Sangihe dan selamat merayakan upacara adat Tulude tahun 2026, Semoga Tuhan yang Maha kuasa senantiasa memberkati dan melindungi kita semua serta memberkati tanah yang kita cintai ini,” tutup wakil Gubenur membacakan sambutan Gubernur Sulut.

Ketika pelaksanaan prosesi adat semua berjalan dengan baik dan dengan penuh hikmat, sehingga acara Tulude 2026 dapat terlaksana dengan sukses, yang turut dihadiri langsung Wakil Gubernur Sulur DR.J.VIKTOR Mailangkai,SH,MH bersama rombongan Pemerintah Propinsi.
(Advetorial).


