RSUP Kandou Manado Launching Produk PHOS

oleh -1654 Dilihat
oleh
image_pdfimage_print

Manado,GN- Rumah Sakit Umum Pusat(RSUP ) Prof Dr RD Kandou Manado, Jumat (8/10/2021) melaunching produk Public Health Online Services ( PHOS) bertempat gedung aula di lantai dua.
PHOS merupakan produk dari proyek perubahan Direktur Pelayanan Medik,Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan dengan judul Trategi Pelayanan Kesehatan Disemate Area dan Gugus Pulau.

Hadir secara virtual Dirjen pelayanan kesehatan Kemenkes RI Prof dr Abdul Kadir, Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI juga sebagai Ketua Dewan Pengawas RSUP Kandou drg Kartini Rustandi, MKes, Sekretaris Dirjen Pelayanan Kemenkes RI dr Ashar Jaya,SKM, Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI dr Erna Mulati, MSc-CMFM , Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta La Ode Musafin, SKM,MKes, Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD, Direktur SDM dan Pendidikan Dr dr Ivonne E Rotty,MKes serta Plt Direktur Perencanaan Keuangan Frets Melope,SE,MSi serta Koordinator dan sub koordinator.

Usai Launching PHOS, kepada sejumlah media Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan menjelaskan terkait kegiatan launching produk PHOS tersebut.” Proyek perubahan ini terkait strategi yang di latarbelakangi angka Kematian ibu dan kematian bayi di Indonesia yaitu 305 per 100 salah satunya di Sulawesi Utara,Gorontalo,Maluku dan Maluku Utara,” jelas Panjaitan.

Baca juga:  dr Yehezkiel Panjaitan, SH MARS Hadiri Perayaan Hari Kanker Anak Internasional

Lanjutnya mengatakan hal ini sudah di petakan oleh Kementerian Kesehatan RI ada 17 rumah sakit di 4 Provinsi. ” Nah, di 17 lokus tadi kita integrasikan kegiatan-kegiatan di Pusat,Provinsi Maupun kita yang ada di sini. Contohnya strategi itu pelayanan kesehatan di remoute area dan gugus pulau karena kita ketahui karakteristik kita ada di ujung-ujung, kemarin kita sudah jalan ke Bolsel,Bolmut,Pohuwato dan Talaud secara daring,” ungkapnya.

Di sisi lain, Panjaitan menjelaskan bagaimana menyiasati kendala-kendala sehingga ibu dan bayi yang mati tidak bertambah jumlahnya.”Salah satunya tadi kita sudah lihat dari salah satu strategi adalah Public Health Online Services.Jadi bagaimana ibu yang dulu di kantong persalinan dilakukan pemilahan di puskesmas,mana ibu yang beresiko tinggi untuk melahirkan dan mana yang tidak beresiko dan hal itu bukan cuma di pilah yang beresiko atau tidak tapi harus di berikan kepada tenaga yang berkompeten yakni kerumah sakit. Nah dengan aplikasi ini yang kita harapkan dari puskesmas harus di sampaikan ke rumah sakit.Aplikasi ini tidak berdiri sendiri tapi tergabung dengan sistem rujukan dan lain sebagainya,” tandasnya. (sisco)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Gempar News di saluran WHATSAPP

No More Posts Available.

No more pages to load.