Pnt Jabes Gaghana Khadim, Pada Ibadah Jumat Agung Di Jemaat Horeb Belengang

oleh -956 Dilihat
oleh
image_pdfimage_print

SANGIHE,GN – Pnt.Jabes Ezar Gaghana,SE,ME menjadi Khadim pada ibadah jumat agung di Jemaat Horeb Belengang,jumat (2/4/2021).Dalam ibadah tersebut Gaghana mengambil pembacaaan alkitab dari matius 27:32-44.

Dalam Khotbahnya Gaghana mengatakan , bahwaMemikul Salib bukan sebuah beban.Dalam proses memikul salibnya memang benar ada beban yang ditanggung, akan tetapi seperti yg dialami oleh Simon dari Kirene dengan turut memikul salib ia mendapatkan nilai yang berharga dan sukacita krn kehidupan rmh tangganya, istri dan anak2nya diberkati dan mereka sekeluarga menjadi pembawa berita keselamatan.

“Salib ini pun ada dalam kehidupan kita. Namun Orang kristen sering menghindari salib, lebih memilih keinginan hidup dalam zona nyaman, dlm kehidupan yg tdk ada beban, tdk ada masalah, tdk ada tantangan. Ketika kita menghadapi gumul dan tantangan dlm kehidupan pribadi, keluarga bahkan gereja, acapkali kita lebih cepat menyalahkan orang lain. Kita tdk menempatkan bahwa gumul tantangan Itu hadir sebagai salib dlm proses hidup kita,”Kata Pnt.Jabes Gaghana.

Pada kesempatan itu pun Gaghana menyampaikan kesaksiannya yaitu, 17 Januari berapa tahun silam di lombok dgn peristiwa sosial orang kristen dikejar-kejar, aksi pembakaran rumah dan Gereja.

” Hari minggu sore Saya didatangi oleh intel, mengatakan sayadisuruh pindah. Saya bersama Istri anak dan dua, keluarga pdt pindah dr tempat itu. pada hari senin terjadi seperti yg dikatakan. Kami ditelp harus lari ke Bali, kami ke Bali menggunakan kapal pesiar memuat.saat Itu Saya hanya membawa tas tangan, yang ada hanya cek, dan Sayamemohon kepercayaan dri pembawa kapal Itu untuk Saya membayar kapal berisi kami 30 org dengan selembar cek”.

Baca juga:  Bahas Pelayanan Tol Laut, Pemkab Sangihe Audensi Dengan PT Pelni

Kami sadari bahwa Itu proses bagi kami, sekalipun pada saat Itu kami belum mengerti maksudTuhan.tapi kami bersyukur, bergumul dan mendoakan dengan proses yang harus kami alami Itu. Syukur pada saat Itu, umat Kristen tidak ada korban. rumah disekitar kami dibakar tapi rumah kami tidak, dimana rumah Itu sekarang sudah dijadikan pastori gereja.kantor di sekitar kami rata tanah, tetapi kantor kami tidak,”terang Jabes

Lanjut Pada kesaksian, Gaghana menceritakan ketika Sesampai di Manado, Mereka bergumul akan apa yang harus mereka lakukan.sebelumnya mereka tidak pernah berpikir untuk kembali lagi ke Sangihe.

” Tetapi Tuhan membawa kami. Di Manado kami ditawari untuk mengelolah suatu Perusahaan tetapi di saat bersamaan juga saya diminta untuk menjadi pengurus partai. Ternyata untuk permohonan usahanya tidak kunjung keluar, ternyata Tuhan menginginkan hal yang lain, kembali ke Sangihe dan pada tahun 2004 dipilih sebagai Pimpinan DPRD, thn 2006 dilantik menjadi wabup, thn 2011 dilantik lagi menjadi wabup, thn 2017 dilantik menjadi Bupati,”jelas Ara Jabes

Kembali dalam Khotbahnya Jabes menyampaikan,Jika kita mengikuti napak tilas kesengsaraan Yesus, peristiwa di golgota bukan akhir dari segalanya. Karena dari peristiwa munculah harapan yang baru,” kata Jabes.

Kita lihat ketika Yesus ditawari untuk mengecap anggur bercampur empedu untuk mengurangi rasa sakit, namun Yesus menolaknya, Ia ingin menunjukan bahwa proses penderitaan yang dialaminya benar-benar murni yang Allah karuniakan untuk Ia alami, tidak harus mengurangi rasa sakit yg harus Ia tanggung. Itulah karya penebusan yang mahal, yang tidak terselami oleh manusia.kematian Yesus di atas kayu salib dgn cuma-cuma tetapi sangat berkualitas.Dari sana kita dapatkan nilai yang sangatlah berarti dan tidak tergantikan.

Baca juga:  Bupati Gaghana Monitoring Ketahanan Pangan Lokal Sektor Perikanan Darat

Tulisan “Inilah Raja Org Yahudi, sering juga menjadi status kita saat ini. Bisa dengan status kita kita dijemooh, fitnah dan diomeli orang. Seperti Yesus juga yang disalibkan di bukit golgota dimana org bisa melewati tempat Itu dan memang sambil menghina, mencemooh, memfitnah, karena mmg tujuannya mereka ingin mempermalukan Yesus, untuk menyaman Yesus dengan penyamun.

Dalam konteks kehidupan kita dimasa sekarang ini, kita banyak mengalami jemooh, penghinaan, fitnah, omelan, sbg majelis, sebagai pengurus pelka, sbgai jemaat atau apapun posisi kita, mungkin kita mengalami proses seperti ini.tdk perlu kita membalas, kita hanya perlu mendoakan.mmg sakit dan membutuhkan proses.tetapi atas semua Itu Tuhan pasti mempunyai rencana dan rencana Tuhan Itu pastikan indah.

Kita Selamat dan beroleh berkat-berkatnya bukan karena kita memberi, bukan karena apa yang telah lakukan, bukan kekuatan dan kemampuan manusia, namun karena Tuhan telah mati dan telah bangkit untuk kita.

” Kalo kita mengalami salib hari-hari ini jangan menyalahkan siapa-siapa, tetapi responi Itu dgn ucapan syukur karena Allah sedang berencana dan me gerjakan karya ajaibNya dalam hidup kita. Percaya dan serahkan sepenuhnya kehidupan kita kepada Yesus yang Tersalib, mati dan bangkit bagi kita,”tutup Jabes.(ROBIN)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Gempar News di saluran WHATSAPP

No More Posts Available.

No more pages to load.