SANGIHE,GN – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari secara resmi membuka kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I Kabupaten Kepulauan Sangihe, di Kampung Pokol, Kecamatan Tamako, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari program Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pada kesempatan itu turutdalam kegiatan ini Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe Eko Siswanto, S.S.T., M.S.E, unsur Forkopimca, para pejabat pimpinan tinggi pratama Pemkab Kepulauan Sangihe, Camat Tamako, para Kapitalaung, serta tokoh masyarakat setempat.
Sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Daerah dalam mendukung program tersebut, kegiatan ditandai dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Program Desa Cinta Statistik, sebagai landasan peningkatan literasi statistik dan kapasitas aparatur kampung dalam pengelolaan data yang akurat, berkualitas, serta berkelanjutan.
Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswanto menjelaskan bahwa program Desa Cantik telah berjalan kurang lebih tiga tahun terakhir di Sangihe.
“Pada tahun 2023 kami melaksanakan di Kampung Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara. Kemudian tahun 2025 di Kampung Kuma I, Kecamatan Tabukan Tengah. Tahun 2026 ini kami melaksanakan Desa Cantik di tiga kampung yakni Nagha I, Bebu, dan Pokol di Kecamatan Tamako,” ungkap Eko.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab BPS sebagai lembaga statistik dalam mendukung perencanaan dan kebijakan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Menurutnya, melalui program Desa Cantik, BPS ingin meningkatkan literasi statistik di level pemerintahan terkecil agar desa mampu menyelenggarakan kegiatan pendataan serta memanfaatkan data secara tepat.
“Setiap kebijakan yang diambil pemerintah pusat maupun daerah harus didukung indikator atau data yang berkualitas dan akurat. Salah satu cara mencapainya adalah menyiapkan data dari level terkecil yaitu desa,” tambahnya.
Dalam program tahun ini, BPS akan melakukan pembinaan terkait pemutakhiran data sosial ekonomi di tiga kampung Desa Cantik tersebut.
BPS juga akan menyiapkan aplikasi pengumpulan data berbasis Android yang akan digunakan aparat kampung dalam melakukan pendataan.
“Kami akan membuat aplikasi untuk pengumpulan data berbasis android untuk Kampung Nagha I, Pokol dan Bebu. Aplikasi ini akan kami serahkan ke desa dan harapannya bisa dipakai di seluruh desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” jelas Eko.
Selain itu, BPS juga akan menyediakan website bagi tiga kampung tersebut untuk menampilkan indikator-indikator yang telah dikumpulkan, sehingga data dapat diakses dan dimanfaatkan dalam mendukung pembangunan kampung.
“Kami lakukan ini sebagai bentuk tanggung jawab BPS untuk mendampingi sampai level desa dalam melakukan pengumpulan data dan tidak ada pungutan sepeser pun,” tegasnya.
Ia berharap setelah program Desa Cantik berjalan, aparat kampung memiliki pola pikir dan rancangan mandiri dalam pengelolaan data karena instrumen pendataan telah disiapkan.
Dalam sambutannya Bupati menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, penguatan kapasitas desa dalam mengelola data statistik sangat penting guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan terukur.
Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I, yang bertujuan memperkuat sinkronisasi data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Satu Data Sangihe yang terintegrasi dengan Program Satu Data Indonesia, demi memastikan data pembangunan daerah lebih valid dan dapat dipertanggungjawab (RB)


