Pemkab Sangihe Gelar Rakor Gerakan orang Tua Asuh Cegah Stunting

oleh -132 Dilihat
image_pdfimage_print

SANGIHE,GN – Demi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Sangihe serta pelaksanaan gerakan orang tua asuh Cegah stunting (Genting), Pemerintah Kabupaten menggelar rapat koordinasi (Rakor), tim pengendalian gerakan orang tua asuh Cegah stunting, yang bertempat di ruang serbaguna rumah jabatan Bupati, senin (27/7/2026).

Peserta rakor adalah para pimpinan OPD,Para Kaban,Camat, Media, tokoh masyarakat dan para undangan.

Meity Susana Lahama, SE.ME
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas PP dan KB dalam laporannya menyampaikan bahwa kepala BKKBN menginisiasi gerakan orang tua asuh Cegah stunting yaitu, sebuah program gotong nasional untuk membantu keluarga berisiko stunting yaitu, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui atau pasca persalinan dan keluarga yang memiliki balita, serta anak stunting melalui dukungan nutrisi dan edukasi.

Lanjutnya bahwa Genting diharapkan mampu mendukung keluarga miskin beresiko stunting sesuai instruksi Presiden nomor 4 tahun 2022, tentang penghapusan kemiskinan ekstrim, yang inisiatif ini melibatkan BUMN, swasta,individu/perorangan, LSM,akademisi, Media dan elemen masyarakat untuk mengatasi stunting secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca juga:  Bupati Gaghana Meminta Warga Isoman Diam Di Rumah, Pemkab Tetap Perhatikan

” Pentingnya kolaborasi semua pihak, untuk mencapai target penurunan stunting sangat dibutuhkan, Sebab pencegahan dan penurunan angka stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan dengan melibatkan semua lapisan masyarakat, peran orang tua asuh sebagai donatur sangat membantu keluarga berisiko stunting dan anak stunting yang yang dikategorikan miskin untuk keluar dari masalah stunting, dengan sistem program gotong royong ini diharapkan mengajak semua elemen masyarakat agar peduli peduli terhadap kondisi kesehatan anak – anak di sekitar kita khususnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ucap lahama.

Rapat koordinasi langsung dipimpin oleh Pj.Sekda Sangihe Johanis Pilat didampingi Kepala Dinas DPPKBD Kabupaten Sangihe dr.Yopi.F.Thungari, M.Kes sekaligus menyampaikan materi pada rapat tersebut.

Sementara Johanis Pilat Pj.Sekda Kabupaten Kepulauan Sangihe ketika membuka rakor menyampaikan bahwa,anak-anak yang mengalami stunting semua negara akan berlomba-lomba untuk menuntaskan isu kemanusiaan tersebut,termasuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe juga telah berupaya merespon kebijakan nasional ini, baik secara nasional, propinsi maupun Kabupaten hal ini dievaluasi dan menjadi salah satu parameter, keberhasilan dan kegagalan hadirnya Pemerintah ditengah-tengah Pemerintah.

Baca juga:  Marfein Hontong Siap Berkompetisi di Pileg 2024, Termotivasi Untuk Suarakan Aspirasi Masyarakat

Pada kesempatan itu selaku Pj.Sekda Pilat pun mendorong betapa gentingnya gerakan orang tua asuh Cegah stunting, potensi yang terkait dengan potensi hadirnya stunting menjadi perhatian bersama.

” Kita bersyukur kasus stunting di daerah kita sudah turun, tetapi sampai saat ini masih ada, dan inilah yang harus kita evaluasi, membuat rumusan-rumusan kebijakan operasional yang lebih berpihak kepada kelompok sasaran dan terutama mari kita bersama-sam. mencari solusi untuk penanganan stunting,” kunci Pj Sekda Sangihe ini.(RB).

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Gempar News di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.