Hadirkan Pakar Retina Mancanegara, RSUP Kandou Manado Gelar Webinar Internasional Bahas Diabetic Retinopathy

oleh -378 Dilihat
image_pdfimage_print

Manado,GN – RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menggelar Ophthalmology Webinar Series 2026 – International Edition dengan tema All About Diabetic Retinopathy: From Early Detection to Management.

Kegiatan ilmiah internasional ini menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman klinis antara para pakar retina dari Indonesia dan mancanegara, sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di bidang vitreoretina dan penatalaksanaan diabetic retinopathy di Indonesia.

Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado Prof Dr dr Starry H Rampengan, SpJP(K)., FIHA, MARS, secara resmi membuka kegiatan webinar tersebut. Dalam sambutannya Dirut menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendidikan berkelanjutan dan kolaborasi global guna menghadapi meningkatnya angka diabetes mellitus beserta komplikasi kebutaan akibat diabetic retinopathy.

Turut mendukung kegiatan webinar ini Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, dr Yune Laukati, MARS, bersama jajaran Unit Pendidikan dan Pelatihan, termasuk Ns Jimmy Kamagi, S.Kep, selaku Plt Asisten Manajer Pelatihan, yang berperan dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ilmiah ini.

Acara dipandu oleh dr Raul Christianus Zachawerus, SKed,Health Ambassador of North Sulawesi 2026, dengan sesi ilmiah dimoderatori oleh Dr dr Ni Made Ari Suryathi, M.Biomed, SM(K) dari RSUP Prof Dr IGNG.Ngoerah Denpasar.

Baca juga:  Terobosan Dirut Prof Starry Rampengan, Untuk Kandou Lebih Baik Mendapat Respon dan Dukungan Penuh

Webinar menghadirkan empat pakar retina terkemuka dari tiga negara (Indonesia,Singapure, India) yang membahas perkembangan terbaru dalam diagnosis dan tata laksana diabetic retinopathy.

Dari Indonesia, hadir Dr dr Gitalisa Andayani, SpM(K),Kepala Divisi Vitreoretina RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, yang membawakan materi mengenai advanced retinal imaging dan deteksi dini diabetic retinopathy.

Materi mengenai strategi farmakologis dalam penatalaksanaan diabetic retinopathy disampaikan oleh Dr dr Ade John Nursalim, MM, MARS, SpM, ChM, FICS, Ketua Departemen Oftalmologi RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, yang selama ini aktif mengembangkan berbagai kegiatan ilmiah dan kolaborasi internasional di lingkungan Departemen Oftalmologi.

Dari India, webinar menghadirkan Dr A Syed Mohideen Abdul Khadar, MBBS, MS, Head of the Department of Ophthalmology and Vitreoretina Services, Aravind Eye Hospital, India, yang membagikan pengalaman mengenai tantangan bedah pada diabetic retinopathy stadium lanjut berdasarkan pengalaman salah satu pusat layanan mata terbesar di dunia.

Sementara itu, perspektif internasional dari Singapura disampaikan oleh Dr Yuen Yew Sen, MBBS, MMed, FAMS,Consultant Vitreoretinal Surgeon, National University Hospital (NUH), Singapore, melalui pembahasan mengenai real-world diabetic retinopathy management berbasis kasus klinis dan pengalaman praktik sehari-hari.

Baca juga:  Panelewen Sampaikan Selamat Atas Dilantiknya Dirjen Yankes Kemenkes RI

Melalui webinar ini, para peserta memperoleh pembaruan ilmu mengenai deteksi dini diabetic retinopathy, penggunaan teknologi pencitraan retina terkini, terapi farmakologis modern, tata laksana bedah vitreoretina, hingga berbagai pendekatan berbasis bukti dalam menangani kasus-kasus kompleks.

Penyelenggaraan Ophthalmology Webinar Series 2026 – International Edition merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan RSUP Prof Dr RD Kandou Manado untuk terus memperkuat jejaring akademik internasional, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta mendorong implementasi pelayanan oftalmologi yang semakin berkualitas, inovatif, dan berbasis bukti ilmiah demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya dalam bidang retina dan diabetic retinopathy.

Dengan menghadirkan pakar-pakar nasional dan internasional dalam satu forum ilmiah, RSUP Prof Dr RD Kandou Manado berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, mempererat kolaborasi lintas negara, serta menghasilkan dampak nyata dalam upaya pencegahan kebutaan akibat diabetes melalui pelayanan retina yang lebih baik di Indonesia.(*/sisco

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Gempar News di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.