Sulut,GN-Kepala Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Syachrul Afriyadi, SKom, MAP menegaskan menjadi orang sukses tidak harus berangkat ke Kamboja dan berangkat ke Myanmar.

Hal itu, disampaikannya kepada sejumlah awak media, Selasa (09/12/2025) di kantor BP3MI Sulawesi Utara.
“Masyarakat harus merubah mindset, menjadi orang sukses tidak harus langsung berangkat ke Kamboja, berangkat ke myanmar. Menjadi orang sukses semua ada prosesnya,” tegasnya.
Syacrul menjelaskan masih banyak negara yang memiliki peluang kerja keluar negeri. Namun untuk berangkat ke luar negeri kata Syacrul, harus secara prosedural.
“Kalau ingin sukses berangkat keluar negeri harus secara prosedural. Banyak peluang kerja ke luar negeri seperti Jepang terbuka lebar dengan gajinya sampai 23-30 juta. German terbuka lebar dan juga Amerika terbuka untuk perawat dan bidan gajinya sampai ratusan juta per bulan,” jelasnya.
Lebih jauh, Syacrul mengatakan jika ingin sukses tidak dengan instan tetapi semua ada proses dan caranya.
“Ini himbauan dari saya, jika kalian ingin sukses tidak dengan instan. Semua ada prosesnya dan semua ada caranya. Kalian melatih diri dan mengembangkan kompetensi dan skill. Belajar mengembangkan bahasa untuk modal keluar negeri yang punya keinginan besar, kursus melatih diri mengembangkan kompetensi dengan mengikuti pelatihan – pelatihan,” terang Syacrul.
Selain itu, Syacrul menerangkan sebanyak 200 negara yang menjadi penempatan pekerja migran. “Ada sekitar 200 negara, kecuali Kamboja, myarmar dan Laos itu tidak ada penempatan. Peluang kerja terbesar yaitu di negara Amerika, Jerman, Jepang,Korea,” ucapnya.
Syacrul berharap ada anggaran di tahun 2026 mendatang. Sehingga BP3MI Sulawesi Utara dapat memberikan pelatihan bagi warga masyarakat.
“Kami berharap mudah – mudahan tahun depan ada anggaran, sehingga kami akan melatih warga masyarakat,” pungkasnya. (sisco)




