Sulut,GN- Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara Hendro Satrio melalui PPK 3.1 Hendry Pangkey menegaskan bahwa paket pekerjaan di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus di genjot hingga saat ini.

Paket pekerjaan untuk longsoran dengan nilai kontrak Rp 15.267.763.000,- pelaksanaannya sampai 31 Desember 2023. Satu paket pekerjaan ini terbagi di tiga lokasi. Untuk proyek yang paling besar berada di Kampung Kalasuge Kecamatan Tabukan Utara kemudian di Kampung Naga Dua Tamako, dan kemudian satu lokasi lagi di Kauhis Kecamatan Manganitu.
Khusus di Kampung Kauhis Kecamatan Manganitu, kata Pangkey, pihaknya mengalami kendala, yang rencananya akan dipasang Bronjong terkendala dengan lahan. “Kemarin kami sudah sempat mediasi pemilik lahan dengan pemerintah setempat dan sudah ada titik temu namun lama kelamaan mengalami kendala. Makanya saya sudah sampaikan kemarin harus ada berita acara supaya ada pegangan tapi sekarang masih ada sedikit masalah, untuk itu kami akan terus melakukan pendekatan dengan masyarakat pemilik lahan agar paket ini tidak tersendat,” jelas Pangkey kepada media gemparnews.com, Jumat (21/07/2023) ketika ditemui di ruang kerjanya.
Pangkey mengatakan pihak pelaksana proyek atau kontraktor yakni PT Anugerah Dinasti Sakti. Proyek tersebut hanya satu paket tetapi terbagi di tiga lokasi ” Paket tersebut sementara dikerjakan sehingga progres pengerjaan di tiga lokasi sampai hari ini sekitar 27 persen dan ini sudah bagus,” katanya.
Sementara untuk proyek di Kampung Kalasuge, dari pantauan media ini berada di tepian pantai, sehingga sewaktu-waktu dapat tergerus kembali jika terjadi ombak besar.
Terkait hal itu, kata Pangkey pihaknya akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan pergeseran trase untuk menjaga lebih nyaman lagi.
“Sebaiknya ada pergeseran Trase.Untuk itu, ke depan akan ada kerjasama dengan Pemerintah Daerah, karena pembebasan lahan bukan wewenang dari BPJN. Untuk pembebasan lahan merupakan wewenang dari Pemkab. Kami hanya menyediakan fisiknya pekerjaannya,” ungkap Pangkey.
Untuk masalah spesifikasi jelas Pangkey, ada pengawasan dari supervisi untuk mengawasi dan mengarahkan pekerjaan tersebut harus sesuai spesifikasi.
“Setiap pekerjaan harus merujuk ke spesifikasi, apakah itu beton, besi, dan lain-lain, dan itu juga ada pengujian dari laboratoriumnya,” tutup Pangkey. (sisco)



