Berikut Ini Ketua Dan Pengurus Pelayanan Keluarga Ibu Sinode GMIST Periode 2021- 2026

Berikut Ini Ketua Dan Pengurus  Pelayanan Keluarga Ibu Sinode GMIST  Periode 2021- 2026
image_pdfimage_print

SANGIHE,GN- Pelayanan Keluarga Ibu Sinode GMIST menggelar rapat tahunan bertempat di Jemaat Bethesda Menggawa yang berlangsung tanggal 12-13 oktober 2021.

Peserta rapat yaitu utusan dari setiap masing-masing Resort dan dihadiri pengurus Sinode GMIST.Sementara Agenda rapat tahunan pelka perempuan Sinide GMIST tahun 2021 antara lain pertangung jawaban pengurus Pelka Perempuan 5 tahun berjalan,penyusunan pelka perempuan 5 tahuh kedepan,dan pemilihan pengurus .

Mekanisme pemilihan dari panitia hanya melakukan pemilihan ketua,setelah ketua terpilih menetapkan memilih panitia nominasi ,yang diketuai oleh ketua Pelka Terpilih didalamnya ada unsur PMS ,dan unsur wilayah yang memilih dan menetapkan secara lengkap.

Setelah dilakukan proses pemilihan ketua Pelka Pelayanan Keluarga Ibu yang terpilih sebagai ketua adalah Pnt.Dra Olga Karaeng Makasidamo periode 2021-2026.Sementara komposisi susunan pengurus secara lengkap yang terpilih yaitu,Wakil ketua Pnt.D.M Wolf Patirane,Spd, Sekretaris Pnt.L.Kalampung-Bawuna Wakil Sekretaris Pnt.E .Tasin -Guaunaung Sth,Mpdk, Bendahara Dkn.N.Kapal -Muhaling,Anggota,Pnt.Fabiola Papona,SP,Anggota,Pnt.E.Matindja.

Ketua terpilih Pelayanan Keluarga Ibu Sinode GMIST Pnt.Dra.Olga Makasidamo ketika diwawancarai sejumlah wartawan mengatakan,secara pribadi sangat bersyukur dan berterima kasih kepada kepercayaan dari pengurus Pelka perempuan tingkat Resort ,Jemaat dan Sinode yang mempercayakannya kembali untuk menjadi Ketua Pelka Perempuan masa bhakti 2021-2026 .

” ini adalah satu hal yang luar biasa ,memang untuk pemilihan tahun ini secara umum GMIST berada pada transisi regulasi dari Peraturan gereja tahun 2012 menuju ketata Gereja 2018,tetapi bersyukur ditengah dinamika yang ada,pengurus Pelka Perempuan Sinode GMIST Sinode boleh terlaksana dengan baik,dan boleh terpilih kembali dan ini yang perlu disyukuri,”katanya.

Ditambahkannya bahwa tentang tanggungjawab pelayanan dibutuhkan pemberian diri ,bukan karena pintar atau karena ada jabatan tetapi adalah pemberian diri,dan dengan kepercayaan yang diberikan menjadi suatu tantangan ditengah kapasitas yang berganda, kapasitas di pemerintahan,rumah tangga dan pelayanan,namun bagaimana bisa diatur agar tidak ada pelayanan yabg terbengkalai,” tandas Makasidamo.(ROBIN)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.