MANADO , GB – Penghormatan yang sebesar besarnya di berikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kepada Sang Proklamator Ir Sukarno ( Bung Karno). Dimana bulan juni merupakan bulan lahir dan meninggalnya bung Karno sehingga bulan juni ini dinamakan bulan Bung karno. Untuk memperingatinya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Manado melakukan Program penanaman Pohon.
Kegiatan ini di pimpin langsung oleh Ketua DPC PDI-P Kota Manado, dr Richard Sualang, bertempat di area pekuburan Jemaat GMIM Yarden Kelurahan Singkil Dua, Kecamatan Singkil, Kota Manado. Jumat (18/06/2021).

Ketua DPC PDI-P Kota Manado yang juga merupakan Wakil Wali Kota Manado ini saat memberikan sambutan menjelaskan, mengapa Bulan Juni ini di sebut bulan Bung Karno.
“Perayaan Bulan Bung Karno ini, karena di bulan Juni Bung Karno Lahir dan Di bulan ini juga Bung Karno Meninggal,” Jelas Sualang.
Kata Sualang, penanaman pohon ini sebagai bentuk penghargaan terhadap Bapak Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia.
“Kita tahu Bersama, Bung Karno sebagai Bapak pendiri Bangsa, juga yang menggali nilai-nilai kebangsaan sehingga saat ini kita bisa mengenal Pancasila yang menjadi pedoman dalam berbangsa dan bernegara,” jelas Sualang.
Sualang juga menjelaskan, dilaksanakannya kegiatan ini sebagai bentuk dedikasi Partai PDI-P untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan dari sang Proklamator.

“Tentu, sebagai partai Nasionalis PDI Perjuangan merayakan Bulan Bung Karno ini untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan dari Bung Karno, salah satu dengan melakukan pelestarian lingkungan Hidup,” ujarnya.
Dikatakannya lagi, hal ini dilakukan sesuai dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri untuk dapat melestarikan lingkungan sekitar.
“Semenjak Sepuluh tahun yang lalu, PDI Perjuangan melalui Ketua Umum PDI-P Ibu Megawati Soekarnoputri sudah mencetuskan bahwa setiap Bulan Bung Karno harus ada kegiatan penanaman pohon untuk kelestarian lingkungan,” Jelas Sualang.
Hadir dalam Kegiatan, Anggota DPRD Fraksi PDI-P Kota Manado, Jean Sumilat dan Rosalita Manadai; Lurah Kombos Timur Rinto Sambuaga; Lurah Singkil Dua, Greatli Goefron, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, jemaat Yarden Singkil Kampung Islam, dan Para Kader PDI-P Kota Manado. (***)



