Pelaksanaan Vaksinasi Lansia, Dr Ivonne : Sudah Sesuai Protokol Kesehatan

oleh -52 views
image_pdfimage_print

Manado,GN- Terkait pemberitaan yang menyebutkan pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal usia diatas 60 tahun di Auditorium Unsrat Manado Jumat (5/3/2021) mengabaikan Protokol Kesehatan (Prokes) di bantah oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum RSUP Prof Kandou Manado, Dr dr Ivonne Elizabeth Rotty, MKes.

Dijelaskannya bahwa pelaksanaan vaksinasi untuk lanjut usia (Lansia) mengikuti penerapan protokol kesehatan yang ketat.“Pelaksanaan vaksinasi sudah diatur berdasarkan protokol kesehatan covid-19 dengan wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dan pihak panitia selalu berkoordinasi bersama pihak keamanan yang langsung menjaga proses vaksin ada Polri, TNI hingga Polisi Militer,” jelas Dr Ivonne.

Dr Ivonne E Rotty MKes (foto : ist)

Penumpukan atau duduk berdekatan lanjutnya mengatakan dikarenakan cuaca hujan saat sementara pelaksanaan vaksinasi.“Kalau sempat ada yang duduk dan berdiri berdekatan itu karena hujan sehingga yang duduk di bagian luar tenda akhirnya harus duduk agak lebih dekat dari jarak tempat duduk yang telah diatur, kemudian kalau saat registrasi ada yang berdiri agak berdekatan itu karena banyak lansia yang diantar dan harus dituntun oleh anggota keluarga sehingga memang kelihatan seperti dekat-dekatan saat berdiri,” urai Dr Ivonne.

Baca juga:  Fabian Warouw : Kami Akan Tindaki Kendaraan Melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009

Meskipun ada kritikan, Dr Ivone berterima kasih atas masukan yang diberikan kepada pihak panitia vaksinasi.“Ini menjadi evaluasi buat kami, namun sejak awal hingga H-1 kami melakukan rapat koordinasi untuk mematangkan penyelenggaraan vaksinasi mulai dari Kementerian Dirjen P2P, Dinas Kesehatan, RSUP Prof Kandou, Polri serta TNI, bahwa protokol kesehatan itu sudah wajib diterapkan dan kami selalu mengingatkan kepada peserta vaksin,” terang Dr Ivonne saat ditemui di kegiatan vaksinasi.

Ditambahkannya, banyak warga masyarakat Kota Manado khususnya lanjut usia tidak percaya atas issue hoax namun mereka menunjukkan bahwa tidak takut untuk divaksin.“Ini menunjukkan bahwa mereka tidak percaya isu hoax diluar, Bapak Menteri Kesehatan saja tadi senang melihat oma opa yang antusias untuk datang vaksin, yang tentu ini demi kebaikan dan kesehatan,”tambahnya.

Baca juga:  Unsrat Manado Sabet National Award Juara II Terbaik Pengelolaan Pojok Statistik Perguruan Tinggi 2022

Selain itu Dr Ivonne mengatakan sesuai data yang ada hampir 8000 lansia yang masuk daftar penerima vaksin. “Tapi hingga sore baru 2000an menerima vaksin, masih ada yang belum menerima vaksin, itu nanti kami akan lakukan koordinasi bersama Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (*/sisco)

No More Posts Available.

No more pages to load.