SANGIHE,GN- Akibat dampak dari Covid 19, telah mempengaruhi sektor perekonomian dan berdampak pada pasar dan usaha, sehingga pasar sepi dan perputaran usaha tidak lancar. Situasi ini turut dirasakan oleh pengusaha tuna asal kampung Kauhis William Landeng saat berbincang dengan Wartawan gemparnews.com selasa (5/4).

Landeng mengatakan bahwa akibat bawah covid 19,telah berpengaruh terhadap usahanya,pasar sepi,dan perputaran pengiriman ikan tidak lancar.Ia menambahkan ikan tuna yang ada,selain diperoleh dengan hasil tangkapan mereka,tetapi dia juga membeli ikan tuna dari para nelayan yang ada di Kabupaten Sangihe,dan kemudian di jual ke Bitung,Bali dan di exspor keluar negeri seperti negara jepang,Singapura dan Malasia.Namun akibat dampak dari covid 19,penjualan dan pengiriman ikan tidak seperti situasi normal.
” Biasa sebelum ada covid 19 ikan masuk 3 sampai 4 ton satu hari,namun karena situasi ini sekarang tinggal 1 ton lebih satu hari,dan berpengaruh pada permintaan dari perusahaan ikan juga terbatas,”ujar Landeng.
Melihat Kondisi seperti ini,Pemerintah daerah siap membeli ikan tuna,kemudian dibagikan kepada masyarakat yang terdampak covid 19.
Kepala dinas Kelautan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Reintje Tamboto Saat mengunjungi perusahaan ikan tuna di Kauhis,kepada media ini mengatakan bahwa ini adalah inisiatif pemerintah daerah,karena harga ikan tuna merosot dan juga ada pengeluhan dari masyarakat nelayan,bahwa ketika mereka melaut tidak seimbang ongkos yang keluar.Sehingga dengan kondisi tersebut pemerintah daerah siap melakukan pembelian ikan tuna,dan kemudian dibagikan kepada masyarakat terdampak covid 19.
” Karena harga ikan tuna merosot,dan ada pengeluhan masyarakat nelayan akibat covid 19, Pemerintah daerah siap membeli ikan tuna,dan akan dibagikan kepada masyarakat terdampak covid 19,artinya adanya pemberdayaan masyarakat nelayan,ketika dampak covid 19 ini,”
Ditambahkan Tamboto,dengan adanya pembelian ikan tuna kepada masyarakat nelayan,dan akan dibagikan kepada masyarakat terdampak covid 19,bahwa masyarakat nelayan terbantu untuk tetap melakukan penangkapan ikan tuna.
” Dan memang ini,jika tidak dilakukan penanganan oleh Pemda, maka ada dua dampak yang akan terkena yaitu, pengusaha, pekerja dan nelayan itu sendiri,”tutupnya.
Saat mengunjungi perusahan ikan tuna di Kauhis Tamboto didampingi kepala dinas tenaga kerja daerah Kabupaten Sangihe Dokta Pangandaheng.
Sementara itu,Robison Saul pemerhati perikanan Sangihe memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah,yang telah membeli ikan tuna hasil tangkapan nelayan.
” Saya memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah,yang telah membeli ikan tuna hasil tangkapan nelayan, Sehingga masyarakat nelayan terbantu dapat pemasukan pendapatan,untuk pemenuhan kebutuhan mereka sehari-hari,” jelasnya. (ROBIN)



