SANGIHE,GN – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang),dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah ( RKPD), Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2027, bertempat di Tahuna Beach Hotel (10/3/2026).

Tema Musrenbang Kabupaten tahun ini adalah Transformasi Digital dan Konektivitas untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan.
Dalam Bupati Michael Thungari sambutannya mengatakan Musrenbang merupakan tahapan penting dalam siklus perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
“Melalui forum ini, berbagai usulan pembangunan yang telah dihimpun mulai dari tingkat desa dan kelurahan hingga kecamatan dibahas dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah,” ujar Bupati.
Lanjut Bupati bahwa, Musrenbang juga menjadi ruang partisipatif bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk memastikan proses pembangunan berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Hasil kesepakatan Musrenbang nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA–PPAS) hingga penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe,” jelasnya.
Dalam perencanaan pembangunan tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menegaskan komitmen untuk mewujudkan visi pembangunan daerah yakni “Muda Berkarya, Wujudkan Sangihe Lebih Sejahtera dan Berbudaya.”
Sejumlah indikator kinerja utama juga ditargetkan meningkat, di antaranya indeks reformasi birokrasi, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, kontribusi sektor unggulan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), indeks keharmonisan sosial, serta indeks kualitas lingkungan hidup.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi fokus pembangunan ke depan. Di antaranya penguatan konektivitas dan infrastruktur wilayah kepulauan, peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim dan risiko lingkungan seperti abrasi dan kenaikan muka air laut, serta pengembangan ekonomi kelautan berkelanjutan yang menjadi sektor unggulan daerah.
Pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada penguatan ketahanan pangan lokal guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang efektif.
Pemerintah daerah pun berharap
Musrenbang tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang dialog produktif yang mampu menghasilkan gagasan serta solusi terbaik bagi pembangunan di Bumi Tampungang Lawo ini .(RB)


