Hearing Komisi II dan Direksi Bank SulutGo, Bahas Dana Pihak Ketiga dengan Dampak Laba Neto

oleh -559 Dilihat
oleh
image_pdfimage_print

Sulut,GN- Hearing Komisi II DPRD Sulut bersama Direksi Bank SulutGo, Senin (14/02/2022) dilaksanakan di ruag rapat Komisi II, dipimpin Ketua Komisi,  Cindy Wurangian didampingi Wakil Ketua Khristo Lumentut serta anggota komisi Inggried Sondakh, Herry Rotinsulu dan Sandra Rondonuwu.

Komisi II DPRD Sulut Dan Direksi Bank SulutGo Saat menggelar Hearing (foto: gemparnews)

Sementara itu, dari BSG dihadiri oleh
Direktur Utama Revino Pepah, Direktur Kepatuhan Pius Batara,  Direktur Pemasaran Machmud Turuis
Direktur Umum Joubert Dondokambey.

Pada kesempatan itu, Sandra Rondonuwu menanyakan mengenai Dana pihak ketiga yang mengalami kenaikan, bahkan melebihi tahun 2020.

“Apakah ada pengaruh dana ketiga dengan target laba neto dari desember 2020,” tanya personil komisi II ini

Baca juga:  Ketua DPRD Sulut Pimpin Sidang Paripurna LKPJ 2016, Target PAD Berhasil Dicapai

Menjawab pertanyaan tersebut, Revino Pepah pun membenarkan jika ada pengaruh dana pihak ketiga dengan laba neto. Labba neto satu tahun meningkat 14.01 persen sedangkan di sisi lain mengalami penurunan 4.36 persen.

“Selama Covid 2020-2021 banyak nasabah minta restrukturisasi. Dana banyak tapi kredit hanya bertumbuh 4.9 persen. Sasaran kredit hanya sedikit karena Covid,” katanya.

Pepah menambahkan, saat Covid-19, juga banyak bisnis yang macet bahkan gulung tikar, sehingga sebagian menimbulkan kredit bermasalah dan mengalami penurunan profit sebesar 4.3 persen.

“Banyak bisnis yang batuk-batuk, berdampak rekstrukturisasi 2021. Penyetoran perlahan dan sebagian kredit bermasalah,” ujarnya.

Baca juga:  Mendapat Undangan Kehormatan Anggota VI BPK RI, HVK : Sosok Humble, Visioner, Kreatif Dan Inspiratif

Di satu pihak dana yang besar membutuhkan pengeluaran juga yang besar, untuk pembayaran bunga dan lain-lain. Sehingga tahun 2022 ini direncanakan  pertumbuhan loncatannya cukup besar agar laba itu bertumbuh, untuk pemulihan.”Hiburan dan restoran KO sehingga harus restrukturisasi,” tandasnya. (sisco)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Gempar News di saluran WHATSAPP

No More Posts Available.

No more pages to load.