SANGIHE,GN- Kerinduan warga Kampung Taloarane Satu kini sudah terwujud dengan adanya pembangunan talud sungai,sekian lama masyarakat khususnya rumahnya dekat pinggiran sungai merasa ketakutan dan tidak tenang jika hujan lebat dan terjadi banjir.Namun dengan adanya pembangunan talud mereka merasa tenang , senang dan boleh tidur dengan nyenyak karena sudah ada talud sungai.
Pembangunan talud berSumber dari dana ADD tahun 2019 tahap tiga berjumlah RP 468.800.000,lokasi pembangunan dilindongan tiga,dengan Pelaksana kegiatan kampung serta Pengawas oleh MTK dan masyarakat.
Kepala Bas Yunus Dumaili menyampaikan bahwa volume Panjang talud 136,7 m dan Lama kerja 90 hari.Pekerja yaitu masyarakat dari semua tiga lindongan dilibatkan bekerja kurang lebih 60 orang.
Salah satu warga Petrus Lahongkasiang merasa gembira dan senang karena dengan adanya pembangunan talud ada rasa ketenangan dan aman dari banjir.menurut warga ini disaat hujan lebat ada rasa ketakutan,karena terjadi banjir dan pernah tahun 2001 terjadi banjir besar dan air meluap sampai di jalan besar.Sehingga dengan pembangunan talud ini sebagai warga merasa senang dan tenang,”ujar warga ini.
Kapitalaung Kampung Taloarane Satu Ernes Johar Leleran mengatakan pertama agar pembangunan talud ini sesuai dengan mekanisme yang ada.Leleran menambahkan bahwa pembangunan talud ini dibangun kerena keluhan masyarakat,jika musim hujan terjadi banjir maka sebagai pemerintah kampung lewat rencana pembangunan jangka menengah desa selama 6 tahun,telah menyusun program untuk pembangunan desa di lindongan tiga.
“Harapan saya bagi masyarakat,jika talud selesai dibangun agar di jaga bersama kebersihan area talud,dan kepada seluruh pekerja agar dapat bekerja dengan baik ,”tutup Kapitalaung yang murah senyum ini. (ROBIN)


