Pewarna Indonesia Sukses Gelar Penganugerahan API 2024 di Lumajang Jawa Timur

Lumajang,GN – Pelaksanaan penganugerahan Apresiasi Pewarna Indonesia (API) tahun 2024 yang digelar di Lumajang, Jawa Timur, Jumat (15/11/2023) berjalan dengan aman dan tertib.

Acara yang di pusatkan di Gedung RCC Lumajang dengan menghadirkan para tokoh yang akan menerima  penghargaan di sebelas (11) kategori berbeda.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Pj Bupati Kabupaten Lumajang diwakili oleh asisten 2 membidangi kesejahteraan, bapak Paiman. Pembukaan acara di tandai dengan pemukulan musik Kolintang secara bersamaan.

Tokoh yang terkenal yang juga selaku Pj Gubernur Papua Barat Drs.H.Baham Temongmare, MTP, menyampaikan terimakasih dan rasa syukur atas penghargaan apresiasi yang diterimanya.

Dia menyebutkan Papua Barat merupakan wilayah simbol yang menjaga nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan.

“Saya akan terus memperjuangkan hal ini,” tegas Baham Temongmare. “Pemerintah Papua Barat mendorong dialog antar umat beragama, pendidikan dan toleransi, serta penguatan nilai-nilai Pancasila,” ucapnya.

Ketua Umum Pewarna Indonesia Yusuf Mudjiono dalam sambutan mengucapkan terima kasih atas kerja keras panitia, baik di tingkat lokal Lumajang, panitia pusat maupun semua dukungan dari Pemerintah Daerah Lumajang.

Pembukaan Penganugerahan API Tahun 2024 Oleh Asisten 2 Pemerintah Kabupaten Lumajang Bapak Paiman. (Foto : Gemparnews)

Sementara itu, usai acara penyerahan penganugerahan API tahun 2204, pengurus PD Pewarna Jawa Timur dan panitia lokal melalui Pdt Jetty Lukar menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung suksesnya acara ini.

” Terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi demi suksesnya acara penganugerahan API tahun 2024 di Kabupaten Lumajang,” ujar Pdt Jetty ketika diwawancarai media ini.

Dia berharap acara ini akan memberikan dampak positif bagi wilayah Lumajang, khususnya dalam meningkatkan ekonomi kreatif di daerah yang dikenal sebagai penghasil pisang dan susu sapi.

Acara penganugerahan API tahun 2024 ini, juga di meriahkan dengan musik Kolintang panti asuhan Barnabas Randuagung Lumajang, tarian Sriwijaya, tarian topeng, tarian dari Kalimantan tengah, menampilkan penyanyi solo dan penyanyi duet anak panti asuhan Barnabas Lumajang.

Turut hadir dalam acara ini, Pengurus Pusat, Penasihat dan Pengawas Pewarna Indonesia, Pengurus Daerah Pewarna Indonesia, dan Pengurus Cabang Pewarna Indonesia dari seluruh Indonesia, para penerima Apresiasi Pewarna Indonesia tahun 2024. (sisco)




GAMKI dan PEWARNA Indonesia Temui Gibran, Apresiasi Kinerja Menjaga Keberagaman

JATENG,GN- Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia menemui Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, untuk mengapresiasi sejumlah kebijakan strategis, yang khususnya terkait keberagaman umat beragama dalam menjalankan ibadahnya.

Ketua Umum GAMKI, Sahat Sinurat memberikan apresiasi kepada Gibran, sebagai pemimpin yang nasionalis, terutama dalam fakta saat ini dimana radikalisme mengancam generasi muda.

“GAMKI melihat kondisi saat ini masih ada generasi muda Indonesia yang terpapar dengan radikalisme. Sehingga dibutuhkan pemimpin-pemimpin muda yang nasionalis yang bisa memberikan inspirasi kepada generasi muda kita bagaimana nilai-nilai Pancasila dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Mas Gibran salah satu pemimpin muda yang menunjukkan kepemimpinan yang inklusif, toleran, dan merakyat,” kata Sahat seusai pertemuan di kantor Walikota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (10/10/2023).

Sementara itu Ketua Umum PEWARNA Indonesia, Yusuf Mudjiono mengatakan bahwa Gibran menjadi contoh pemimpin muda daerah yang mampu menjadi contoh dalam upaya menjaga dan memelihara keberagaman, khususnya di Surakarta.

“Kami mengapresiasi kinerja beliau yang berkomitmen menjaga keberagaman dengan memberikan ruang yang sama, bagi setiap pemeluk agama untuk merayakan hari rayanya, juga menfasilitasi ruang-ruang publik dengan simbol simbol agama yang sedang merayakan,” ujar Yusuf.

Secara khusus, Gibran juga merespon dan mengapresiasi kehadiran dua ormas Kristiani tingkat nasional ini, terutama dalam memperhatikan kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga keberagaman.

“Ini sudah menjadi kewajiban seorang pemimpin untuk memberikan hak yang sama, bukan hanya memfasilitasi perayaan umat beragama tetapi juga memastikan setiap umat beragama bisa beribadah termasuk warga Kristiani,” katanya, seperti dituturkan Yusuf Mujiono.

Dalam pertemuan tersebut berlangsung suasana yang hangat. Turut hadir Sekum GAMKI Alan Christian Singkali, Panglima Brigsena GAMKI Andriyas Tuhenay, Yudhi Wong, Julius Pengurus GAMKI Semarang dan Arron GAMKI Salatiga serta Ketua FOKSI Natsir Sahib. (*/sisco)




Dirjen P2P Kemenkes RI Dukung Program Festival Bondo Pewarna Indonesia

Jakarta,GN- Dalam rangka persiapan penyelenggaraan festival Bondo dan Rapat Kerja Nasional Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Indonesia menyambangi kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jumat (1/9/2023) di Gedung Adyatma lt 5 Jakarta Selatan.

Kedatangan Pengurus Pusat Pewarna Indonesia disambut hangat oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Dr dr Maxi Rein Rondonuwu, DHSM.,MARS.

Pada kesempatan itu, Direktur P2P Kemenkes RI menjelaskan tentang sejumlah tantangan yang dihadapi oleh Kemenkes saat ini, di antaranya dalam memfasilitasi keberadaan tenaga kesehatan guna memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, juga memberikan pemaparan singkat terkait penerapan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Di mana melalui peraturan ini perijinan kembali di tangan pemerintah, bukan lagi di tangan organisasi masyarakat,” kata dokter MaRon sapaan akrabnya.

MaRon menuturkan bahwa di bawah kepemimpinan menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam menempatkan pegawai didasarkan dengan profesionalisme dan kapasitas.

“Di bawah kepemimpinan beliau, Kemeskes mampu menjalankan program yang mendarat pada kepentingan masyarakat dan tentu dunia kesehatan sendiri,” jelasnya.

Lanjut terkait polusi udara di Jakarta, MaRon menjelaskan bahwa kondisi udara di DKI memang sangat mengkuatirkan. Karena akibat polusi udara ini akan berdampak pada kesehatan masyarakat terkait penyakit ispa. Namun kata MaRon, sesuai tupoksi yang dilakukan pihak P2P telah mempersiapkan cara penanganannya bagi masyarakat yang terdampak.

Sementara itu, Suzanna Kezia, MTh, mewakili Sekretaris Panitia kegiatan PP Pewarna Indonesia memaparkan sejumlah program yang sudah dilaksanakan dan program akan dilakukan oleh Pewarna Indonesia kedepannya.

Adapun kegiatan yang sudah dilaksanakan yakni Napak Tilas Rasul Jawa tahun 2021 lalu, dan juga rencana akan pelaksanaan Festival Bondo, Jepara, pada November mendatang.

Suzanna menambahkan, Festival Bondo direncanakan akan melibatkan masyarakat setempat dan dilaksanakan beragam kegiatan mulai dari camp jurnalistik, seminar Love Sex and Dating. seminar anak, juga karnaval budaya.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendukung Desa Bondo sebagai tempat daerah tujuan wisata religi, sekaligus memelihara rasa persatuan dan toleransi yang ada di sana,” ujar Suzanna.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Pewarna Indonesia Yusuf Mujiono juga menjelaskan tentang kegiatan Festival Bondo yang merupakan suatu perwujudan dari misi Pewarna untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memelihara eksistensi dari keberadaan semangat toleransi di Indonesia..

“Khususnya memelihara keberadaan Bondo sebagai Desa Kristen yang merupakan buah penginjilan dari Ki Ibrahim Tunggul Wulung pada abad ke-19,” terang Mujiono.

Di sela – sela pertemuan tersebut, Mujiono menyerahkan karya Pewarna Indonesia, yakni Buku Napak Tilas Rasul Jawa, yang merupakan laporan perjalanan Pewarna Indonesia selama seminggu dalam menapaki jejak perjalanan penginjil pribumi di Tanah Jawa.

Usai mendengarkan pemaparan program dari Pengurus Pusat Pewarna Indonesia, Dirjen P2P Kemenkes RI mengapresiasi langkah, terobosan kegiatan yang akan dilakukan oleh Pewarna Indonesia kedepannya.

“Saya berharap teman -teman di sini dapat menggelar kegiatan Bakti Sosial, karena bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, 12 November nanti. Namun kami meminta agar Pewarna Indonesia juga melibatkan masyarakat lintas agama setempat,” tutup MaRon mengakhiri uadiensi bersama Pewarna Indonesia. (sisco/*)