RSUP Kandou Manado Partisipasi Aktif dalam Lokakarya dan Simposium Mata Terpadu Regional V (REVIEWS) 3 Tahun 2026

Manado — RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado melalui Ilmu Kesehatan Mata kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan layanan kesehatan mata melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Lokakarya dan Simposium Mata Terpadu Regional V (REVIEWS) 3 Tahun 2026 yang telah diselenggarakan pada tanggal 10–11 April 2026 di Hotel Lombok Raya, Mataram.

Kegiatan ilmiah nasional ini merupakan forum strategis yang mempertemukan para dokter spesialis mata dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kompetensi klinis, memperkuat kolaborasi, serta mendorong inovasi dalam pelayanan oftalmologi, khususnya di wilayah regional seperti Nusa Tenggara Barat dan Indonesia timur.

Dalam kegiatan tersebut, beberapa perwakilan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado berperan aktif sebagai pembicara dalam berbagai sesi ilmiah.

Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS membawakan topik “Latest Anti-VEGF Therapy for Diabetic Retinopathy,” yang menyoroti perkembangan terkini terapi anti-VEGF sebagai pilar utama dalam penatalaksanaan retinopati diabetik, termasuk inovasi dalam efektivitas, durasi kerja obat, serta pendekatan individualisasi terapi.

 

Selain itu, dr. Freili Ferani Akay, Sp.M turut menyampaikan materi berjudul “Current Perspective on Orbital Cellulitis,” yang membahas pendekatan diagnosis dan tata laksana terkini pada kasus selulitis orbita, kondisi infeksi serius yang memerlukan penanganan cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi berat.

Sementara itu, dr. Franky Richard Kasih, Sp.M berkontribusi dalam sesi Instructional Course 1 dengan topik “OCT and Perimetry for Glaucoma Cases,” yang berfokus pada pemanfaatan teknologi Optical Coherence Tomography (OCT) dan pemeriksaan lapang pandang dalam diagnosis serta monitoring pasien glaukoma.

Partisipasi aktif para dokter spesialis mata dari RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou dalam berbagai sesi ini mencerminkan peran institusi sebagai pusat rujukan dan pengembangan ilmu di kawasan Indonesia timur.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara tenaga medis, organisasi profesi, serta fasilitas kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan mata secara berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan REVIEWS 3 Tahun 2026, RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado berharap dapat terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan mata di tingkat nasional, sekaligus mendukung transformasi kesehatan menuju Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing. (*/sisco)




Kunker Wamenkes RI di Sambut Gembira Dirut Bersama Jajaran RSUP Kandou Manado

Manado, GN- Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P,.FISR di sambut Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, Kamis (09/04/2026).

Turut hadir Direktur Medik Keperawatan dan Penunjang dr Wega Sukanto, Direktur SDM dan Penelitian dr Yune Laukati,MKes, Direktur Layanan Operasional Dr Erwin Sondang Siagian dan Direktur BMN dan Keuangan Ekwanto,SE,MM

Kehadiran Wemenkes di RSUP Kandou Manado dalam agenda sosialisasi pemerataan fasilitas kesehatan.

Wamenkes menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendorong pemerataan fasilitas kesehatan,  khususnya di wilayah Sulawesi Utara. Program yang disosialisasikan mencakup distribusi sedikitnya 19 jenis alat kesehatan untuk setiap rumah sakit.

Wamenkes berharap, bantuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkecil kesenjangan layanan medis antar daerah. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh di setiap kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

“Pemerataan fasilitas dan alat kesehatan menjadi kunci utama agar standar layanan di berbagai daerah bisa setara. Dengan kelengkapan fasilitas, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh untuk mendapatkan penanganan yang memadai di daerah,” ujarnya.

Wamenkes mengatakan distribusi alat tidak dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan. Setiap rumah sakit diminta aktif mengusulkan kebutuhan alat berdasarkan kondisi dan layanan yang dimiliki.

“Permintaan alat harus datang dari masing-masing rumah sakit. Mereka yang paling tahu apa yang dibutuhkan, alat apa yang belum ada, dan layanan apa yang ingin diperkuat,” sebutnya.

Peran penting RSUP Kandou Manado sebagai rumah sakit rujukan di kawasan timur Indonesia, dalam mengakselerasi implementasi program tersebut. Seiring dengan tersedianya peralatan medis yang lebih merata dan memadai di setiap fasilitas kesehatan di Sulawesi Utara tentu menjadi upaya besar pemerintah dalam memastikan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dalam sosialisasi ini, hadir kepala dinas  kesehatan dari berbagai Kabupaten dan Kota dan juga kepala dinas kesehatan provinsi Sulut. (sisco)




Jalani Visitasi, RSUP Kandou Manado Menuju RSPPU Program Study Radiologi Pertama 2026

Manado,GN – Dalam rangka penetapan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Program Studi Radiologi, Kamis (5/3/2026) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menjalani Visitasi Lapangan.

Dirut Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS saat menyampaikan Sambutan (foto:ist)

Visitasi ini bertujuan melakukan evaluasi dan verifikasi terhadap kesiapan RSUP Kandou Manado dalam menyelenggarakan pendidikan berbasis rumah sakit, khususnya Program Studi Radiologi. Penilaian meliputi aspek persyaratan administrasi, ketersediaan dan kompetensi sumber daya manusia, kelengkapan sarana dan prasarana, hingga sistem penjaminan mutu pendidikan.

Tim Kolegium Radiologi yang terdiri dari Dr. dr. Gunawan Santoso, Sp.Rad., Subsp.RI(K) dan Prof. Dr. dr. Rosy Setiawati, Sp.Rad., Subsp.MSK(K), CCD, bersama perwakilan Kementerian Kesehatan RI yakni drg Rima Kuraisina, MARS, dr. Kara Citra Kalandra, serta Iyan Tri Pangaloan, SH melakukan visistasi di RSUP Kandou Manado.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS membuka kegiatan visitasi yang berlangsung di Aula Lantai II RSUP Kandou.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran direksi, Direktur Medik dan Keperawatan, dr Wega Sukanto, Sp,B. TKV (K), Direktur SDM Pendidikan dan Diklit, dr,Yune Laukati, MARS, Direktur Layanan Operasional, Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP.,M.Si., Direktur Perencanaan dan Keuangan, Ekwanto, SE. AK. MM, serta undangan.

Prof. Starry menyampaikan kehadiran Program Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi di RSUP Kandou diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan.

Lanjut kata Dirut program pendidikan dokter spesialis Radiologi ini juga dapat menjangkau jejaring rumah sakit daerah, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Kami berharap melalui visitasi ini, tim dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif demi perbaikan dan pengembangan pelayanan, khususnya dalam pembinaan radiologi serta peningkatan mutu dan akreditasi program pendidikan dokter spesialis radiologi,” kata Dirut dalam sambutannya.

Dirut Prof Starry Rampengan menyampaikan komitmen manajemen RSUP Kandou Manado, untuk terbuka terhadap setiap masukan, saran, dan evaluasi.Hal itu untuk penyempurnaan sistem pendidikan dan pelayanan. Visitasi ini kata Dirut, menjadi momentum penting untuk memvalidasi kesiapan RSUP Kandou sebagai RSPPU sekaligus pusat pendidikan radiologi unggulan di Indonesia Timur.

Kesempatan itu, Dirut juga memperlihatjan profil rumah sakit yang mencakup gambaran umum pelayanan Selain itu, Dirut juga memaparkan kapasitas sumber daya manusia, fasilitas penunjang, serta komitmen RSUP Kandou sebagai rumah sakit pendidikan.

Di tempat yang sama, Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, drg Rima Kuraisina, MARS, mengatakan proses penetapan RSPPU ini merupakan bagian dari langkah strategis penguatan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit. Maka dari itu, Dia menegaskan pentingnya sinergi antara rumah sakit, kolegium, serta institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pengusulan dan pengembangan program studi ke kementerian.

“Kami berharap RSUP Kandou bersama mitra, termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dapat bersinergi sehingga RSPPU Radiologi di Kandou berjalan optimal dan mampu menghasilkan lulusan spesialis radiologi yang kompeten serta siap mengabdi bagi masyarakat,” tukas drg Rima.

Selanjutnya penyampaian pihak Kolegium Radiologi, oleh Prof Dr dr Rosy Setiawati, Sp.Rad., Subsp.MSK(K), CCD, memberikan apresiasi atas kesiapan RSUP Kandou Manado dalam proses pembentukan RSPPU Radiologi. Dia menyebutkan bahwa RSUP Kandou Manado menjadi salah satu dari tiga rumah sakit yang diproyeksikan sebagai RSPPU Radiologi tahun ini dan menjadi yang pertama di bidang radiologi.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya karena ini merupakan langkah besar. Setelah melalui proses persiapan yang panjang, akhirnya tahun ini akan ada tiga RSPPU Radiologi yang berdiri, dan RSUP Kandou menjadi salah satu yang pertama,” terangnya.

Dengan hadirnya RSPPU Radiologi di RSUP Kandou dapat mendukung mutu layanan kesehatan dan menghasilkan lulusan yang unggul dan kompeten. Komitmen pihak kolegium untuk terus mengawal kualitas pendidikan sesuai standar nasional. (*/sisco)

 




Dirut Prof Starry Rampengan Pemimpin Rendah Hati Melayani Tanpa Batas

Manado,GN- Seorang Pemimpin bukan sekadar memberi perintah, tetapi kemampuan menginspirasi orang lain untuk bekerja sama mencapai tujuan.
Pemimpin memberikan teladan, bukti, kerja nyata dan gerak cepat untuk menindaklanjuti setiap keluhan dan masukan tanpa menunggu berlama- lama.

Kemampuan melayani dengan rendah hati tanpa batas waktu telah dibuktikan oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS.

Terpantau media Gemparnews.com Sabtu, 28 Februari 2026, Dirut Prof Starry Rampengan menyusuri ruangan perawatan untuk memastikan apakah pelayanan kesehatan tetap berjalan baik.

Didampingi perawat, dokter, tenaga kesehatan serta dokter penanggung jawab pasien (DPJP), Dirut Prof Starry Rampengan memberi salam dan menyapa para pasien satu per satu.

Dirut pun menanyakan kondisi pasien kepada keluarga, sebagai bentuk perhatian untuk pelayanan kesehatan, guna memastikan penanganan medis berjalan sesuai prosedur.

Dirut juga meminta laporan perkembangan pasien dari tim medis sekaligus menegaskan bahwa kualitas pelayanan harus konsisten setiap waktu, termasuk di akhir pekan.

Dirut mengingatkan agar tanggungjawab dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada pasien terus dilaksanakan. Hal ini sebagai bentuk komitmen rumah sakit melayani dengan hati untuk Kandou lebih baik lagi. (sisco)




Jaga Mutu Pelayanan Kesehatan di RSUP Kandou Manado, Dirut Prof Starry Rampengan Pantau Secara Menyeluruh

Manado,GN– Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan,SpJP(K), FIHA) MARS, di dampingi Direktur Layanan Operasional, Dr. Erwin Sondang Siagian,SSTP., MSi, serta pejabat lainnya, Jumat (27/02/2026) melakukan pantauan pelayanan di beberapa unit. Pantauan di mulai dari ruang rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), sampai bagian pelayanan penunjang RSUP Kandou Manado.

Dirut Prof Starry Rampengan melakukan visitasi pasien di Irina B dan Irina C dan IGD. Dirut meninjau kondisi pasien dan juga memberikan edukasi, pola makan sehat sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan kesehatan.

Terpantau, Dirut juga melakukan dialog dengan pasien untuk mengetahui pengalaman mereka selama menjalani perawatan di RS Kandou Manado.

Selain itu, Dirut juga melakukan interaksi aktif bersama dokter penanggung jawab, dokter residen, serta perawat yang menangani pasien tersebut.

Selain itu, Dirut menanyakan terkait perkembangan kondisi pasien, sekaligus memastikan pelayanan berjalan sesuai standar operasional.

Dirut juga mengecek sistem rujukan rumah sakit untuk memastikan alur rujukan berjalan secara optimal. “Koordinasi dilakukan dengan pihak rawat inap untuk memantau ketersediaan tempat tidur, sehingga pasien rujukan dapat terlayani dengan maksimal tanpa hambatan,” ucapnya.

Untuk memastikan respons cepat bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera di IGD, Dirut mengecek secara langsung waktu tunggu pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi (foto), dan layanan diagnostik.

Pelayanan non-medis seperti Customer Service, bagian registrasi, dan kasir tidak luput dari pantauan orang nomor satu di RSUP Kandou. Pantauan ini dilakukan untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran proses administrasi pasien.

Begitu juga di ruang rekam medik (medrek). Dirut juga melakukan pemantauan guna memastikan tata kelola dokumen pasien berjalan tertib dan profesional.

Sarana dan prasarana menjadi perhatian khusus bahkan kondisi pendingin ruangan (AC) di sejumlah titik serta atap selasar yang mengalami kebocoran menjadi catatan penting untuk segera di tidanklanjuti.

Pantauan secara menyeluruh ini dilakukan, sebagai bentuk keseriusan manajemen RSUP Kandou Manado dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan, baik dari sisi medis, administrasi, hingga fasilitas penunjang, demi kenyamanan dan keselamatan pasien dan untuk kemajuan RSUP Kandou lebih baik lagi. (sisco)




Sosialisasi Pengelolaan dan Pemanfaatan BMN di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado

Manado,GN– Sosialisasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Kamis (26/02/2026) dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Manado.

Acara digelar di Kantor Administrasi Lantai II RSUP Kandou Manado dalam upaya optimalisasi tata kelola keuangan rumah sakit tahun 2026, khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan BMN.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, diwakili Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, SE.AK,MM membuka kegiatan tersebut.

Direktur Perencanaan dan Keuangan memberikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan KPKNL Manado dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan BMN di RSUP Kandou Manado.

“Sebagai rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan, RSUP Kandou Manado memiliki peran strategis sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara. Dalam menjalankan peran tersebut, kita didukung oleh berbagai aset negara yang nilainya signifikan dan memiliki peran vital dalam menunjang pelayanan,” kata Direktur Perencanaan dan Keuangan.

Tata kelola BMN yang baik kata Ekwanto, akan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan, efisiensi anggaran, keselamatan pasien, serta pengembangan layanan unggulan rumah sakit.

Menurut Ekwanto, kegiatan sosialisasi ini sangat penting untuk menciptakan budaya tertib administrasi dan tertib aset di seluruh lingkungan RSUP Kandou Manado.

Dia menekankan komitmen manajemen tidak berhenti pada aspek pemahaman semata. Selanjutnya pihaknya akan melakukan inventarisasi BMN secara terintegrasi di seluruh unit kerja di RSUP Kandou Manado.

“Langkah ini penting untuk memastikan seluruh BMN yang berada dalam pengelolaan RS Kandou tercatat secara benar, terjaga dengan baik, serta dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkap Ekwanto.

Tertib aset lanjut Ekwanto, merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas unit pengelola BMN. Sehingga Dia meminta seluruh kepala instalasi, kepala bagian, dan penanggung jawab unit untuk berperan aktif dan kooperatif dalam proses inventarisasi.

Turut hadir perwakilan KPKNL Manado, yakni Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara Akhmad Mabarun dan Staf sekaligus Tim Penilaian KPKNL Harmoko Hamzah dan Jeaniva Therza Thereskova Najoan. (sisco)




Langkah Bijak Dirut Prof Dr Starry Rampengan Perjuangkan Nasib Nakes Non ASN/BLU di Kemenkes RI Biro OSDM

Jakarta,GN- Langkah dan terobosan yang diambil oleh manajemen terhadap Tenaga Kesehatan (Nakes) Non ASN/BLU yang terdampak kebijakan penataan kepegawaian nasional sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN), terus di perjuangkan.

Senin 23 Februari 2026 bertempat Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, bersama Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan dan Penelitian, dr Yune Laukati, MARS, melakukan pertemuan secara resmi dengan Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM).

Dalam pertemuan tersebut Dirut Prof Dr dr Starry Rampengan secara khusus membahas tindak lanjut status pegawai R4 atau tenaga kerja Non-ASN/BLU yang terdampak kebijakan penataan kepegawaian nasional sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN).

Menurut Dirut, kehadiran manajemen di Kementerian Kesehatan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan institusional terhadap para tenaga BLU yang selama ini telah berkontribusi dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama Sulawesi Utara Kandou Manado.

“Kami datang untuk berkonsultasi dan mengoordinasikan secara langsung langkah ke depan bagi tenaga R4/BLU, tentunya sesuai regulasi dan kewenangan yang berlaku di tingkat kementerian,” ujar Dirut.

Selanjutnya manajemen RSUP Kandou Manado juga sudah melakukan koordinasi lanjutan dengan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI.

Sementara, Direktur SPP, dr Yune Laukati, mengatakan persoalan ini bukan hanya terjadi di RSUP Kandou Manado melainkan secara nasional di seluruh instansi pemerintah sebagai dampak implementasi UU ASN.

Oleh sebab itu, kata dr Yune solusi yang diambil harus melalui mekanisme dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

Di tengah proses advokasi tersebut, manajemen terus berupaya pelayanan kesehatan di RSUP Prof Dr RD Kandou tetap berjalan normal, sehingga seluruh unit layanan, termasuk pelayanan rujukan dan tindakan medis, tetap beroperasi sebagaimana mestinya demi menjaga mutu pelayanan kepada masyarakat.

Harapan dari pimpinan RSUP Kandou Manado, agar seluruh pihak dapat memberikan ruang dan waktu untuk proses yang sedang ditempuh. Mengingat keputusan akhir terkait status kepegawaian P3K, keputusan berada pada instansi yang berwenang. (sisco/*)

 




August Watak : Proses Monitoring dan Evaluasi Untuk Memastikan Pelayanan Gizi Berjalan Dengan Baik

Manado,GN – Pelaksanaan proses tenderisasi bahan makanan maupun minuman di Instalasi Gizi RSUP Kandou Manado di umumkan secara terbuka atau transparan.

Kepala Instalasi Gizi RSUP Kandou Manado August Porajou Watak, S.ST ( foto : Gemparnews)

Hal itu, dikatakan oleh Kepala Instalasi Gizi RSUP Kandou Manado August Porajou Watak, S.ST kepada media Gemparnews.com diruangan kerjanya, Selasa (6/5/2025).

” Proses dilakukan secara terbuka atau transparan, sehingga sebelum tanggal,bulan dan tahun yang ditentukan sudah ada kesepakatan pengumuman untuk pemenang tender tersebut. Selanjutnya, kegiatan ini berjalan sesuai dengan isi kontrak. Jadi kewajiban dari pihak ketiga atau rekanan harus menyiapkan setiap permintaan bahan makanan kering maupun makanan basah,” kata Watak.

Untuk permintaan bahan makanan kepada pihak ketiga, bahan makanan basah dapat dilakukan setiap hari sedangkan makanan kering dapat dilakukan setiap minggu atau per dua minggu sesuai kebutuhan tempat penyimpanan atau juga sesuai permintaan pasien.

” Proses pengadaan ini di usahakan untuk tidak bermasalah atau di minimalisir karena konsekwensinya kebutuhan pasien tidak akan terpenuhi,” ucapnya.

Watak menegaskan bahwa kegiatan ini harus di monitoring atau di evaluasi kapan saja. “Siapa pun boleh melakukan monitoring atau evaluasi sesuai dengan petunjuk pimpinan yang ada. Monitoring dan evaluasi ini dapat dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal,” terang Watak.

“Jadi kegiatan monitoring dan evaluasi ini adalah untuk memastikan bahwa pelayanan gizi di RSUP Kandou Manado berjalan dengan baik, aman, tertib tanpa ada masalah,” tandasnya. (sisco)




RSUP Kandou Manado Gelar Pelatihan Entimologi Malaria Untuk Petugas Puskesmas

Manado,GN- Guna mendukung program pemerintah dalam mencapai Indonesia bebas malaria di Tahun 2030, maka RSUP Kandou Manado melakukan kegiatan pelatihan entomologi malaria untuk petugas puskesmas.

Kegiatan ini dilakukan RSUP Kandou Manado bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Manado bertempat di Hotel Grand Puri manado, 27 November – 02 Desember 2023.

Kegiatan tersebut di buka oleh Plt Dirut RSUP Kandou Manado Dr dr Ivonne E Rotty,MKes di dampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado yang di wakili oleh Kepala Seksi P2PM Preity Saronsong,S.Kep dan di ikuti oleh 25 peserta dari puskesmas.

Dirut Ivonne mengatakan kegiatan ini sebenarnya rutin lakukan bekerjasama dengan dinas kesehatan provinsi Sulut dan Dinas Kesehatan Kota Manado.

“Nah, berbagai kegiatan telah kami lakukan untuk menunjang pemerintah terkait bagaimana pencapaian penampilan transformasi kesehatan,” kata Dirut Ivonne.

Dijelaskannya, RSUP Kandou Manado melakukan kegiatan seperti ini, karena RSUP Kandou Manado yakni instalasi Diklat telah terakreditasi secara nasional.
“Karena sudah terakreditasi secara nasional maka RSUP Kandou Manado sudah bisa menjual Diklat ini dan tentu dengan memenuhi persyaratan diantaranya kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan mengacu pada kegiatan atau program yang ada di siakpel yang berjumlah sekitar 400 sekian,” jelasnya.

“Jadi, salah satunya kegiatan ini yang ada di siakpel dan kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Manado dengan melakukan pelatihan terkait etimologi malaria bagi tenaga- tenaga di puskesmas, yang berjumlah 25 orang. Mereka ini sebagai kader-kader, karena memang di harapkan di tahun 2030 Indonesia tereliminasi malaria,” tambahnya.

Menurutnya, bebas dari malaria di mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, kota, provinsi, regional kemudian secara nasional pada tahun 2030. ” Kami mendapatkan informasi bahwa Kota Manado tahun ini, baru saja menerima sertifikat eliminasi malaria, namun karena ada kasus yang ditemukan maka dilakukan pelatihan kader-kader untuk etimologi malaria,” ungkapnya.

“Yang ikut pelatihan ini akan melakukan bionomik dan melakukan identifikasi anopheles serta pemetaan dan lain sebagainya kemudian melakukan manajemen sehingga meminimalkan bahkan menghilangkan sehingga pencapaian eliminasi malaria ditahun 2030 ini dapat tercapai artinya di tahun 2030 Indonesia bebas malaria,” tandas Dirut Ivonne.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Steaven Dandel,MPH yang di wakili oleh Kepala Seksi P2PM Preity Saronsong,S.Kep mengatakan Kegiatan ini dilaksanakan untuk pengkaderan dalam upaya-upaya eliminasi bebas malaria di tahun 2030.

” Karena sudah ada kasus Malaria di Kota Manado. Setelah kami telusuri dan survei ternyata kasus tersebut merupakan kasus import artinya kasus ini ditemukan melalui seseorang yang baru saja bepergian dari luar daerah dan bukan penduduk asli Kota Manado,” jelasnya.

Sehingga kata Preity, perlu adanya pelatihan bagi kader – kader untuk etimologi malaria.

” Ini upaya untuk pengkaderan bagi tenaga kesehatan khususnya di puskesmas dalam meminimalisasi kasus malaria sehingga nantinya Kota Manado bebas dari kasus malaria,” tutup Preity. (sisco)