RSUP Kandou Manado Jadi Pusat Pelatihan Dialisis Rumah Sakit di Indonesia Timur, Dirut Sampaikan Apresiasi

Manado,GN–Sebanyak 29 peserta mengikuti Pelatihan Dialisis bagi perawat dari berbagai rumah sakit dan klinik khusus dialisis di RSUP Kandou Manado. Penyelenggaraan rangkaian kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan serta mutu pelayanan keperawatan dialisis dari Tahun 2025 sampai 2026.

Dirut RSUP Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, Foto Bersama (foto: ist)

Kegiatan yang berlangsung selama 94 hari dengan total 906 Jam Pelajaran (JPL) di gelar di RSUP prof Dr RD Kandou Manado. Pelaksanaan kegiatan tersebut ada dua tahap, yakni tahap pertama 27 Oktober hingga 20 Desember 2025 dan dilanjutkan tahap kedua 5 Januari hingga 4 Maret 2026.

Kegiatan pelatihan tersebut berasal dari berbagai rumah sakit di Sulawesi Utara serta wilayah Indonesia Timur. Peserta terdiri dari RSUP Kandou Manado sebanyak 2 orang, RSUD Maria Walanda Maramis 2 orang, RSUD dr. M. Haulussy Ambon 1 orang, RS Dr. JH Awaloei 2 orang, RSUD Clara Gobel 1 orang, RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano 2 orang, RS Hermana Lembean 4 orang, RS Hermina Manado 1 orang, Siloam Hospitals Manado 2 orang, serta RSUD Abepura 2 orang.

Berbagai sesi pembelajaran yang mencakup teori dan praktik klinis terkait pelayanan dialisis. Seluruh peserta dinyatakan telah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran dan evaluasi dengan baik dan dinyatakan lulus serta berhak memperoleh sertifikat pelatihan melalui Learning Management System (LMS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Terapi pengganti ginjal, asuhan keperawatan pra, intra, dan pasca hemodialisis, penanganan hemodialisis khusus, asuhan keperawatan jangka panjang pasien hemodialisis, pelayanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), dialiser reprocessing, hingga edukasi bagi pasien dialisis dan keluarga menjadi materi pada kegiatan pelatihan ini.

Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS selaku Direktur Utama RSUP Kandou Manado memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan. Kegiatan ini menurut Dirut, menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya perawat yang bertugas di layanan dialisis.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme perawat dalam memberikan pelayanan dialisis yang aman, bermutu, serta berorientasi pada keselamatan pasien,” ucapnya. (sisco)




Ziarah ke Mantan Pemimpin RSUP Kandou Manado, Dr Ivonne Apresiasi dan Sampaikan Terimakasih

Manado,GN- Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada 12 November Tahun 2023 mendatang, RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado melakukan Ziarah ke makam mantan Direktur RSUP Kandou, Kamis (02/11/2023).

Plt Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado, Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty,MKes memimpin rombongan melakukan ziarah. Dirut saat melakukan ziarah didampingi Direktur PMKP dr Yeheskiel Panjaitan,SH.MARS, Direktur Layanan Operasional, dr Wega Sukanto,Sp.BTKV, Direktur Perencanaan dan Keuangan Dr.Erwin Sondang Siagian, SSTP.MSi, para Manager Tim Kerja serta panitia HKN.

Dirut Ivonne memberikan apresiasi dan terima kasih bagi mantan pemimpin Rumah Sakit Kandou Manado yang telah mendahului, sudah memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia kesehatan di rumah sakit Dr RD Kandou Manado.

Beberapa makam mantan pemimpin Rumah Sakit Kandou yang di kunjungi antara lain Almarhum Prof Dr RD Kandou, Almarhumah Dr.G.E, Wowor, Almarhum dr Freddy Adelbert Rampen, Almarhumah dr Fiona Pangemanan,MSi, Almarhum dr Christian Tilaar,MSc, Almarhum Kol (CKM) dr Alexander Lalawi, Almarhum Prof.dr.Winsy F. Warouw.SpKK (K).(sisco/*)




Menkes RI Kunjungi RSUP Kandou Manado, Bangga Kinerja Cepat Plt Dirut dan Jajaran

Manado,GN- Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi G Sadikin melakukan kunjungan kerjanya di Manado Sulawesi Utara, Jumat (26/10/2023).

Menteri Kesehatan RI Budi G Sadikin Kunjungi RSUP Prof Dr RD Kandou Manado (foto : Gemparnews)

Kedatangan Menkes RI di Manado di sambut oleh Plt Dirut RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Ivonne E Rotty,MKes bersama jajaran direksi.

Dalam agendanya Menkes RI menghadiri peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Hotel Aryaduta Manado.

Selanjutnya, Menkes RI melakukan kunjungannya ke RSUP Prof Dr RD Kandou Manado untuk melakukan telusur di poliklinik eksekutif mawar saron di dampingi pelaksana tugas Direktur Utama dan jajaran Direksi.

Pada kesempatan itu, Plt Dirut Ivonne E Rotty,MKes menjelaskan dan memberi pemaparan kepada Menkes RI.

Menkes pun mengapresiasi kerja cepat Direksi RSUP Kandou Manado di bawa pimpinan Plt Dirut Dr dr Ivonne E Rotty,MKes.

“Layanan Poliklinik Eksekutif  menjadi jawaban atas penerapan transformasi kesehatan dalam hal peningkatan kapasitas di daerah, termasuk di Sulawesi Utara,” kata Menkes.

Menkes berharap agar kualitas pelayanan kesehatan RSUP Prof Kandou Manado semakin meningkat bahkan terus terjaga dan terlayani dengan baik.

“Berharap kiraya RSUP Kandou Manado dapat terus menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan bahkan memberikan manfaat bagi seluruh warga masyarakat,” tandasnya. (sisco)




Gratis..! Jelang Peringatan HKN Ke -59 Tahun 2023, RSUP Kandou Manado Gelar Baksos

Manado,GN- Menjelang peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke -59, RSUP Prof Dr R D Kandou Manado menggelar Bakti Sosial (Baksos)  “Operasi Celah Bibir dan Lelangit”.

Puncak perayaan HKN setiap tahunnya diperingati pada tanggal 12 November.

RSUP Kandou Manado telah menyiapkan program baksos gratis bagi masyarakat tahun 2023 ini.

Komitmen RSUP Kandou Manado untuk memberikan layanan kesehatan berkualitas dan mendukung peringatan HKN dengan melakukan aksi kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat di Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Ketika di hubungi awak media ini, Manajer Tim Hukum dan Humas RSUP Kandou, Ruslianto Urendeng,SH menjelaskan tujuan kegiatan bakti sosial ini.

“Baksos ini adalah layanan gratis bagi masyarakat dan merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati HKN ke-59,” jelasnya,Jumat (20/10/2023).

Sesuai rencana pelaksanaan baksos ini akan digelar pada 11-12 November 2023, namun sebelumnya akan ada tahap screening kesehatan pada 8 November 2023.

Bagi yang berminat mengikuti program ini, berikut adalah persyaratan pendaftaran yang perlu diperhatikan:
• Melampirkan fotokopi KTP dan KK.
• Celah Bibir: Bayi minimal usia 3 bulan dan berat badan 5 kg.
• Celah Lelangit: Bayi minimal usia 1,5 tahun dan berat badan 10 kg.
• Tidak dalam keadaan sakit (batuk, pilek, demam, dan lain-lain), dinyatakan sehat hasil pemeriksaan kesehatan pada saat akan dioperasi.

Untuk informasi lebih lanjut atau pertanyaan seputar program Baksos “Operasi Celah Bibir dan Lelangit” dapat menghubungi:
• Ibu Chepy: 0811-4580-969
• drg Victor: 0852-9885-5823
(sisco)




Upacara Peringatan HUT RI ke 78 Tahun di RSUP Kandou Manado Tampilkan Nuansa Pakaian Adat dan Budaya Nusantara

Manado,GN- Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 78 tahun, Kamis (17/8/2023) RSUP Prof Dr R D Kandou Manado tahun ini memakai nuansa pakaian adat dan budaya Nusantara.

Terpantau, Direksi maupun para Manager RSUP Prof Dr RD Kandou Manado nampak memakai pakaian daerah di tanah air. Sesuai tema perayaan HUT RI tahun 2023 secara nasional yakni “Terus Melaju untuk Indonesia Maju” harus dimaknai oleh segenap jajaran hospitalia RSUP Kandou Manado.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara
Direktur Utama Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD dan berlangsung secara khusyuk lewat prosesi pengibaran Bendera Merah Putih dan mengheningkan cipta mengenang jasa para pahlawan yang telah mendahului.

Dalam sambutan Direktur Utama Dr Jimmy Panelewen mengatakan setelah melewati Covid-19 maka perayaan HUT RI ke-78 tahun kali ini memberikan semangat baru.

“Artinya RSUP Kandou Manado harus ada dalam jalur yang sama untuk tetap bergerak maju, memberikan sesuatu yang maksimal untuk kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan,” kata Panelewen.

Pakaian adat dan budaya Nusantara juga dikenakan oleh Dirut Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD dan Direktur SDM Dr dr Ivonne E Rotty,MKes dengan mengenakan pakaian adat Minahasa.

Begitu juga Direktur Layanan Operasional, dr Wega Sukanto Sp BTKV, bersama ibu mengenakan pakaian adat suku Dayak.

Sementara Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan penunjang, dr Yeheskiel Panjaitan SH MARS, menggunakan baju adat Batak serta Direktur Perencanaan dan Keuangan, Dr Erwin Sondang Siangian SSTP, tampak mengenakan baju adat dari Gorontalo.

“Semua diberikan keleluasaan untuk memilih pakaian yang akan dipakai, tapi banyak bahkan ada juga yang gunakan pakaian adat daerah mereka,” tutup Panelewen. (sisco)




Instalasi Promkes RSUP Kandou Manado Gelar Edukasi Kesehatan Cegah Penyakit Jantung Koroner Sejak Dini

Manado,GN- Penyakit jantung koroner atau yang lebih dikenal dengan serangan jantung masih menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia. Penyakit jantung koroner merupakan suatu kondisi di mana terjadinya gangguan fungsi jantung dikarenakan otot jantung mengalami kekurangan aliran darah akibat penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner.

Dokter Sheila Adywinata selaku nara sumber dalam edukasi kesehatan instalasi Promkes RSUP Kandou Manado menjelaskan bahwa Dahulu penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang memiliki trend pada pasien dengan usia lanjut, namun seiring dengan
semakin buruknya pola hidup dan makan di masyarakat, maka trend ini bergeser menjadi penyakit yang dapat dialami orang pasien usia muda. Bukan menjadi suatu hal yang mengejutkan apabila pasien berusia 30-40 tahun mengalami serangan jantung.

“Sebenarnya, proses terjadi penyakit jantung koroner sudah dimulai dari usia dini. Proses ini berbeda di masing-masing individu tergantung pola hidup. Individu yang menjaga pola hidup sehat sejak dini diharapkan dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner,” jelas dokter Sheila Selasa (18/07/2023).

Lanjut kata dokter Sheila, Faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner dibagi menjadi 2, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin dan keturunan (genetik), serta faktor risiko yang dapat diubah seperti riwayat merokok, kolesterol, darah tinggi, kencing manis, berat badan berlebih atau
obesitas, diet yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, stress dan konsumsi alkohol berlebihan.

“Tanda dan gejala yang dialami pada pasien dengan penyakit jantung koroner dapat berupa nyeri dada, di dada sebelah
kiri seperti tertekan benda berat yang rasa sakitnya dapat menjalar sampai ke punggung, leher dan rahang.Nyeri dada biasa dirasakan sekitar 20 menit atau lebih yang dapat turut disertai dengan keringat dingin, mual, muntah dan pusing,” ujar dokter Sheila.

Selain itu, dokter Sheila menjelaskan Biasanya nyeri dada bertambah berat saat pasien sedang beraktivitas dan
berkurang saat pasien istirahat ataupun mengonsumsi obat penghilang nyeri yang ditaruh di bawah lidah (golongan nitrat).

Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama pada pasien yang mengalami serangan jantung di saat menunggu bantuan medis datang, seperti memposisikan pasien setengah duduk dengan bantal tinggi, menghindari gerakan atau aktivitas berlebih ataupun mengedan,serta mengonsumsi obat pengurang rasa nyeri (golongan nitrat) yang diberikan di bawah lidah yang sudah
dianjurkan oleh dokter sebelumnya.

Pasien sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit agar sumbatan pembuluh darah jantung tidak berlangsung lama dan mengurangi jumlah otot jantung yang mengalami kerusakan.

Terdapat 5 hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner, yang terdiri dari Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktivitas fisik dengan nyaman, dan Hindari asap rokok dan alkohol. Dengan melakukan 5 hal ini, diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih peduli akan kesehatan jantungnya dan mencegah terjadinya penyakit jantung koroner sejak dini. (sisco)




RSUP Prof Kandou Manado Jalin Kerjasama Dengan Bank SulutGo

Manado,GN- Penandatanganan kerja sama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, dan Bank SulutGo terkait dengan jaminan pelayanan kesehatan bagi pegawai dan keluarga PT Bank Sulut Go, di gelar di aula Bank SulutGo Pusat Manado, Rabu (4/4/2022).

Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa,atas kepercayaan pimpinan Bank SulutGo terkait dengan pelayanan kesehatan karyawan Bank SulutGo diserahkan kepada RSUP Kandou Manado.

“Setiap jasa itu ada dampak finansialnya yang sangat dibutuhkan rumah sakit. RSUP Kandou sekarang statusnya Balai Layanan Umum (BLU), yang artinya kita (RSUP Kandou), mengharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada APBN, biaya itu harus keluar sendiri dari pendapatan Rumah Sakit,kata BLU itu,nantinya pengelolaan keuangan RSUP Kandou akan bertanggung jawab kepada kementerian keuangan,” Kata Dirut RSUP Kandou Manado.

Panelewen menjelaskan, RSUP Kandou Manado sendiri sekarang 85 persen budgetnya dari pendapatan sendiri, dan 15 persen masih dari APBN, itu sendiri untuk pembayaran gaji PNS. “Kami juga diberi wewenang untuk bisa mengangkat pegawai sendiri yang namanya pegawai BLU,” Jelas Dirut.

RSUP Kandou Manado, lanjut Panelewen mempunyai regulasi sendiri yang dibuat Direktur Utamanya, untuk memfasilitasi pasien kurang mampu untuk membayar. ” RSUP Kandou memback kepada pemerintah Kabupaten/Kota, bahwa ternyata masih ada masyarakat yang belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS,yang dibantu oleh pemerintah, atau jamkesda. Ada juga mungkin salah alamat, yang sebenarnya dia mampu,tapi dia mengantongi kartu jaminan kesehatan tidak mampu. Untuk itu kami pemimpin RSUP Kandou mampu beradaptasi pada kondisi kondisi seperti itu,” Terang Panelewen.

Sementara itu, Direktur Utama Bank SulutGo, Revino M. Pepah, SE.MM, dalam sambutannya mengatakan terkait dengan PKS ini, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Dirut RSUP Kandou yang mau merespon permintaan dari Bank Sulutgo, untuk melakukan kerja sama.

“Kami akan tindak lanjut PKS ini, nanti sesudah ini kalau ada pegawai kami yang akan berobat atau melakukan ceck up, tempatnya nanti di RSUP Kandou,” Ujar Dirut Pepah.

Pepah juga menambahkan dengan peralatan yang baik,SDM yang unggul, menjadi satu acuan dari Bank SulutGo untuk melakukan PKS dengan RSUP Kandou.

“Kami tau RSUP Kandou memiliki peralatan medis yang lebih baik dari rumah sakit lain, juga menjadi pusat rujukan bagi rumah sakit yang ada di Sulut,” Terang Pepah.

Dia berharap kedepan Bank SulutGo bisa menikmati pelayanan kesehatan yang baik, dan menimbulkan impek positif bagi RSUP Kandou Manado.

Turut hadir Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jeheskiel Panjaitan, SH MARS, Direktur Perencanaan Keuangan dan BMN,Frets Melope,SE.MSi, dan Koordinator Administrasi Umum John R Tuwaidan ST, MSi, serta Sub Koordinator Hukormas, Novita SH. (*/sisco)