Dugaan Kematian Peserta PPDS Anestesi FK Sedang di Dalami Tim Investigasi Gabungan, Pelayanan Kesehatan di RSUP Kandou Manado Berjalan Normal

Manado,GN –  Tim Investigasi gabungan yang terdiri dari Kementerian Kesehatan RI,RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dan Fakultas Kedokteran Unsrat tengah melakukan pendalaman, klarifikasi, serta pengumpulan berbagai informasi terkait peristiwa dugaan kematian salah satu peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran, dr Adrian Rantung.

Atas peristiwa tersebut, Manajemen RSUP Kandou Manado menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Manajemen juga mengumumkan penghentian sementara aktivitas Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran sebagai langkah evaluasi sekaligus mendukung proses investigasi yang sedang di dalami.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado melalui Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Dr dr Erwin Kristanto, SH, SpFM(K), mengatakan seluruh jajaran rumah sakit turut berduka atas peristiwa tersebut.

Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi pergumulan, musibah yang menimpa.

“Kami tentunya turut berduka cita. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan, dan ketabahan,” kata Dr Erwin.

Keputusan menghentikan sementara aktivitas PPDS Anestesi di lingkungan RSUP Kandou kata Dr Erwin, merupakan kebijakan di tingkat rumah sakit sebagai bentuk perhatian terhadap kasus yang terjadi. Langkah tersebut bertujuan memberikan ruang agar proses investigasi yang sedang dilakukan dapat berjalan lebih optimal.

“Langkah ini sebagai upaya memperlancar investigasi yang sementara dilakukan saat ini. Apa pun hasil yang nantinya ditemukan, apakah ada perundungan atau tidak, akan disampaikan setelah proses investigasi,” jelas Dr Erwin.

Lanjut Dr Erwin menerangkan, bahwa petugas kepolisian telah mendatangi RSUP Kandou untuk meminta konfirmasi terkait berbagai informasi dan unggahan yang beredar di masyarakat mengenai kasus tersebut. Seluruh proses masih berada pada tahap pemeriksaan sehingga pihak rumah sakit belum dapat menyampaikan informasi lebih lanjut. “Tentunya semua masih dalam proses pemeriksaan dan lain-lain sehingga kami juga masih menunggu,” terangnya.

Komitmen rumah sakit kandou untuk mendukung penuh proses penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum maupun pihak terkait guna mengungkap fakta kebenaran.

“Tentu kami mendukung penuh proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum, karena ini untuk kepentingan semua orang,” tukas Dr Erwin.

Meskipun dalam proses investigasi atas peristiwa tersebut, Dr Erwin memastikan pelayanan kesehatan di RSUP Kandou Manado tetap berjalan normal sesuai standar operasional yang berlaku. “Pelayanan kepada pasien oleh petugas kesehatan di RSUP Kandou berjalan normal,” tandasnya. (sisco)




Tandatangani Pakta Integritas Dirut Prof Starry Rampengan Tekankan Kepada Peserta PPDS, Tunjukan Sikap Profesional dan Jaga Kepercayaan Masyarakat

Manado,GN- Peserta program pendidikan ini diminta untuk komitmen memberikan pelayanan dengan standar mutu yang prima serta selalu mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap tindakan medis.

Hal ini ditegaskan Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS saat melakukan acara penandatanganan Pakta Integritas Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Program Studi Ilmu Bedah, Kamis (12/03/2026).

Dirut Prof Starry Rampengan menekankan setiap peserta program pendidikan dokter spesialis harus memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.

“Pakta integritas ini menegaskan bahwa pendidikan harus berjalan dengan patuh pada etika, profesionalisme, serta seluruh aturan dan regulasi, termasuk dalam proses pendidikan itu sendiri,” ujarnya.

Lanjut kata Dirut, pelayanan yang diberikan harus selalu berpedoman pada standar mutu pelayanan prima serta pelaksanaan standar keselamatan pasien.

Selain itu, Dirut mengingatkan agar penting menjaga hubungan yang baik dan harmonis dalam proses pendidikan maupun pelayanan, mencakup hubungan dengan Tuhan, para pendidik, sesama peserta didik, pasien, serta keluarga pasien.

Penandatanganan pakta integritas ini diharapkan dapat memperkuat komitmen peserta didik untuk menjalani proses pendidikan dengan menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Kita semua harus menjaga kepercayaan masyarakat, fakultas, dan rumah sakit dengan menunjukkan sikap profesional serta integritas yang tinggi dalam setiap tugas dan tanggung jawab,” ucap Dirut.

Dirut Prof Starry berharap seluruh peserta didik mampu menjaga kepercayaan masyarakat, fakultas kedokteran, serta rumah sakit sebagai institusi pelayanan dan pendidikan kesehatan. (sisco)




Buka Penerimaan Kembali PPDS-1 Ilmu Penyakit Dalam, Dirut Saripawan: Saling Menghargai dan Menghormati

Manado,GN- Plt Direktur Utama (Dirut) drg Yuli Astuti Saripawan,M.Kes membuka acara Penerimaan Kembali PPDS-1 Ilmu Penyakit Dalam di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Senin (2/6/2025) di ruangan auditorium lantai dua RSUP Kandou Manado.

Foto Bersama Usai Membuka Kegiatan (foto: Gemparnews)

Dirut Saripawan dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur dimana hari ini dapat melaksanakan kembali kegiatan penerimaan PPDS-1 Ilmu penyakit dalam di RSUP Kandou Manado.

” Pada kesempatan ini kita bersyukur, satu proses panjang dalam dunia pendidikan khususnya di rumah sakit kandou dan Unsrat yaitu ilmu penyakit dalam. Ini suatu pembelajaran adek – adek semua, jadi harus di pahami bahwa sekarang dunia pendidikan khususnya untuk spesialis kita telah mengalami transformasi. Jadi memang beberapa perubahan – perubahan yang harus di ikuti oleh rumah sakit maupun universitas, misalkan kebijakan bersama dari Dikti maupun kementrerian kesehatan,” kata Dirut.

Lanjut Dirut Saripawan mengatakan Indonesia saat ini sangat membutuhkan tenaga kesehatan untuk mengisi kekosongan. Pendidikan kedokteran adalah salah satu pendidikan yang memang di bangun untuk saling berinteraksi dalam artian antara teman – teman peserta didik kemudian dwngan guru pengajarnya dan kemudian juga dengan masyarakat atau pasien.

“Itu tiga hal yang harus di pahami oleh adik – adik semua. Ketika kita berinterkasi dalam hal ini, kita harus saling menghormati. Ketika kita memahami bahwa kita sama, kita saling membutuhkan, kita juga saling menghormati. Itu satu kunci dimanapun, itu harus kita bangun,” ujarnya.

Plt Dirut RSUP Kandou Manado drg Yuli Astuti Saripawan,M.Kes bersama peserta (foto: Gemparnews)

Dirut Saripawan menegaskan antara adik – adik dan kakak kelas atau peserta yang berada di rumah sakit harus saling menghormati dan tidak ada yang mendominasi, dalam artian semua sama. “Jadi saling menghargai dan saling menghormati,” tegas Dirut Saripawan.

Diketahui sebanyak 132 peserta calon PPDS-1 ilmu penyakit dalam yang ikut dalam pembelajaran di RSUP Kandou Manado.

Turut hadir plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Ns Suwandi I Luneto,S.Kep,M.Kes serta jajaran RSUP Kandou Manado. (sisco)