Lavarence : Harus Ada Komunikasi Yang Baik BKD dan Komisi 1

Sulut,GN- Komisi 1 DPRD Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra kerja Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (11/10/2023) Diruangan rapat komisi 1.

Anggota Komisi 1 DPRD Sulut Meyke Lavarence,A.Md (foto : Gemparnews)

Hadir dalam RDP tersebut, Ketua Komisi 1 Rasky Mokodompit, Hilman Idrus, Herol V Kaawoan, Fabian Kaloh, Hendry Walukow dan Meyke Lavarence. Sedangkan BKD Sulut di hadiri langsung Kaban BKD Dr Jemmy Kumendong,MSi juga selaku penjabat Bupati Minahasa di dampingi plt Sekretaris serta kepala bidang dan staf.

Pada kesempatan itu, anggota komisi 1 DPRD Sulut Meyke Lavarence,A.Md menyampaikan agar BKD Sulut selalu pro aktif dalam melakukan komunikasi dengan komisi 1.

Disamping itu kata Lavarence, komunikasi yang baik perlu bagi BKD ketika ada sesuatu kebutuhan anggaran yang butuhkan dan mendapat dukungan dari komisi 1 sebagai mitra kerja.

“Tentu ada komunikasi yang baik antara BKD dan komisi 1 terkait anggaran, supaya tidak menyulitkan BKD ketika ada sesuatu kebutuhan anggaran yang dibutuhkan,” ucapnya singkat.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan BKD Sulut Dr Jemmy Kumendong,MSi juga selaku Penjabat Bupati Minahasa menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas dukungan, suport dari komisi 1 sebagaimana disampaikan oleh anggota Komisi 1 DPRD Sulut Meyke Lavarence.

” Terimakasih atas dukungan dan suportnya,” kata Kumendong. (sisco)




Terkait Kasus Dugaan Penganiayaan Kapten dan Anak Buah Kapal Gregorius, Lavarence : Harus Ada Efek Jerah Bagi Pelaku Penganiayaan

Sulut,GN- Meskipun sudah ada permintaan maaf dari oknum POMAL pelaku dugaan penganiayaan terhadap kapten dan anak buah kapal Gregorius beberapa hari yang lalu dan sudah mendapat respon dari kepala Lantamal VIII Manado untuk tetap memproses para oknum pelaku dugaan penganiayaan tersebut.

Anggota DPRD Sulut Meyke Lavarence,A.Md (foto: Gemparnews)

Terkait hal itu, Legislator DPRD Provinsi Sulut Daerah Pemilihan Nusa Utara Meyke Lavarence,A.Md angkat bicara.

Lavarence menegaskan proses hukum harus berjalan dan oknum pelaku dugaan penganiayaan terhadap kapten dan anak buah kapal Gregorius harus mendapat efek Jerah. ” Proses hukum sebaiknya tetap berlanjut dan para oknum pelaku harus mendapat efek Jerah, kalau tidak ada efek Jerah maka se enaknya mereka melakukan hal seperti itu,” tegas Srikandi Nusa Utara ini, ketika di wawancarai media Gemparnews.com Diruangan kerjanya Rabu, (11/10/2023).

Lavarence juga sangat menyayangkan kasus penganiayaan itu terjadi. Dirinya berharap kasus ini jangan lagi terjadi dan sebaiknya melakukan komunikasi yang baik.

Lanjut kata Lavarence, sebagai orang beradab harus ada etikanya dan saling menjunjung tinggi kebersamaan dan lain sebagainya dan dapat berkomunikasi dengan baik, itu yang diperlukan. “Jadi kekerasan itu bukan akhir dari segalanya, malah lebih panjang persoalannya. Yang diperlukan itu bagaimana menyikapi segala sesuatu dengan kepala dingin,” ucapnya. (sisco)