Hendro Sebut Kualitas Jalan Nasional di Sangihe Bagus, Hendry targetkan Proyek Longsoran Selesai November Mendatang

Sulut,GN – Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Hendro Satrio menjelaskan untuk Kepulauan Sangihe jalan nasional sudah bagus karena pengaspalan di kabupaten Kepulauan Sangihe dilakukan sejak tahun 2019.

Jalan Nasional di Desa Kalekube Kabupaten Kepulauan Sangihe (foto: Gemparnews)

“Memang jalan di Sangihe lebih bagus dari pada di Talaud,” ungkapnya saat diskusi dengan BPJN Sulut, Senin (16/10/2023).

Namun, ditanyakan mengenai beberapa proyek yang belum terselesaikan di Desa Kalasuge dan di Desa Naga Dua dan Kapan penyelesaian proyek tersebut, agar anggaran dapat terserap dengan baik.

Sementara pekerjaan jalan nasional dari Tahuna – Lenganeng sampai ke Bandara Naha dan ada bahu jalan yang sudah amblas, apalagi lokasinya yang curam dan membahayakan pengguna jalan menjadi perhatian BPJN Sulut.

Menurut penjelasan PPK Wilayah Sangihe, Henry Pangkey, mengatakan memang benar ada pekerjaan paket longsoran di Desa Kalasuge dan Desa Naga dua dan progresnya sekarang 70.89 persen.

“Kami berupaya November sudah tuntas, meskipun kontrak pekerjaan akan selesai 31 Desember nanti. Jadi, masih ada waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut,” ungkapnya.

Lanjut Henry, untuk bahu jalan di Sudirman batas Kota Tahuna ada beberapa lokasi belum ditangani, karena terbatas anggaran.

Mengenai longsoran Kata Henry, sudah diusulkan ke bidang penyidikan tanah, terkait desain ada longsoran badan jalan yang dalam. Apakah akan ditangani tahun ini atau belum tergantung dana.

“Kami akan menyesuaikan dengan anggaran. Apabila tahun ini ada anggaran akan dilakukan pekerjaan, sedangkan jika belum akan diupayakan tahun depan,” tandasnya. (sisco)




BPJN Sulut Genjot Paket Pekerjaan di Sangihe

Sulut,GN- Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara Hendro Satrio melalui PPK 3.1 Hendry Pangkey menegaskan bahwa paket pekerjaan di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus di genjot hingga saat ini.

PPK 3.1 Wilayah Sulut Hendry Pangkey (foto : Gemparnews)

Paket pekerjaan untuk longsoran dengan nilai kontrak Rp 15.267.763.000,- pelaksanaannya sampai 31 Desember 2023. Satu paket pekerjaan ini terbagi di tiga lokasi. Untuk proyek yang paling besar berada di Kampung Kalasuge Kecamatan Tabukan Utara kemudian di Kampung Naga Dua Tamako, dan kemudian satu lokasi lagi di Kauhis Kecamatan Manganitu.

Khusus di Kampung Kauhis Kecamatan Manganitu, kata Pangkey, pihaknya mengalami kendala, yang rencananya akan dipasang Bronjong terkendala dengan lahan. “Kemarin kami sudah sempat mediasi pemilik lahan dengan pemerintah setempat dan sudah ada titik temu namun lama kelamaan mengalami kendala. Makanya saya sudah sampaikan kemarin harus ada berita acara supaya ada pegangan tapi sekarang masih ada sedikit masalah, untuk itu kami akan terus melakukan pendekatan dengan masyarakat pemilik lahan agar paket ini tidak tersendat,” jelas Pangkey kepada media gemparnews.com, Jumat (21/07/2023) ketika ditemui di ruang kerjanya.

Pangkey mengatakan pihak pelaksana proyek atau kontraktor yakni PT Anugerah Dinasti Sakti. Proyek tersebut hanya satu paket tetapi terbagi di tiga lokasi ” Paket tersebut sementara dikerjakan sehingga progres pengerjaan di tiga lokasi sampai hari ini sekitar 27 persen dan ini sudah bagus,” katanya.

Sementara untuk proyek di Kampung Kalasuge, dari pantauan media ini berada di tepian pantai, sehingga sewaktu-waktu dapat tergerus kembali jika terjadi ombak besar.

Terkait hal itu, kata Pangkey pihaknya akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan pergeseran trase untuk menjaga lebih nyaman lagi.

“Sebaiknya ada pergeseran Trase.Untuk itu, ke depan akan ada kerjasama dengan Pemerintah Daerah, karena pembebasan lahan bukan wewenang dari BPJN. Untuk pembebasan lahan merupakan wewenang dari Pemkab. Kami hanya menyediakan fisiknya pekerjaannya,” ungkap Pangkey.

Untuk masalah spesifikasi jelas Pangkey, ada pengawasan dari supervisi untuk mengawasi dan mengarahkan pekerjaan tersebut harus sesuai spesifikasi.

“Setiap pekerjaan harus merujuk ke spesifikasi, apakah itu beton, besi, dan lain-lain, dan itu juga ada pengujian dari laboratoriumnya,” tutup Pangkey. (sisco)