BP2MI Sulut Himbau Masyarakat Jangan Terbujuk Rayu Mafia Penempatan Ilegal

Sulut,GN- Kepala BP2MI Sulawesi Utara Hendra Makalalag menghimbau masyarakat terutama generasi muda untuk tidak terbujuk rayu oleh para mafia penempatan ilegal.

Kepala BP2MI Sulut Hendra Makalalag (foto: ist)

Menurut Hendra, sesungguhnya para mafia penempatan ilegal hanyalah untuk menipu masyarakat. “Sebagai Kepala BP2MI Sulawesi Utara menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara terutama bagi generasi muda yang lulusan SMA,D3 maupun Sarjana tidak terbujuk rayu oleh para mafia penempatan, karena mereka itu sesungguhnya hanyalah menipu korban dan terbukti sejak tahun lalu puluhan orang Sulawesi Utara yang terjebak dengan penempatan ilegal di Kamboja,” kata Hendra kepada media ini Senin (9/10/2023) Diruangan kerjanya.

Lanjut kata Hendra, Kamboja bukanlah negara penempatan sehingga masyarakat perlu membedakannya. “Nah kita ketahui bersama Kamboja itu bukan negara penempatan dan pelaku operator lapangan di Sulawesi Utara yang merekrut lewat media sosial, sedang kami lakukan penelusuran,” ujar Hendra.

“Kami bekerjasama dengan Polda Sulut untuk memburu siapa pelakunya dibalik penempatan tenaga kerja yang ilegal ini,” tambah Hendra.

Hendra berharap dan menghimbau bagi masyarakat ingin bekerja ke luar negeri dapat mencari informasi ke Dinas Tenaga Kerja di wilayah tersebut atau mendatangi kantor BP2MI Sulut.

“Jadi sekali lagi himbauan kami kepada masyarakat kalau mau bekerja ke luar negeri datangi dinas tenaga kerja di daerahnya atau kantor BP2MI Sulut,” terang Hendra.

” Jangan terjebak dengan modus operandinya mafia penempatan ilegal yang mereka pakai adalah medsos kemudian melakukan komunikasi selanjutnya melalui WhatsApp mengatur dan mempengaruhi korbannya maka ada yang dimintai uang terlebih dahulu untuk keperluan pemberangkatan,” tandasnya. (sisco)




BP2MI Sulut sosialisasikan peluang dan strategi pemanfaatan tenaga Kesehatan ke luar negeri

Sulut,GN- Kepala BP2MI Sulawesi Utara, Hendra Makalalag Senin (25/9/2023) diundang sebagai pembicara pada seminar persiapan memasuki dunia kerja yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni Poltekkes Manado di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado.

Dalam acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan akademisi, alumni bahkan mahasiswa, Hendra menyampaikan terkait Peluang Kerja di luar negeri pada sektor kesehatan.

”Peluang Kerja di luar negeri pada sektor kesehatan terutama pada jabatan perawat sangat besar dan menjanjikan seperti menjadi perawat di Jerman, Jepang ataupun Taiwan” ujar Hendra.

Lanjut, Hendra menyampaikan strategi yang dilakukan BP2MI dalam memanfaatkan peluang kerja di luar negeri khususnya sektor kesehatan serta tak lupa memberikan himbauan agar tidak bekerja ke luar negeri secara unprosedural.

“BP2MI sangat gencar melakukan sosialisasi terkait peluang kerja yang tersedia di luar negeri baik lewat media cetak, elektronik bahkan media sosial. Dalam upaya penyiapan pemenuhan kebutuhan tersebut BP2MI sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah agar menyiapakan pendidikan dan pelatihan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia sambil terus mengupayakan pemenuhan fasilitas dalam prosedur pra pemberangkatan agar dapat meminimalisir pembiayaan”, ucap Hendra.

“Bekerja di luar negeri adalah suatu jalan keluar bagi pengentasan pengangguran dan perbaikan ekonomi keluarga namun tentunya harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya terjamin oleh negara baik dari sisi pelindungan secara hukum, ekonomi maupun sosial,” tambah Hendra.

Saat menutup materi, Hendra menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam pencegahan penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri.

“Kami memberikan apresiasi kepada Ikatan Alumni Politeknik Kesehatan Manado yang sudah memberikan kesempatan kepada Balai BP2MI Sulawesi Utara untuk menjadi pembicara dan tentunya melalui kegiatan ini kami sangat mengharapkan peran serta masyarakat agar dapat bersama-sama menjadi sarana informasi terkait Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia kepada masyarakat luas sehingga dapat mencegah penempatan Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri secara unprosedural. Kami juga menyampaikan salam hormat dari Kepala BP2MI, Bapak Benny Rhamdani, atas fasilitasi yang sudah diberikan oleh Ikatan Alumni Politeknik Kesehatan Manado”, tutupnya. (*/sisco)




Didaulat sebagai pembicara pada kuliah umum, BP2MI Sulut sosialisasikan peluang tenaga Kesehatan ke luar negeri

Sulut,GN- Kepala BP2MI Sulawesi Utara, Hendra Makalalag, Jumat (15 September 2023) diundang sebagai pembicara pada Kuliah Umum yang dilaksanakan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Pembangunan Indonesia Manado di Wisma Lorenzo Lotta, Pineleng Kabupaten Minahasa.

Dalam acara yang diberi tajuk Nursing Solidarity, Hendra menyampaikan terkait Peluang Kerja di luar negeri pada sektor kesehatan.

Peluang Kerja di luar negeri pada sektor kesehatan terutama pada jabatan perawat sangat besar dan menjanjikan seperti menjadi perawat di Jerman atau Jepang dengan Skema penempatan G to G atau Government to Government. Perawat di Jerman dengan program SSW atau Speccified Skill Worker, bahkan ada juga permintaan perawat di Taiwan dengan skema P to P atau Private to Private dimana untuk penempatannya difasilitasi oleh P3MI.

Pada pemaparannya, Hendra juga menyampaikan terkait potensi dan keuntungan bagi perawat yang bekerja ke luar negeri.

“Sulawesi Utara memiliki potensi yang besar untuk memenuhi permintaan negara penempatan pada jabatan perawat karena kultur budaya dan keuletan perawat asal Sulawesi Utara yang sangat disukai oleh negara penempatan. Selain itu sektor perawat sangat menjanjikan karena penghasilan yang ditawarkan sampai menyentuh angka puluhan juta rupiah per bulannya” kata Hendra.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Hendra untuk memberikan himbauan kepada para mahasiswa agar tidak bekerja ke luar negeri secara unprosedural.

“Bekerja di luar negeri adalah suatu jalan keluar bagi pengentasan pengangguran dan perbaikan ekonomi keluarga namun tentunya harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya terjamin oleh negara baik dari sisi pelindungan secara hukum, ekonomi maupun sosial,” lanjutnya.

Menutup kuliah umum tersebut, Hendra menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam pencegahan penempatan illegal Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Fakultas Keperawatan Universitas Pembangunan Indonesia Manado yang sudah memberikan kesempatan kepada Balai BP2MI Sulawesi Utara untuk menjadi pembicara dan tentunya melalui kegiatan ini kami sangat mengharapkan peran serta masyarakat khususnya lingkungan akademisi Universitas Pembangunan Indonesia Manado agar dapat bersama-sama menjadi sarana informasi terkait Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia kepada masyarakat luas sehingga dapat mencegah penempatan Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri secara unprosedural. Kami juga menyampaikan salam hormat dari Kepala BP2MI, Bapak Benny Rhamdani, atas fasilitasi yang sudah diberikan oleh Universitas Pembangunan Indonesia Manado,” tutupnya. (*/sisco)




Tindak lanjut kerjasama, Pemda Bolaang Mongondow dan BP2MI Gelar Sosialisasi

Sulut,GN- Balai BP2MI Sulawesi Utara, Kamis, 7 September 2023 didaulat sebagai pemateri pada kegiatan Sosialisasi Pendidikan dan Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia ke Jepang yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow. Sosialisasi tersebut dibuka oleh Bupati Bolaang Mongondow yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Drs. Ashari Sugeha dengan didampingi oleh Kepala Balai BP2MI Sulut, Hendra Makalalag, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bolaang Mongondow dan Perwakilan dari ISO Jepang yang akan memfasilitasi Pendidikan dan Pelatihan, Bpk. Asep Hidayat.

Dalam pemaparannya, Hendra menyampaikan terkait Penempatan PMI dan jaminan Pelindungan oleh negara bagi Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di luar negeri secara prosedural.

“Bekerja di luar negeri adalah suatu jalan keluar bagi pengentasan pengangguran dan perbaikan ekonomi keluarga namun tentunya harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya terjamin oleh negara baik dari sisi pelindungan secara hukum, ekonomi maupun sosial” kata Hendra,

Pada kesempatan tersebut, Hendra juga menyampaikan pentingnya peran keluarga terhadap Calon Pekerja Migran IndonesiaPemerintah Daerah bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia.

“Mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia merupakan suatu bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelindungan bagi CPMI, PMI maupun keluarganya sehingga Pendidikan dan Pelatihan yang berbasis anggaran daerah seperti yang dilakukan oleh Pemda Bolmong hari ini merupakan suatu bukti bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow memiliki perhatian dan keberpihakan terhadap rakyat”, jelasnya.

Dalam Sosialiasi tersebut, Hendra juga membahas mengenai peran Pekerja Migran Indonesia bagi negara.

“Peran para Pekerja Migran Indonesia yang hari ini oleh Kepala BP2MI, Bapak Benny Rhamdani, disematkan gelar kehormatan sebagai warga negara VVIP (Very Very Important Person) sangatlah besar karena selain sebagai Pahlawan Devisa, Pekerja Migran Indonesia juga diharapkan mampu mengambil peran sebagai Duta Wisata maupun Duta Bahasa di negara penempatan” ucap Hendra.

Pada kegiatan itu juga, Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Tahlis Gallang, S.IP, MM,juga turut menyampaikan materi terkait Kondisi dan Potensi Ketenagakerjaan di Kabupaten Bolaang Mongondow
Dalam Paparannya, Tahlis menyampaikan tentang program pemerintah terkait pendidikan dan pelatihan.

“Pendidikan dan Pelatihan yang dilakukan saat ini merupakan program Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow sebagai tindak lanjut Nota Kesepakatan antara Pemda Bolaang Monodnow dengan BP2MI yang tentunya bertujuan untuk menekan angka pengangguran, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

“Program ini juga merupakan bukti kehadiran negara bagi Calon Pekerja Migran Indonesia sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dimana Pendidikan dan Pealtihan ini merupakan suatu upaya dari Pemerintah Daerah agar CPMI memiliki kualitas dan kompetensi yang susai dengan permintaan negara penempatan,” lanjutnya.

Di penghujung acara, Kepala Balai BP2MI Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow yang sudah menginisiasi kegiatan tersebut.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang yang sudah melaksanakan peran Pemerintah Daerah sesuai amanat Undang-Undang melalui program ini dimana program ini juga merupakan bentuk komitmen yang tertuang dalam Nota Kesepakatan atau Kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow dengan BP2MI.” tutupnya. (sisco)




CPMI hasil pencegahan penempatan unprosedural Dipulangkan ke daerah asal

Sulut,GN- Balai BP2MI Sulawesi Utara, Rabu (23/8/2023) melakukan fasilitasi pemulangan 12 (dua belas) orang Calon Pekerja Migran Indonesia yang merupakan korban penempatan unprosedural.

Para korban tersebut berasal dari Kota Manado 3 (tiga) orang, Kota Bitung 1 (satu) Orang, Kabupaten Minahasa 2 (dua) Orang, Kota Tomohon 1 (satu) Orang, Minahasa Selatan 3 (tiga) orang, Minahasa Tenggara 1 (satu) orang dan Kabupaten Bolaang Mongondow 1 (satu) Orang.

Hendra Makalalag, yang merupakan Kepala Balai BP2MI Sulawesi Utara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bukti kehadiran negara.

“Ini adalah tindak lanjut dari pencegahan yang dilakukan oleh BP2MI di penampungan Ilegal di daerah Tanggerang Selatan pada tanggal 14 Agustus 2023. Para korban yang diselamatkan dari sindikat penempatan illegal tersebut hari ini tiba di Manado dengan difasilitasi oleh BP2MI bahkan sampai ke daerah asal mereka. Hal ini merupakan komitmen BP2MI dalam membuktikan kehadiran negara dalam memberikan Pelindungan kepada Calon Pekerja Migran Indonesia, Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya”, ungkapnya.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa hal tersebut membutuhkan perhatian khusus dari segala kalangan mengingat hal tersebut merupakan salah satu tujuan negara yang termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

”Dengan maraknya kejadian yang melibatkan warga asal Sulawesi Utara yang terbujuk oleh rayuan para sindikat penempatan ilegal serta berkaca dari beberapa kasus yang sudah kami fasilitasi dimana korban yang berasal dari Sulawesi Utara sudah terbilang berjumlah besar seharusnya menjadi perhatian khusus dari berbagai kalangan baik pemerintah maupun masyarakat. Apalagi kasus berulang tersebut banyak memakan korban yang seharusnya sudah mendapatkan pelajaran dari kasus sebelumnya,” terangnya.

Kepala Balai BP2MI Sulawesi Utara mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut terlibat dalam pencegahan penipuan peluang kerja ke luar negeri.
“Balai BP2MI Sulawesi Utara tentunya tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dibutuhkan peran dari seluruh lapisan masyarakat dalam melakukan pencegahan maupun penindakan terhadap oknum maupun lembaga yang melakukan penempatan illegal Pekerja Migran Indonesia” kata Hendra.

“Bekerja ke luar negeri secara prosedural menunjukkan bahwa PMI adalah Pekerja yang termapil dan bermartabat. Ïnformasi terkait peluang kerja ke luar negeri beserta persyaratan dan prosedurnya dapat diperoleh di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten/Kota ataupun Balai BP2MI Sulawesi Utara” lanjutnya.
Hendra juga menambahkan bahwa Balai BP2MI Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selalu memberikan dukungan dan perhatian terhadap peningkatan pelayanan pelindungan kepada PMI di Sulawesi Utara.

“Saat ini sudah banyak pihak baik Pemerintah maupun swasta yang memberikan perhatian terhadap permasalahan warga Sulawesi Utara yang bekerja di Luar Negeri. Untuk itu, Balai BP2MI Sulawesi Utara mengapresiasi setiap upaya yang dilakukan demi meningkatan kualitas pelindungan PMI di Sulawesi Utara” tutupnya. (*/sisco)




Kepala BP2MI Sulawesi Utara Melepas 5 CPMI Program SSW Jepang

Sulut,GN- Kepala BP2MI Sulut Hendra Makalalag, melepas 5 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan segera berangkat ke Jepang untuk bekerja sebagai Care Worker di beberapa Rumah Jompo melalui program Specified Skilled Worker (SSW).

Kelima CPMI ini sudah mengikuti pelatihan bahasa dan skill di Lembaga Pendidikan Jayadi Global Education Center (JGEC) cabang Manado selama 4,5 bulan dan telah lolos wawancara dengan pengguna yang ada Jepang.

Kepala BP2MI Sulut Hendra Makalalag mengungkapkan bahwa program SSW Jepang merupakan salah satu program unggulan dari BP2MI.

“Program SSW semenjak di launching tahun 2019 lalu telah menyita perhatian masyarakat Indonesia karena peluang kerja yang ditawarkan sangat menggiurkan. Gajinya besar namun persyaratannya cukup mudah yaitu minimal berusia 18 tahun dan menguasai bahasa Jepang setara N4 dan skill jabatan yang akan dilamar,” kata Hendra.

“Kelima adik-adik yang kami lepas hari ini, telah mengikuti pelatihan selama 4,5 bulan di JGEC dan sudah berproses E-ID di BP2MI Sulut sebagai salah satu persyaratan pembuatan visa kerja SSW. Menurut informasi yang kami dapat mereka akan segera berangkat tanggal 17 Agustus besok lewat Jakarta,” tambahnya.

Dari 5 peserta SSW yang dilepas, ada 2 CPMI asal Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berangkat dengan biaya dari pemerintah daerahnya.

“Hari ini saya juga dengan berbangga hati melepas 2 orang pemuda Sangihe yang akan berangkat bekerja ke Jepang dengan biaya dari pemerintah daerah Kabupatern Sangihe. Tahun 2021 BP2MI melakukan MoU dengan Pemda Sangihe sebagai bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, dan pemda Sangihe telah menganggarkan untuk membiayai 10 orang anak daerah mereka. Kedua orang yang saya lepas hari ini merupakan bagian dari program ini,” jelas Hendra.

“Harapan saya, 5 orang CPMI SSW ini bisa menginspirasi pemuda daerah khususnya Sulawesi Utara untuk bekerja ke luar negeri secara prosedural dan bisa membantu membangun ekonomi keluarga dan daerahnya”tutup Hendra.(sisco)