Bupati Canangkan Desa Cantik 2026 Di Tamako

SANGIHE,GN – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari secara resmi membuka kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I Kabupaten Kepulauan Sangihe, di Kampung Pokol, Kecamatan Tamako, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari program Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pada kesempatan itu turutdalam kegiatan ini Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe Eko Siswanto, S.S.T., M.S.E, unsur Forkopimca, para pejabat pimpinan tinggi pratama Pemkab Kepulauan Sangihe, Camat Tamako, para Kapitalaung, serta tokoh masyarakat setempat.

Sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Daerah dalam mendukung program tersebut, kegiatan ditandai dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Program Desa Cinta Statistik, sebagai landasan peningkatan literasi statistik dan kapasitas aparatur kampung dalam pengelolaan data yang akurat, berkualitas, serta berkelanjutan.

Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswanto menjelaskan bahwa program Desa Cantik telah berjalan kurang lebih tiga tahun terakhir di Sangihe.

“Pada tahun 2023 kami melaksanakan di Kampung Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara. Kemudian tahun 2025 di Kampung Kuma I, Kecamatan Tabukan Tengah. Tahun 2026 ini kami melaksanakan Desa Cantik di tiga kampung yakni Nagha I, Bebu, dan Pokol di Kecamatan Tamako,” ungkap Eko.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab BPS sebagai lembaga statistik dalam mendukung perencanaan dan kebijakan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Menurutnya, melalui program Desa Cantik, BPS ingin meningkatkan literasi statistik di level pemerintahan terkecil agar desa mampu menyelenggarakan kegiatan pendataan serta memanfaatkan data secara tepat.

“Setiap kebijakan yang diambil pemerintah pusat maupun daerah harus didukung indikator atau data yang berkualitas dan akurat. Salah satu cara mencapainya adalah menyiapkan data dari level terkecil yaitu desa,” tambahnya.

Dalam program tahun ini, BPS akan melakukan pembinaan terkait pemutakhiran data sosial ekonomi di tiga kampung Desa Cantik tersebut.

BPS juga akan menyiapkan aplikasi pengumpulan data berbasis Android yang akan digunakan aparat kampung dalam melakukan pendataan.

“Kami akan membuat aplikasi untuk pengumpulan data berbasis android untuk Kampung Nagha I, Pokol dan Bebu. Aplikasi ini akan kami serahkan ke desa dan harapannya bisa dipakai di seluruh desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” jelas Eko.

Selain itu, BPS juga akan menyediakan website bagi tiga kampung tersebut untuk menampilkan indikator-indikator yang telah dikumpulkan, sehingga data dapat diakses dan dimanfaatkan dalam mendukung pembangunan kampung.

“Kami lakukan ini sebagai bentuk tanggung jawab BPS untuk mendampingi sampai level desa dalam melakukan pengumpulan data dan tidak ada pungutan sepeser pun,” tegasnya.

Ia berharap setelah program Desa Cantik berjalan, aparat kampung memiliki pola pikir dan rancangan mandiri dalam pengelolaan data karena instrumen pendataan telah disiapkan.

Dalam sambutannya Bupati menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, penguatan kapasitas desa dalam mengelola data statistik sangat penting guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan terukur.

Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I, yang bertujuan memperkuat sinkronisasi data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Satu Data Sangihe yang terintegrasi dengan Program Satu Data Indonesia, demi memastikan data pembangunan daerah lebih valid dan dapat dipertanggungjawab (RB)




Bupati Sambangi BWS Sulawesi I dan Serahkan Proposal Usulan Pembangunan Tanggul Pantai Nagha 1

SANGIHE,GN – Selasa, (5 Mei 2026) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam hal ini Bupati Sangihe, Michael Thungari,SE,MM bersama jajaran menyambangi BWS Sulawesi Utara I Manado.

Pada Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala Seksi Pelaksanaan, Allanos Kawengian serta PLH. Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air, Anneke Marlina Tewal didampingi oleh para pejabat dan staf terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sangihe menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan, yakni menyerahkan proposal usulan pembangunan Tanggul Pantai Nagha 1 di Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Usulan ini dilatarbelakangi oleh kondisi wilayah pesisir yang mengalami abrasi cukup signifikan, mencapai 15–20 meter dalam kurun waktu 8 bulan. Selain itu, wilayah tersebut juga kerap terdampak banjir rob dan gelombang ekstrem yang berpotensi mengancam permukiman warga.

Bupati berharap dengan pertemuan tersebut dapat terwujud demi melindungi kawasan pesisir dan meningkatkan kesejateraan masyarakat di Sangihe.

” Semoga melalui koordinasi ini, langkah penanganan yang tepat dapat segera diwujudkan demi melindungi kawasan pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” Kata Bupati.(RB).




Kunker Ke Pulau Kalama, Bupati Thungari Masuk Gua Panen Sarang Walet

SANGIHE,GN – Kamis, 30 April 2026, Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pulau Kalama Kecamatan Tatoareng.Bupati pun langsung turun ke lokasi (goa) dan ikut memanen sarang burung walet bersama masyarakat.

Bupati terlihat sangat bersemangat menikmati panen sarang burung walet, yang menjadi pengalaman pertama bagi dirinya.

Thungari mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan panen sarang burung walet tersebut.

“Tentu ini merupakan pengalaman bagi kami mengikuti proses panen sarang burung walet langsung masuk ke gua. Menjadi sebuah pengalaman berharga juga dimana kami bisa turut andil dan merasakan langsung seperti apa perjuangan masyarakat dalam menjalankan proses panen, seperti apa resiko bahkan bahaya yang dihadapi saat melakukan panen,” terang Thungari.

Bupati berharap kiranya masyarakat bisa terus menjaga dan melestarikan habitat daripada burung walet agar terus bertahan hingga ke generasi selanjutnya.

“Harapannya sumber daya alam pemberian Tuhan yang indah ini dapat terus dijaga menjadi berkat untuk lintas generasi,” pesannya.

Kehadiran Bupati dalam panen bersama kali ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat di Desa Kalama.

“Sudah ada berapa bupati yang datang ke pulau ini namun baru Pak Bupati ini yang turun langsung ke lokasi dan ikut panen bersama masyarakat masuk ke goa bersama-sama. Tentu ini jadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami masyarakat,” ungkap Eksplandriks Kahimpong, Kepala Desa Kalama.

Dalam kunjungan kerja tersebut turut dilaksanakan juga pengobatan gratis, pemberian bantuan bagi para siswa sekolah dan pasar murah.(RB)




Bupati Berdiskusi Dengan Warga Kalama Terkait Pembagian Sarang Burung Walet

SANGIHE,GN – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM bertatap muka dengan masyarakat Pulau Kalama berdiskusi dan mendengarkan langsung aspirasi, harapan dan kerinduan masyarakat terkait pengelolaan keberadaan Sarang Burung Walet.

Pada kesempatan itu Masyarakat menyampaikan pembagian hasil panen sarang burung walet 60:40, untuk 60 persen bagi pemerintah dan masyarakat Desa Kalama dinilai masih kurang dikarenakan hasilnya tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan warga, sehingga bermohon agar Perda nomor 7 tahun 2009 terkait pembagian hasil sarang burung walet dapat ditinjau kembali.

Warga pun menyampaikan keberadaan listrik yang hanya menyuplai daya selama 6 jam saja, disementara kebutuhan masyarakat akan listrik sangatlah tinggi salah satunya untuk menyimpan hasil perikanan tangkapan dari laut.

Menanggapi beberapa penyampaian warga, Bupati pun memberikan penjelasan berdasarkan situasi dan kondisi yang kini ada dan sedang diupayakan.

“Untuk keberadaan listrik bagi masyarakat kepulauan memang menjadi prioritas dari Pak Presiden. Beliau berharap selama 5 tahun masa kepemimpinannya, masyarakat kepulauan bisa menikmati listrik selama 1×24 jam. Hal ini sedang berlangsung karena sudah ada tim survey yang hadir langsung di Pulau Kalama dan meninjau lokasi lahan yang rencananya akan dijadikan tempat pembangkit listrik tenaga hibrid, dimana pada siang hari akan disuplai melalui solar panel dan untuk malam hari dengan mesin,” jelas Thungari.

Terkait peninjauan kembali Perda nomor 7 tahun 2009 tentang Pengelolaan Goa Sarang Burung Walet dan Budidaya Sarang Burung Walet, Bupati pun memberikan penjelasan yang mampu diterima oleh warga.

“Terkait peninjauan kembali Perda ini akan kami upayakan apa bisa dibedah kembali atau tidak, sebab mengubah sebuah perda itu tidaklah mudah dikarenakan butuh kesepakatan bersama antara lembaga legislatif, eksekutif dan masyarakat. Itupun tidak bisa selesai dalam kurun waktu setahun, jadi kita akan melakukan pembedahan terlebih dahulu,” jelasnya.

Bupati pun memberikan solusi bahkan jaminan bilamana dari hasil pembagian 40 persen sarang burung walet yang masuk ke Pemda, bilamana akan membuatkan lokasi penjagaan bagi para pekerja di sekitar area sarang burung walet.

“Mungkin yang bisa kita sepakati saat ini adalah pembuatan pos jaga di sekitar lokasi sarang burung walet akan kami upayakan pembangunannya dari hasil pembagian 40 persen yang masuk ke Pemda itu,” ujarnya.

Jaminan dari Bupati pun disambut dengan antusias oleh warga masyarakat yang merasa terbantu dan dihargai dengan baik oleh bupati melalui kehadiran dan tatap muka secara langsung.(RB)




Bupati Thungari Hadiri HUT Ke 64 Tahun Jemaat GMIST Samaria Bulude

SANGIHE,GN – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari,SE,MM menghadiri ibadah syukur  (HUT) ke 64 tahun GMIST jemaat Samaria Bulude, Desa Barangkalang, Kecamatan Manganitu, Minggu (26/4/2026).

Thungari dalam sambutannya mengatakan, gereja memiliki peran yang sangat penting bukan hanya sebagai  tempat beribadah, tetapi juga Sebagai pusat pembinaan moral pendidikan karakter,Penguatan keluarga serta pemberdayaan  sosial masyarakat.

“Dalam konteks pembangunan  daerah, gereja adalah mitra strategi pemerintah dalam  menjaga kerukunan,membangun kepedulian sosial serta menanamkan  nilai-nilai kejujuran disiplin,kerja keras  dan kasih kepada Sesama sekaligus sebagai pusat  pendidikan karakter yang paling dekat bersentuhan  langsung dengan kehidupan warga jemaat” kata Thungari.
Terkait pelaksanaan pemilihan pengurus di masing-masing jemaat yang ada di lingkungan Sinode GMIST yang kini sedang berlangsung, Bupati hanya berharap kiranya berjalan dengan baik dan lancar.

“Saat ini juga tengah berlangsung pemilihan pengurus ditiap2 gereja, saya berharap seluruh mekanisme pemilihan kiranya berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang ada,” pesannya.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada jemaat yang ada, Bupati memberikan sumbangan pribadi berupa uang tunai guna menopang pembangunan gedung tersebut yang disambut dengan ucapan terimakasih yang tulus dari warga jemaat Gmist “Samaria” Bulude.

“Atas nama ketua jemaat, majelis pekerja bahkan semua jemaat yang ada, Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Bupati untuk sumbangan yang diberikan guna menopang pembangunan ditempat ini,” ucap Ketua Jemaat.

Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan juga  peletakan batu dasar pembangunan Ruang Serbaguna Jemaat GMIST Samaria Bulude oleh Bupati dan Ketua Sinode GMIST, Pendeta Welman Boba serta Ketua Jemaat, Penatua Thelma Mandalora.(RB)




Bupati Thungari Buka Tes Kompetensi Akademik Tingkat SD

SANGIHE,GN – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM membuka secara simbolis kegiatan tes Kompetensi Akademik (TKA), tingkat SD bertempat di SDN 3 Tahuna, senin (20/4/2026). Bupati langsung disambut oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan bersama jajaran,guru-guru dan para siswa.

Dalam laporan panitia disampaikan bahwa, Peserta TKA Se- Kabupaten Kepulauan Sangihe berjumlah 1780 peserta di 64 lokasi di Sangihe,dan untuk di SDN 3 Tidore Tahuna berjumlah 30 peserta.

Pada sambutanya Bupati menyampaikan bahwa TKA merupakan bagian penting dalam upaya bersama dalam melakukan assesment nasional untuk mengukur capaian kemampuan dasar peserta didik, bukan sekedar kegiatan evaluasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mutu pendidikan, mengidentifikasi potensi siswa serta memperkuat kualitas pembayaran di setiap satuan pendidikan.

” Kita berharap melalui kegiatan ini dapat memperoleh gambaran yang objektif mengenai kemampuan, Kompetensi yang menjadi pondasi utama bagi keberhasilan anak-anak kita dimasa yang akan datang, oleh karena itu pelaksanaan TKA harus dipandang sebagai bagian dari komitmen kita bersama dalam membangun generasi unggul di Kabupaten Kepulauan Sangihe,”Tutup orang nomor satu di Bumi Tampungang Lawo ini.

Turut mendampingi Bupati,Asisten satu setda Johanis Pilat, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Julien Manangkalangi,S.Pd, Kasat Sat-Pol PP Ario Areba .(RB).




Bupati Thungari Sambut Pangdam XIII/Merdeka,Agenda Kunker Ke Wilayah Perbatasan

SANGIHE,GN – Selasa (14/4/2026), Pangdam XIII/Merdeka, Mayor Jenderal TNI Mirza Agus, SIP melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kepulauan Sangihe .

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah, sekaligus meresmikan infrastruktur strategis serta meninjau program ekonomi di wilayah perbatasan.


Setibanya di Sangihe, Pangdam beserta rombongan disambut langsung oleh Bupati Michael Thungari,SE,MM. dan Wakil Bupati Tendris Bulahari. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan nuansa adat khas Sangihe, diiringi musik bambu yang dibawakan oleh putra daerah.


Turut hadir jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.
Agenda utama dalam kunjungan ini adalah peresmian Jembatan Garuda TNI Angkatan Darat yang berlokasi di Kampung Beha, Kecamatan Tabukan Utara.

Kehadiran jembatan tersebut diharapkan menjadi urat nadi baru dalam menunjang mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut.

Usai itu Pangdam dijadwalkan bertolak ke Kampung Lapango, Kecamatan Manganitu Selatan, untuk meninjau lokasi Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah kepulauan.

Kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan Mayor Jenderal TNI Mirza Agus untuk memantau langsung kesiapan dan kondisi personel TNI yang bertugas di garda terdepan NKRI.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kodam XIII/Merdeka dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.(Adv)




Bupati Thungari Buka Kejuaraan Tinju Amatir Bupati Cup 2026

SANGIHE,GN – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM membuka kejuaraan tinju amatir Bupati Cup tahun 2026, di GOR Membara Kelurahan Manente Kecamatan Tahuna, Senin (13/4/2026).

Sebelumnya Laporan ketua Panitia Johanis Pilat menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dilaksanakan kejuaraan open turnamen Bupati tahun 2026 adalah keseriusan dalam pembinaan prestasi tinju di Indonesia terlebih di Kabupaten Kepulauan Sangihe, memantapkan kesatuan dan persatuan masyarakat dalam semangat mempererat tali persaudaraan, mengurangi kriminalitas merangkul anak-anak muda untuk menyalurkan hobi dan bakat sebagai petarung untuk menjadi berprestasi yang membanggakan,mencari bibit – bibit yang berbakat yang potensial yang belum terpantau.

Bupati Michael Thungari pada sambutannya berharap pada open turnamen tinju Bupati Cup 2026, atlit-atlit se Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk belajar dan mengambil ilmu dari para atlit dari luar daerah.

” Kami berharap kepada atlit-atlit se Kabupaten Kepulauan Sangihe boleh belajar dan mengambil ilmu dari rekan-rekan atlit dari luar daerah, saling transfer ilmu dan belajar sehingga mendapatkan pengalaman dan mendapatkan tanding yang lebih baik,mereka datang ke kita juga mendapatkan pengalaman dan tanding yang lebih baik,menyambut PON beladiri di Sulawesi Utara pada bulan juli mendatang, jadi piala Bupati 2026 ini salah satu ajang persiapan untuk sebelum PON beladiri di Sulawesi Utara, untuk itu atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan apresiasi dan terima kasih buat Panitia dan seluruh jajaran, pertina Sangihe,Para Wasit dan kami titipkan masa depan atlit, mentalnya, dapat dijaga dengan baik, tidak ada titipan disini, semua atlit berlaku sama,supaya yang pantas menjadi juaralah yang nantinya akan menjadi juara ,”tutup Bupati.

Pada acara pembukaan Turut Dihadiri,Sekretaris Dinas Pemuda dan olah raga Sulut Rini Mamahit,SE, Wakil Bupati Tendris Bulahari,Forkopimda,Pimpinan OPD,Panitia,wasit, official,Atlet dan penonton.(RB).




Bupati Sangihe Sambut Hangat Kedatangan Rombongan Kejuaraan Tinju Dari Papua

SANGIHE,GN- Dengan penuh senyum,hangat dan sukacita, itulah yang terlihat dari wajah Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM ketika menyambut kedatangan 13 orang rombongan kejuaraan tinju asal Papua saat tiba di Rumah Jabatan Bupati,jumat (10/4/2026).

Bupati menyampaikan selamat datang dan mengucapkan terima kasih atas kedatangan peserta kejuaraan tinju asal Papua yang jauh-jauh datang ke Sangihe untuk mengikuti pertandingan tinju di Bumi Tampungang Lawo.

” Saya menyampaikan selamat datang kepada semua,dan mengucapkan Terima kasih sudah datang di Sangihe jauh-jauh datang dari Papua untuk mengikuti Pertandingan tinju disini, semoga selama berada di sini semuanya sehat-sehat, dapat mengikuti pertandingan dengan baik,dan ketika kembali dalam keadaan selamat,”kata Bupati.

Sementara salah satu pelatih menyampaikan bahwa,kedatangan mereka ke Kabupaten Sangihe pada kejuaraan tinju bukan soal mencari juara,tetapi ingin mencari pengalaman yang baru.

” Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Bupati dan seluruh panitia yang sudah menyambut kami dengan penuh sukacita,dan kedatangan kami ke Sangihe untuk mengikuti kejuaraan tinju bukan soal mencari juara,tapi yang paling penting adalah mencari pengalaman yang baru,”katanya.

Usai diterima oleh Bupati dan Panitia,rombongan kejuaraan tinju asal Papua ini, dijamu untuk sarapan pagi menikmati menu yang sudah disiapkan, Bupati pun membaur ikut sarapan bersama mereka.(RB).




Pentingnya Peran Pemerintah Desa dan Kelurahan Mengelola Kawasan Pesisir dan Menjaga Kelestarian Laut

SANGIHE, GN – Peran Pemerintah Desa dan kelurahan Pesisir sangat penting dalam mengelola kawasan pesisir,Menjaga kelestarian laut dan membina masyarkat nelayan.

Hal ini disampaikan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM ketika secara membuka kegiatan Sosialisasi dan Penandatanganan Ikrar Kemitraan Kepala Desa/Lurah Pesisir (Coastal 500) dalam rangka mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-14 (TPB-14) tentang Ekosistem Laut di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan tersebut digelar di Ballroom Tahuna Beach, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat komitmen pemerintah daerah bersama pemerintah desa dan kelurahan pesisir dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari mengungkapkan bahwa dirinya pernah diundang ke Jakarta pada Agustus lalu untuk mendengar secara langsung berbagai program terkait perlindungan ekosistem laut dan wilayah pesisir.

Bupati juga terkesan dengan peran organisasi non-pemerintah yang secara serius menyusun dan menjalankan program perlindungan ekosistem laut di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga menjangkau berbagai negara di dunia.

“Yang membuat kita berbahagia, Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi kabupaten ke-500 di dunia yang bergabung dalam program ini. Kita mendapat angka yang sangat istimewa, yaitu 500,” ujar Thungari.

Menurutnya, sebagai daerah kepulauan, masyarakat Sangihe sejak dahulu hidup dan berkembang bersama laut. Laut bukan hanya menjadi sumber mata pencaharian, tetapi juga bagian dari identitas budaya serta masa depan masyarakat.

Karena itu, menjaga kelestarian ekosistem laut bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam konteks pembangunan global. Hal ini sejalan dengan komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya TPB-14 yang menekankan pentingnya perlindungan dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam sistem otonomi daerah di Indonesia, kewenangan pemerintah kabupaten terhadap wilayah laut sangat terbatas. Wilayah laut hingga 12 mil menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sementara di atas 12 mil merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Meski demikian, peran pemerintah desa dan kelurahan pesisir tetap sangat penting, terutama dalam mengelola kawasan pesisir, menjaga kelestarian laut di wilayah kampung, serta membina masyarakat nelayan.

“Bapak dan Ibu bisa mengatur laut yang ada di kampung, laut yang ada di kelurahan, termasuk para nelayannya. Di sinilah peran kita bersama untuk menentukan masa depan keberlanjutan laut dan ekosistemnya, sehingga sumber pangan ini dapat kita wariskan kepada anak cucu kita,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi dan penandatanganan ikrar kemitraan Coastal 500 ini diikuti oleh para camat, lurah, kapitalaung, serta dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. (RB)