Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut Temui Masa Aksi Demo di Depan Kantor

Sulut,GN- Sejumlah organisasi mahasiswa yakni HMI, LMND, PMII, PMKRI, KAMMI, dan masyarakat menggelar aksi demo di halaman kantor DPRD Sulawesi Utara, Senin (1/9/2025).

Massa aksi demo mahasiswa dan masyarakat di temui oleh Ketua DPRD dr Fransiscus Andi Silangen, SpB-KBD bersama Wakil ketua dan para anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di depan gerbang kantor DPRD Sulut.

Ketua DPRD Sulut juga mendoakan masa aksi demo agar mendapatkan penyertaan Tuhan dalam menyampaikan aspirasi sehingga proses penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan baik.

“Kami pimpinan dan anggota DPRD Sulut menunda kegiatan reses DPRD untuk menerima aspirasi masyarakat ini. Sehingga saya berharap dapat dilakukan dengan tertib, aman, dan damai,” kata Silangen di depan masa aksi, Senin (1/9/2025) tadi.

Silangen menjelaskan terkait dengan hak-hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, diatur dalam undang-undang bahkan dalam aturan di tingkat internasional.

Dia juga meminta kepada masa aksi demo dapat menyampaikan aspirasi masyarakat oleh para perwakilan masa aksi dan akan diterima dalam ruangan rapat bersama pimpinan dan anggota DPRD Sulut.

“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat agar dapat disampaikan oleh perwakilan karena anggota DPRD ini hadir semua agar lebih terarah dalam kita berdialog,” ucapnya.

Proses negosiasi terkait perwakilan penyampaian aspirasi masih terus berlangsung hingga berita ini diterbitkan. (sisco)




Temui Menteri PANRB RI, Bupati Sangihe Bahas Penataan Birokrasi Dan Penyelesaian Isu THL

SANGIHE,GN – Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde,SH,MH bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, untuk mendiskusikan strategi penataan birokrasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe serta penyelesaian isu tenaga honorer lepas (THL), Kamis (16/01/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Pj. Bupati Wounde menyampaikan rencana penataan birokrasi yang mencakup pengisian jabatan kosong dan rotasi jabatan, pembinaan jabatan fungsional serta rasionalisasi perangkat daerah yang kurang efektif dan efisien guna menciptakan penyelenggaraan sistem pemerintahan yang lebih berkualitas. “Kami berkomitmen untuk memastikan birokrasi di Sangihe menjadi lebih profesional dan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ungkap Wounde.

Selain itu, diskusi juga berfokus pada penyelesaian masalah tenaga honorer, untuk diangkat menjadi PPPK. Pj. Bupati Wounde menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah pusat untuk memastikan proses transisi THL ke PPPK berjalan lancar, termasuk memberikan pendampingan bagi daerah dalam penyelesaian administratif dan teknis. “Kami juga membutuhkan solusi yang jelas untuk THL yang belum berhasil diangkat menjadi PPPK agar tetap memiliki kesempatan berkontribusi di sektor pelayanan publik. Mereka adalah orang-orang yang telah banyak berkontribusi untuk daerah sehingga layak untuk diperjuangkan agar bisa diangkat menjadi PPPK.

Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus mendorong percepatan pengangkatan THL menjadi PPPK sebagai bagian dari reformasi sistem ASN. Namun, untuk THL yang belum memenuhi syarat, pemerintah akan mengarahkan skema solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah. “Kami berkomitmen memberikan kebijakan yang adil dan proporsional, sehingga proses penataan THL tidak mengganggu pelayanan publik di daerah,” ujar Rini Widyantini.

Pertemuan ini menjadi langkah yang sangat penting dalam mempercepat reformasi birokrasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe serta memberikan kepastian bagi seluruh THL terkait status kepegawaian mereka.

“Apa yg sudah saya mulai saya akan kawal dan tuntaskan, misalnya penempatan pegawai the right man on the right place, pengangkatan pegawai/THL dan pembinaan jabatan fungsional serta rasionalisasi perangkat daerah yg kurang efektif dan efisien”. Wounde menyarankan juga agar Pemkab Sangihe terus berkoordinasi dengan pusat walaupun dirinya nantinya sudah selesai dalam tugas jabatannya sebagai Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe. “Saya akan tetap membantu Daerah ini asalkan semua elemen baik eksekutif, legislatif dan masyarakat mau bergandeng tangan untuk membangun demi kemajuan bersama” ungkapnya.

Dalam kesempatan bertemu baik dengan Ibu Menteri PanRB dan juga Pak Mendagri Pj. Bupati yang didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra selaku Ketua Panitia, juga menyampaikan undangan sekaligus menyampaikan harapan Pemerintah dan masyarakat Sangihe agar beliau berdua bisa mengambil bagian menjadi tamu kehormatan dalam perayaan HUT ke-600 dan Pesta Adat Tulude.(RB)




RST Temui Keluarga Korban Nelayan Hilang Asal Kampung Kalinda

SANGIHE,GN- Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe dr.Rinny Tamuntuan menemui keluarga korban nelayan yang hilang di kampung kalinda kecamatan Tamako. Rabu (28/2/2024).

Kedatangan Tamuntuan disambut warga setempat bersama keluarga korban. Ikut mendampingi, Camat Tamako, Kapitalaung Kampung Kalinda, bersama tim Basarnas Posal Tahuna.

Pada kesempatan tersebut, Tamuntuan berharap dari keluarga nelayan tersebut agar bisa cepat ditemukan. Saat ini di kampung kalinda keluarga Matulende – Letunggamu atas nama Alteos Matulende dibeberapa hari kemarin hilang saat melaut. Dan sampai saat ini belum juga ditemukan.

“Tentunya mengharapkan agar supaya dapat ditemukan. Namun kami pemerintah sudah berupaya. Jadi atas nama pemerintah kita sudah bekerjasama dengan tim Basarnas. Dan Basarnas sudah melakukan pekerjaan mereka selama seminggu pencarian terhadap bapak Alteos Matulende yang hilang di laut,”ucap Tamuntuan.

“Tapi tetap terus berupaya walaupun sesuai dengan SOP dari Basarnas yang sudah mereka lakukan selama seminggu, namun saat ini diwaktu istirahat masih terus dalam pemantauan,”ujarnya.

Kepada pemerintah kecamatan Tamako RST meminta juga harus terus memberikan informasi tentang kehilangan salah satu nelayan warga masyarakat kampung Kalinda

Sehingga kalau ada masyarakat yang melaut saat ini tentunya tetap harus melihat keadaan, siapa tau nanti bisa ditemukan. Dan dari pihak keluarga selalu masih punya pengharapan, semoga Tuhan memberikan mukjizat mungkin bisa ditemukan, dan kita berdoa tentunya masih dalam keadaan tubuh yang sehat,”harap Tamuntuan.

Tamuntuan pun menghimbau kepada seluruh warga masyarakat kabupaten kepulauan Sangihe karena saat ini cuaca masih ekstrim.

“Kami pemerintah menghimbau supaya masyarakat harus berhati – hati. Dan untuk saat ini mungkin harus menunda apakah menunda untuk kegiatan – kegiatan melaut, dan juga saat ini seperti informasi dari pak camat Tamako bahwa ada kemungkinan panen raya, atau panen cengkih. Jadi Saya berharap harus terus waspada dengan cuaca yang sangat ekstrim saat ini,”ungkap Tamuntuan.(ROBIN)