Peserta Workshop Code Stroke dan Trombolisis Ikut Simulasi, Ketua Tim : Pentingnya Kemampuan Memberikan Layanan Cepat dan Tepat Bagi Pasien

Manado,GN- Lanjutan kegiatan peserta workshop  Code Stroke dan Trombolisis pada hari kedua, turun lapangan menggelar simulasi di RSUP Kandou Manado.

Ketika di wawancarai sejumlah media, Ketua tim Stroke dr Ita Muharim SpS menjelaskan tujuan utama workshop ini adalah untuk meningkatkan kemampuan tim medis agar bisa memberikan layanan yang cepat dan tepat bagi pasien.

Dia mengatakan Stroke karena sumbatan bisa langsung diberi obat. Tetapi untuk stroke akibat pendarahan, CT scan sangat penting untuk memastikan diagnosis. Jika penanganan bisa cepat, pasien akan sembuh.

“Jika ada gejala seperti separuh badan lemas atau tiba-tiba tidak bisa bicara, segera bawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas CT scan,”kata dr Ita Rabu, (4/9/2025).

Simulasi ini kata dr Ita, untuk memperkuat tim penanganan stroke. Selain itu kegiatan workshop ini tidak hanya memberikan teori.

“Sebanyak delapan tim dari berbagai rumah sakit di Sulawesi Utara, seperti RS ODSK, RS Ratatotok dan RS Kota Manado, mengikuti simulasi kasus nyata,” ujarnya.

Lebih jauh dr Ita menerangkan mereka dihadapkan pada skenario berbeda dan ditantang untuk menunjukkan kesiapan dalam penanganan pasien

“Setelah simulasi, kami akan berdiskusi untuk memperdalam pemahaman. Harapan kami, saat kembali ke rumah sakit masing-masing, simulasi ini bisa menjadi panduan praktis,” terang dr Ita.

Pentingnya koordinasi tim medis setiap rumah sakit dalam penanganan stroke. Sebab tidak bisa dilakukan sendirian artinya butuh kolaborasi solid tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan lainnya.

“Kesiapan tim inilah yang kita latih sekarang. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Koordinasi sangat krusial,”tandasnya.

Untuk diketahui kegiatan workshop dilaksanakan oleh RSUP Prof Dr RD Kandou Manado berkolaborasi dengan RS Pusat Otak Nasional (PON) dan Kementerian Kesehatan RI menggelar Workshop Code Stroke dan Trombolisis selama empat hari kedepan (2 sampai 5 September 2025).

Workshop ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan wadah untuk mengasah kemampuan tim medis di Sulawesi Utara dalam menangani pasien stroke secara cepat dan tepat.

Sebagai rumah sakit rujukan RSUP Prof Dr R D Kandou Manado yang dipimpin Prof Dr dr Starry Rampengan Sp.JP(K) FIHA MARS mengambil peran penting bagi rumah sakit daerah lainnya di wilayah Indonesia Timur. (sisco)




Gelar Workshop Code Stroke dan Trombolisis, Pesan Dirut Prof Dr dr Starry Rampengan: Pergunakan Moment Ini Dengan Baik

Manado,GN- Workshop Code Stroke dan Trombolisis yang dilaksanakan di Hotel Aston Manado, Selasa (2/8/2025) dibuka oleh Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI, dr Obrin Parulian, MKes.

Kegiatan yang digelar oleh RSUP Prof Dr RD Kandou Manado bekerjasama dengan RS Pusat Otak Nasional (PON) dan Direktorat Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI.

Workshop ini digelar selama tiga hari kedepan hingga Jumat 5 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional pengampuan rumah sakit jejaring pelayanan stroke, yang bertujuan menghadirkan layanan cepat dan tepat bagi pasien di berbagai daerah.

Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, selaku Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado saat menyampaikan sambutan, mengingatkan betapa seriusnya ancaman stroke di Indonesia.

“Stroke masih menjadi penyakit dengan angka kematian dan kecacatan tertinggi. Karena itu, pemerintah mendorong pemerataan layanan stroke sampai ke kabupaten kota, termasuk di Sulawesi Utara,” kata Dirut.

Lebih jauh Dirut mengatakan tim stroke di rumah sakit punya peran besar, bukan hanya menekan angka kematian, tetapi juga mencegah komplikasi dan menurunkan risiko kecacatan. Untuk itu, Dirut menjelaskan Workshop ini jadi sarana belajar sekaligus ruang berbagi pengalaman bagi para tenaga kesehatan.

“Setiap langkah kecil yang dilakukan dengan benar bisa menyelamatkan banyak nyawa. Pergunakan momen ini dengan baik, curi ilmu dari para narasumber hebat, dan terapkan di masyarakat. Semua itu hanya untuk hormat bagi nama Tuhan,” terang Dirut.

Diketahui acara workshop ini di pandu sekaligus moderator Dr dr Sekplin Sekeon, MPH, Sp.N, (K). Sementara untuk peserta kegiatan yakni para tenaga kesehatan dari berbagai daerah.

Workshop yang dihadiri Direktur SDM,Pendidikan ‎dan Penelitian RS PON ‎Prof Dr dr Syahrul, SpS(K), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dr. Rima Fien Lolong, M.Kes serta undangan lainnya. (sisco)