Reses di Ranomea, Stella Runtuwene Serap Aspirasi Warga

Sulut,GN- Wakil ketua DPRD Sulut Stela Runtuwene melaksanakan reses di Kelurahan Ranomea Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan Senin (2/12/25). Wakil Ketua DPRD Sulut disambut antusias ratusan warga yang menunggu sejak sore hari.

Kehadiran Stela Runtuwene menjadi momentum penting bagi warga Kelurahan Ranomea menyampaikan langsung aspirasi untuk diperjuangkan di lembaga legislatif.

“Kami berharap dukungan dari ibu wakil ketua Stela Runtuwene untuk dapat memperjuangkan aspirasi kami petani dan nelayan khususnya bantuan Alsintan, Perahu dan peralatan tangkap ikan yang sangat dibutuhkan masyarakat disini.” kata salah satu warga Ranomea.

Menanggapi hal tersebut, wakil.ketua DPRD Stela Runtuwene menyampaikan komitmen serta berjanji memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mitra kerja terkait.

“Ini sudah menjadi tugas kami sebagai anggota DPRD yang menjadi wakil bapak/ibu sekalian di lembaga legislatif, apa yang menjadi aspirasi masyarakat Kelurahan Ranomea juga menjadi atensi saya untuk ditindak lanjuti melalui instansi terkait,” jelasnya.

Kegiatan reses dirangkaikan dengan perayaan ibadah Natal rukun keluarga besar Amelius Polii Mangentes, menjadi lebih berkesan saat legislator dari Dapil Minsel-Mitra ini didaulat menyampaikan pesan Natal kepada masyarakat dan jemaat yang hadir.

Dalam pesa Natalnya, Stela Runtuwene mengajak umat Kristiani khususnya yang ada di Kelurahan Ranomea untuk memaknai Natal dengan penuh damai sejahtera dan sukacita seperti kisah kelahiran Yesus Kristus di kandang domba yang jauh dari kemewahan.

“Mari kita sambut Natal dengan kedamaian dan kesederhanaan tapi penuh sukacita seperti kisah kelahiran Yesus Kristus di kandang domba, Tuhan Yesus itu datang dengan kesederhanaan di dunia ini, kalau ada yang baku salah mari torang saling memaafkan dengan saudara-saudara dan sesama kita karena itulah makna Natal sesungguhnya dan kedatangan Yesus di dunia ini adalah untuk menebus dosa-dosa kita semua, ” ucapnya.

Bersamaan agenda kegiatan reses tersebut juga dilakukan sosialisasi terkait Makanan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo serta sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank SulutGo. (sisco/*)

 




Stella Runtuwene Serap Aspirasi Warga Buyungon

Sulut,GN- Pelaksanaan kegiatan reses wakil ketua DPRD Sulut Stela Marlina Runtuwene di Kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Senin, (2/12/2025) dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi diperjuangkan ke Pemerintah Provinsi Sulut.

Stella Runtuwene bersama Masyarakat Buyungon Amurang (foto : ist)

Dalam pertemuan bersama ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan, legislator dari Dapil Minsel – Mitra juga dikenal dekat dengan masyarakat ini mendapatkan beragam persoalan untuk menjadi perhatian pemerintah khususnya di sektor pendidikan, infrastruktur dan sosial.

Persoalan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat untuk diperjuangkan kepada pemerintah daerah antara lain :

1. Sungai Ranoyapo yang berada di kelurahan buyungon
2. Warga memohon agar terakomodir bedah rumah
3. Bantuan beasiswa untuk anak – kurang mampu dan berprestasi
4. Pengadaan fasilitas lampu penerangan jalan
5. Petani setempat membutuhkan bantuan di sektor pertanian khususnya bibit jagung, cabai serta alat pertanian seperti traktor maupun alat pertanian lainnya.
6. ⁠Meminta bantuan pemasangan CCTV guna mengatasi kenakalan dan kriminal di masyarakat
7. Bantuan peternakan ayam petelur
8. Bantuan bagi UMKM masyarakat seperti peralatan masak
9. ⁠Pembenahan dan pemeliharaan jalan Tabe-kilometer 3 (tempat wisata batu dinding)
10. ⁠Perbaikan jalan Uwuran, kilo 3 sampai di Ranoketang, Lobu karna jalan sudah rusak parah.

Stella berjanji pihaknya akan meneruskan aspirasi masyarakat kelurahan Buyungon dalam agenda penyampaian hasil OKEStream reses di rapat paripurna.yang dihadiri Pemerintah Provinsi.

“Aspirasi bapak ibu akan disampaikan langsung dalam rapat paripurna agar persoalan yang menjadi aspirasi masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah lewat instansi terkait,” ucapnya.

Dia menjelaskan bahwa tugas DPRD bukan sebagai eksekutor tetapi memiliki fungsi untuk mengingatkan pemerintah dalam hal pengawasan terkait persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Lewat aspirasi masyarakat ini Stella berharap dalam setiap kegiatan reses DPRD dapat menjadi atensi Pemerintah Daerah Sulut. (sisco/*)




Ini Penegasan Stella Runtuwene ke Pemprov Sulut Terkait MaMi di 62 Panti Asuhan Tidak di Anggarkan Pada APBD 2026

Sulut,GN- Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Stella Runtuwene memberikan penegasan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov ) Sulut terkait 62 Panti asuhan yang ada di bumi nyiur melambai tidak dianggarkan makan Minum (MaMi) dalam APBD tahun 2026.

Stella meminta Pemerintah Provinsi Sulut untuk memberikan perhatian khusus kepada 62 Panti asuhan ini.

” Kita cuma mau tegaskan ke pak Sekprov, tolong di perhatikan 62 Panti asuhan ini. Mereka mau bergantung pada siapa lagi kalau bukan kepada kita di sini. Jadi saya tekankan agar supaya tolong dilihat panti asuhan ini,” tegas Stella saat rapat pengantar pembahasan KUA – PPAS APBD tahun 2026 di ruangan paripurna, Kamis (13/11/2025).

Selain itu, Stella juga menyampaikan terkait jalan kilo meter tiga antara Minsel dan Mitra. Stella menjelaskan bahwa kerusakan jalan ini sudah viral di medsos sehingga harus mendapat perhatian secara serius oleh pemerintah provinsi Sulawesi Utara.

” Saya berharap jalan kilo meter tiga ini dapat di perhatikan. Jangan sampai viral lagi di TV dan ini baru viral di medsos oleh masyarakat karena jalan rusak di tanam pohon pisang di tengah jalan. Sekali lagi saya berharap jalan kilo meter tiga ini dapat diperhatikan,” pungkasnya. (sisco)

 

 




Stella Runtuwene Katakan Ini Saat RDP Komisi IV Bersama Dinas Kebudayaan Daerah Sulut

Sulut,GN- Komisi IV DPRD Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kebudayaan Daerah Sulawesi Utara (Sulut), Senin (20/10/2025).

Komisi IV yang hadir antara lain, Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Runtuwene, Ketua Komisi IV Vonny Paat, wakil ketua Komisi IV Louis Schramm dan anggota Komisi IV, Paula Runtuwene.

“Kami melakukan kunjungan kerja di kementrian kebudayaan. Sebenarnya mereka tidak setuju tata letak atau layout revitalisasi museum karena tidak sesuai standart,”ujar beberapa anggota komisi IV saat RDP.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulut
Stella Runtuwene menegaskan dengan anggaran Rp 15 miliar harusnya sudah bisa ada taman budaya.

“Dasar apa dinas kebudayaan anggarkan Rp 15 Miliar untuk revitalisasi museum. Harusnya sudah dengan taman budaya,”tegas Stella.

Ketua Komisi IV, Vonny Paat mengatakan saat pembahasan hasil konsultasi APBD-Perubahan 2025, ada catatan terkait revitalisasi museum. Anehnya kadis kebudayaan Jani Lukas justru tidak mengetahui adanya rekomendasi tersebut.

“Kami belum tahu apakah ada rekomendasi,”ucap Jany Lukas.

Kadis kebudayaan mengatakan secara tegas dokumen yang disusun sudah melalui tahap resmi penganggaran sampai penetapan di TAPD.

Bahkan, dirinya membantah kalau pihak kementrian tidak menyetujui dan tidak sesuai standart untuk revitalisasi museum daerah. (sisco/*)

 




Legislator DPRD Sulut Stella Runtuwene Apresiasi Pemerintah Pusat Lantik Dirut RSUP Kandou

Sulut,GN- Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Marlina Runtuwene mengucapkan selamat kepada jajaran direksi terutama Direktur Utama RSUP Kandou yang baru STARRY RAMPENGAN.

Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Runtuwene (foto: Gemparnews)

“Saya sangat apresiasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat terkait cepat tanggap dalam menyikapi persoalan yang dihadapi RS Prof Kandou yang sering kali dihadapkan dengan persoalan – persoalan yang dalam penanganan pasien kurang sigap. Juga persediaan alat medis yang tidak sistematik sehingga membuat persoalan dalam pelayanan pasien kurang maksimal,” kata adik dari Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, Kamis (19/06/2025).

Koordinator Komisi IV DPRD Sulut, Stella Runtuwene berharap untuk Direktur Utama RSUP Kandou yang baru dilantik agar manajemen bisa dikelola dengan baik sehingga bisa ada harapan baru untuk Masyarakat Sulawesi Utara dalam penanganan dan pelayanan kesehatan.

“Harus ada terobosan baru agar pelayanan semakin baik, agar supaya RS Kandou bukan saja hanya dikenal di Sulut tapi bisa di kenal lebih luas lagi dalam pelayanan,” Tutur Politisi Partai NasDem itu.

“Intinya bekerjalah dengan ketulusan hati dalam melayani masyarakat. Perlu dibenahi SDM sampai kebawah dan SOP yang jelas agar RS Kandou dikenal baik dalam pelayanan kesehatan,” Sambung Legislator Dapil Minsel-Mitra.

Diketahui, Menteri Kesegatan RI melantik Direksi RSUP Kandou Manado, Rabu (18/06/2025) bertempat di Kantor Kementerian Kesehatan RI. (sisco)

 




Direksi RSUP Kandou Manado, Paparkan Kerusakan Alat Medis Saat RDP Bersama Lintas Komisi DPRD

Manado,GN- Rapat Dengar Pendapat (RDP) RSUP Kandou Manado bersama Lintas Komisi DPRD Sulut, Senin (16/6/2025) dilaksanakan di lantai tiga ruangan serba guna.

RDP di pimpin oleh Ketua Komisi IV Vonny Paat di dampingi Sekretaris Komisi IV Cindy Wurangian dan Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Runtuwene serta anggota DPRD.

Foto Bersama RSUP Kandou Manado Bersama Pimpinan Lintas Komisi DPRD Sulut (foto : Gemparnews)

Pada kesempatan itu, Ketua komisi IV memberikan kesempatan kepada keluarga almarhum Gabriel Sineleyan untuk mengemukakan hal yang berkaitan  dengan pelayanan di RSUP Kandou termasuk juga keberadaan alat medis.

Usai mendengarkan pemaparan pihak keluarga almarhum Gabriel Sineleyan, Pimpinan rapat memberikan kesempatan kepada Direksi RSUP Kandou Manado menjelaskan kronologi kerusakan alat medis berupa bor dan komponen lainnya.

Plh Direktur Utama dan juga selaku Direktur Layanan Operasional RSUP Prof Dr R D Kandou Manado, dr Wega Sukanto, SpB TKV (K), memaparkan secara rinci audit kerusakan alat medis

Sebelumnya dr Wega menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum Gabriel Sineleyan.

Lebih jauh dr Wega menjelaskan bahwa kerusakan pada alat medis yang dimaksud pertama kali terdeteksi pada 20 Januari 2025.

Sebagai prosedur standar, rumah sakit segera memanggil tenaga ahli untuk mengevaluasi apakah alat tersebut dapat diperbaiki di tempat atau perlu dikirim ke luar daerah.

“Bila ada kerusakan alat medis, strategi kita adalah mencari pinjaman alat dari pihak lain selama proses perbaikan berlangsung,” jelas  dr Wega.

Kemudian kata dr Wega, pada 4 Februari 2025, atau sekitar dua minggu setelah kerusakan terjadi, RSUP Kandou berhasil mendapatkan alat medis pinjaman.

Namun, pada 6 Mei 2025, alat pinjaman tersebut juga mengalami kerusakan di luar kendali pihak rumah sakit.

“Direktur Medik saat itu langsung turun tangan mencari alat pinjaman baru dari vendor lain. Sayangnya, kami tidak berhasil mendapatkannya karena alat serupa sedang digunakan rumah sakit lain,” ujarnya.

Dalam kondisi sulit tersebut, RSUP Kandou tetap berupaya agar pasien mendapatkan penanganan semaksimal. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memberikan rujukan ke rumah sakit lain.

“Karena tidak ada kepastian soal ketersediaan alat, manajemen memutuskan untuk merujuk pasien yang membutuhkan alat tersebut,” kata dr Wega.

Pihak rumah sakit juga berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait prosedur rujukan antar rumah sakit, karena rujukan ini dari rumah sakit tipe A ke rumah sakit tipe yang lebih rendah.

Barulah kabar baik itu datang pada 5 Juni 2025 karena dua alat medis telah tiba di RSUP Kandou, satu alat yang selesai diperbaiki dan satu lagi alat pinjaman baru.

Alat milik rumah sakit yang telah diperbaiki langsung diuji fungsi saat itu dan sudah dapat digunakan kembali.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Kandou, dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS, membenarkan bahwa upaya pencarian alat pinjaman telah dilakukan ke berbagai daerah, termasuk Makassar, Bali, bahkan Jakarta.

“Alat kami buatan Jerman dan memiliki empat komponen yang mengalami kerusakan. Saat dikirim ke Jakarta untuk diperbaiki, kami dipinjamkan alat dengan merek berbeda oleh vendor,” terang  dr Jehezkiel.

Namun, alat pinjaman tersebut hanya dapat digunakan sampai 6 Mei 2025 sebelum mengalami kerusakan.

Melalui RDP ini, RSUP Kandou berharap masyarakat dan pemangku kepentingan memahami tantangan teknis dan logistik yang dihadapi dalam pengelolaan peralatan medis, khususnya saat terjadi kerusakan.

Terrkait pentingnya pelayanan di rumah sakit untuk masyarakat Sulut, management RSUP Kandou Manado berharap jiga suport dari DPRD Sulut.

Hadir dalam RDP tersebut Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, Ns Suwandi Luneto SKep MKes dan Direktur Keuangan, Dr Erwin Sondang Siagian SSTP MSi, dan para Manager. (sisco)




BPJS Kesehatan Manado Tidak Hadir, Stella Runtuwene : Undangan Sudah di Sampaikan Minggu Lalu

Sulut,GN- Ketidakhadiran BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado membuat Pimpinan dan anggota  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Berang.

Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Runtuwene (foto: Gemparnews)

DPRD Sulut mengaku kesal dengan sikap dari pihak BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado.

Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Runtuwene mengatakan undangan rapat dengar pendapat sudah di berikan dari minggu lalu. Namun pada saat rapat dengar pendapat hari ini, Senin (16/6/225) mereka mangkir dan tidak hadir dalam rapat tersebut.

” Undangan sudah kami berikan, untuk lebihnya nanti teman – teman wartawan tanyakan ke pihak BPJS atas ketidak hadiran,” kata Stella.

Sementara itu, Ketua Komisi IV FPRD Sulut Vonny Paat menyesalkan ketidakhadiran BPJS Kesehatan Manado. “Kami DPRD Sulut menyesal BPJS kesehatan tidak hadir, fadahal rapat ini sangat penting untuk kita semua,” Ucapnya Vonny saat rapat dengan lintas Komisi DPRD Sulut. (sisco)




Dapil Nusa Utara dan Minsel Mitra Dominasi Pimpinan DPRD Sulut

Sulut,GN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) Rabu (09/10/2024) menggelar rapat paripurna dalam rangka Pengumuman dan Penetapan Pimpinan dan Keanggotaan Fraksi – Fraksi DPRD Sulut serta Pengumuman dan Penetapan Usulan Calon Pimpinan DPRD Sulut masa jabatan 2024 – 2029.

Pimpinan sementara DPRD Sulut dr Fransiscus A Silangen,SpB-KBD dan Michaela Paruntu memimpin jalannya rapat tersebut.

Sementara, Plt Sekretaris DPRD Sulut Weliam Niklas Silangen, S.Sos, M.Si membacakan surat masuk terkait penetapan usulan pimpinan DPRD Sulut masa jabatan 2024 – 2029.

Usulan calon pimpinan DPRD Sulut yang telah di tanda tangani oleh Ketua Umum masing – masing Partai menetapkan satu nama yakni Ketua dr Fransiscus A Silangen,SpB- KBD dari PDI Perjuangan dapil Nusa Utara, Wakil Ketua Michaela Paruntu dari Partai Golongan Karya dapil Minsel – Mitra, Wakil Ketua Stella Runtuwene dari Partai Nasdem dapil Minsel – Mitra dan Wakil Ketua Billy Lombok dari Partai Demokrat dapil Minsel – Mitra.

 

Ketua DPRD Sulut mengatakan usul calon pimpinan DPRD Sulawesi Utara masa jabatan 2024 – 2029 di nyatakan sah untuk di tuangkan dalam keputusan DPRD.

“Selanjutnya akan di sampaikan kepada Menteri Dalam Negeri RI melalui Gubernur dalam pengangkatannya,” pungkas Silangen.

Hadir dalam rapat paripurna tersebut Anggota DPRD Sulut periode 2024 – 2029. (sisco)




Stella Runtuwene Terima SK DPP Nasdem Sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut

Manado – Legislator DPRD Sulut dari Dapil Minsel-Mitra Stela Marlina Runtuwene mendapat tugas penting sebagai wakil ketua DPRD Sulut periode 2024-2029.

Teka – teki siapa yang akan menempati kursi wakil pimpinan DPRD Sulut dari Fraksi partai NasDem akhirnya terjawab.

Surat keputusan DPP diserahkan ketua Bappilu DPW Partai NasDem Sulut Jakly Sangari Kamis (12/9/24).

“Surat Keputusan DPP Partai NasDem terkait wakil ketua DPRD Sulut dipercayakan kepada kakak Stela Runtuwene dan hari ini sudah diserahkan langsung kepada beliau,”;ujarnya.

Untuk diketahui partai NasDem
merupakan salah satu dari 4 parpol yang meraih kursi terbanyak di DPRD Sulut dengan perolehan enam kursi.

Partai dengan jargon restorasi gerakan perubahan ini berhak menempatkan wakilnya menjadi salah satu pimpinan parlemen gedung DPRD Sulut. (sisco)




Dinilai Anggaran APBD P 2024 Dinas Kominfo Sulut Terlalu Besar, Stella Runtuwene Tidak Setuju

Sulut,GN- Terbilang sangat fantastis anggaran yang diplot pada Dinas Komunikasi, Statistik dan Informatika (Kominfo) Sulut pada APBD Perubahan 2024 mendapat sorotan tajam dari anggota Banggar DPRD Sulut.

 

Pada rapat pembahasan KUA-PPAS perubahan APBD Sulut Tahun Anggaran 2024, Rabu (7/8/2024), giliran anggota banggar Stella Runtuwene menunjukan sikapnya.

Penambahan anggaran bagi program penyusunan konten Diskominfo dalam APBD perubahan TA 2024 yakni 12.450.000.000, ( 12 miliar 450 juta sekian) dinilai tidak membawa dampak positif bagi masyarakat secara langsung.

“Bagi saya ini terlalu besar kalau dibandingkan dengan Dinas Sosial yang hanya ketambahan 1 miliar 250 juta,” ungkap srikandi partai Nasdem itu.

Artinya lanjut Stella, dirinya menilai sebaiknya dalam pengalokasian anggaran harus langsung berdampak kepada masyarakat.

“Masyarakat sangat membutuhkan uluran tangan kita yang ada disini untuk memperjuangkan semua itu,” kata Stella.

Legislator dapil Minsel – Mitra ini membandingkan pengalokasian anggaran yang tidak adil dengan dinas lainnya.

“Tidak adil bagi masyarakat kalau di Dinas Sosial saja hanya 1 miliar lebih sedangkan di Diskominfo naiknya berapa kali lipat,” sebutnya.

Stella pun mengingatkan agar dalam penyusunan anggaran lebih memperhatikan program-program yang langsung menyentuh ke masyarakat.

“Lebih baik dari pada konten yang kita kasih ke masyarakat, mungkin lebih bermanfaat kita bawa beras ke mereka dibanding konten-konten itu sendiri,” tandasnya.

Adik kandung Felly Runtuwene ini tetap bersih keras menolak penambahan anggaran program penyusunan konten di Diskominfo.

“Ini anggaran sebesar ini 12 miliar 450 juta terlalu besar hanya untuk membuat konten, itu saja, dan saya tidak setuju,” tegas anggota komisi 3 DPRD Sulut itu.

Sementara itu, Ketua TAPD Provinsi Sulut Steven Kepel menanggapi usai mendengar penolakan dan ketidak setujuan anggota Banggar Stella Runtuwene.

“Untuk Ibu Stella anggaran di Dinas Kominfo akan kami pertimbangkan pengalokasian dan tentu akan jadi catatan untuk dilakukan penyesuaian,” jawabnya singkat. (sisco)