Perkuat Nilai Empat Pilar kebangsaan, Pimpinan Dan Anggota DPRD Sulut Gelar Sosbang

Sulut,GN– Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) 13 – 18 Februari 2023, dalam rangka memperkuat nilai empat pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Ketua DPRD Provinsi Sulut dr Fransiscus Andi Silangen S.pB, KBD saat menggelar Sosbang di Desa Mala Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam pemaparannya mengatakan, betapa pentingnya makna dari wawasan kebangsaan bagi masyarakat yang berdampak adanya komitmen semangat persatuan dan kesatuan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia walaupun berbeda agama, suku, ras dan budaya.

Dihadapan jajaran Pemerintah Kecamatan dan para Kapitalaung se- Kecamatan Manganitu, tokoh agama dan masyarakat, Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Andi Silangen, S.pB, KBD menjelaskan, untuk mencapai tujuan bersama dalam kehidupan sosial, maka para pendiri bangsa telah menetapkan Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulut Berty Kapojos, S.Sos yang turun di Desa Kolongan Kecamatan Kalawat dan Desa Likupang 2 Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa Utara mengatakan, tujuan DPRD Provinsi Sulut menggelar kegiatan Sosbang, adalah dalam rangka memperkuat nilai empat pilar kebangsaan pada masyarakat.

Berty Kapojos yang didampingi nara sumber Denny Wowiling menjelaskan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sudah harga mati yang tidak bisa ditawar dan harus diamalkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Sekretaris Komisi III DPRD Sulut Amir Liputo, SH saat menggelar sosbang di SD Muhamadiyah 3 Manado pada pemaparannya mengatakan, dalam mencapai tujuan nasional seperti dalam alinea keempat pembukaan UUD 1945, wawasan kebangsaan merupakan cara pandang dan kesadaran bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya, yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan dengan berlandaskan dan berpedoman pada falsafah idiologi Pancasila, UUD 1945 sebagai dasar negara, dalam wadah NKRI yang Bhineka Tunggal Ika.

Adapun Anggota Komisi III DPRD Sulut, Yongkie Limen menggelar sosbang di Kelurahan Karame Lingkungan II, Kota Manado dalam pemaparannya mengatakan, bersyukur bangsa Indonesia memiliki empat pilar kebangsaan yang dapat menyatukan perbedaan.

Yongkie Limen yang didampingi nara sumber Toar Palilingan menjelaskan dengan adanya Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika, maka setiap perbedaan yang ada di masyarakat dapat disatukan dengan wawasan kebangsaan sebagai pedoman hidup berdampingan.

Anggota Komisi III DPRD Sulut Arthur Kotambunan saat menggelar Sosbang di Kelurahan Kairagi Satu Kecamatan Mapanget dan Kelurahan Karombasan Selatan Kecamatan Wanea Kota Manado dalam pemaparannya mengatakan, Sosbang adalah program wawasan kebangsaan yang dibuat DPRD Sulut dalam rangka bagaimana DPRD menggugah dan merangsang, bahwa pentingnya wawasan kebangsaan dalam bingkai hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Arthur Kotambunan yang didampingi nara sumber Lynne Liow, SE menjelaskan, pada masa lalu wawasan kebangsaan di dapat dalam kegiatan penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), namun sekarang lebih dikenal dengan 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika adalah suatu kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Anggota Komisi III DPRD Sulut Ayub Ali SE yang menggelar Sosbang di Desa Binjeita Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolmut dalam pemaparannya mengatakan, empat tujuan nasional bangsa Indonesia yang tercantum di dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Kegiatan Sosbang juga digelar oleh Anggota Komisi III DPRD Sulut Sherly Tjanggulung di Desa Bitunuris dan Desa Salibabu Kecamatan Salibabu Kabupaten Talaud.

Sherly Tjanggulung yang didampingi nara sumber Elsinta Suyoso dalam pemaparannya mengatakan, tujuan DPRD Sulut menggelar kegiatan Sosbang adalah penting bagi masyarakat untuk mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara, NKRI sebagai suatu wilayah kesatuan dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pemersatu suku bangsa.

Kegiatan Sosbang Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut dihadiri oleh jajaran Pemerintahan Kecamatan, Desa/Kelurahan dan masyarakat. (advetorial)




Sosbang Anggota DPRD Sulut I Nyoman Sarwa Sasar Dumoga Tengah

Sulut,GN- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) I Nyoman Sarwa menggelar Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang) di Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa (21/02/2023).

Wilayah yang menjadi sasaran Sosbang yakni Desa Werdhi Agung Timur Kecamatan Dumoga Tengah Bolmong.

Pada kesempatan tersebut, I Nyoman Sarwa mengatakan bahwa sosialisasi kebangsaan memberi pemahaman tentang Bangsa Indonesia serta dasar-dasar mengenai bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Hadir pada kesempatan itu,masyarakat desa Werdhi Agung Timur kecamatan Dumoga Tengah. (*/sisco)




Gelar kegiatan Sosbang, Putra Asli Lansot Tomohon Gandeng Kaum Milenial

Sulut,GN- Herol Vresly Kaawoan (HVK) selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan Sosbang tersebut digelar di Kota Tomohon, Selasa (21/02/2023), dengan menggandeng sejumlah pemuda dari GMIM Getsemani Lansot Sarongsong.

Hadir dalam Sosbang tersebut sebagai narasumber yaitu Novita Lumintang SSTP MSi, Bendahara Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Sulut.
Sementara, salah satu peserta Mikha Rondonuwu menyambut baik kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan. Di mana kaum milenial boleh mendapat pengetahuan lebih banyak tentang bagaimana cara masyarakat hidup berbangsa dan bernegara yang baik.
Politisi dari partai Gerindra Herol Vresly Kaawoan merupakan putra asli Lansot Tomohon. Dia berharap, sosialisasi tersebut mampu menggugah para kaum milenial untuk turut terlibat aktif dalam menjaga keutuhan Bangsa Indonesia.

“Tentunya berpedoman pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI,” pungkas HVK sapaan akrabnya. (sisco/*)




Anggota DPRD Sulut Berty Kapojos Gelar Sosbang Di Desa Kawangkoan Kalawat Minut

Sulut,GN- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) Berty Kapojos menggelar sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Senin, (27/6/2022).

Pada kegiatan sosialisasi itu, menghadirkan narasumber Steven Golioth,SH untuk memberikan pemaparan tentang empat kerangka penting yang terus menggelorakan kembali wawasan kebangsaan ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila sebagai dasar dan Ideologi negara penting untuk tetap hidup dalam kepribadian kita, sehingga didalam kita berbangsa dan bernegara tidak akan mudah dipengaruhi oleh berbagai hal yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa, dan lebih memepekuat jati diri,” kata Golioth.

Dia menjelaskan bagaimana pentingnya wawasan kebangsaan dengan mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa Indonesia oleh para founding father akan lebih memperjelas jati diri, sehingga nilai nilai Pancaaila, UUD sebagai landasan konstitusi dan mempertahankan NKRI dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dampak pengaruh globalisasi yang mendatangkan Bahaya individualisme mementingkan diri sendiri mengikis semangat kekerabatan, yang dimulai dari diri sendiri,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Berty Kapojos berharap Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini dapat memberikan manfaat agar masyarakat lebih menyadari betapa pentingnya memaknai nilai luhur Pancasila, UUD 45, NKRI untuk terus digelorakan dalam jati diri setiap warga negara agar boleh menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan baik.
” Nilai Pancasila agar tetap hidup dan digelorakan karena itulah yang menjadi dasar kita untuk berbangsa dan bernegara, Satu Bangsa, Satu Bahasa,” ungkap Kapojos.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi Wawasan Kebangsaan tersebut Hukum Tua Eske Dendeng, dan moderator Donny Poluakan, SIP, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta masyarakat sekitar. (sisco/*)




Ketua DPRD Sulut Buka Kegiatan Pembekalan Sosial Kebangsaan, Hadirkan Kapolda Sulut Sebagai Keynote Speaker

Sulut,GN- Sekretariat DPRD Sulut, Selasa (21/6/2022) menggelar pembekalan Sosialisasi Kebangsaan untuk Narasumber serta staff pendamping bahkan seluruh Anggota DPRD Sulut.

Ketua DPRD Sulut dr Fransiskus Andi Silangen,SpB-KBD membuka kegiatan ini dengan mengahadirkan Narasumber Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Drs Mulyatno SH MM.

Ketua DPRD Sulut mengatakan wawasan kebangsaan sangat dibutuhkan, bagi bangsa negara Indonesia yang terus membangun agar NKRI memiliki karakter percaya diri yg tinggi dalam menjalani hidup berbangsa dan bernegara.

” Kita patut memberi apresiasi karena kehadiran Kapolda menjadi narasumber akan menambah wawasan kita terkait wawasan kebangsaan,” kata Silangen.

Sebelumnya, Sekertaris DPRD Sulut Glady Kawatu diawal kegiatan menyampaikan pelaksanaan Sosialisasi wawasan kebangsaan oleh Anggota DPRD Sulut didasarkan pada Peraturan Daerah no 1 pasal 123 yang mengamanatkan anggota DPRD mensosialisasikan peraturan perundang undangan kepada komponen masyarakat diwilayah daerah pemilihan masing – masing dengan menyatukan visi dan persepsi terkait wawasan kebangsaan.

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Mulyatno SH MM, sebagai keynote Speaker dalam pembekalan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan mengatakab bahwa bagi Anggota DPRD Sulut juga bagi staff ASN pendamping pada pelaksanaan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang akan berlangsung mulai 25 – 30 Juni 2022, agar tidak mengajarkan tetapi shering pengetahuan soal wawasan kebangsaan yang berdasar pada 4 pilar bangsa yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

” Wawasan kebangsaan sangat penting agar Indonesia tidak punah dengan masyarakat yang memiliki integritas dan mampu bersaing yang selalu mencintai Indonesia dengan semangat bela negara yang didasari pada sikap dan perilaku untuk berbuat segala kebaikan yang dijiwai oleh kecintaanya kepada NKRI, ,” ujar Mulyatno.

Kapolda Sulut menambahkan Wawasan Kebangsaan sangat penting dan harus selalu dihidup. “Wawasan Kebangsaan sangat penting sekali dan harus selalu dihidup kembangkan terus,supaya semua masyarakat tanpa terkecuali, baik pejabat maupun masyarakat umum, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat sehingga mampu berkontribusi menjadi warga negara yang baik dan berkontribusi kepada negara.”tambahnya.

Kapolda pun dengan tegas megatakan bahwa wawasan kebangsaan juga memegang peranan penting dalam menjamin eksistensi dan kelangsungan hidup bangsa dan negara.

“Ini bukan berarti wawasan kebangsaan kita lemah, tidak ya, tetapi wawasan kebangsaan itu harus ditingkatkan terus supaya kita semakin sadar akan wawasan kebangsaan,” terangnya.(*/sisco)




DPRD Sulut Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Sulut,GN- Kegiatan sosialisasi Wawasan Kebangsaan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Daerah Pemilihan Minut-Bitung, Berty Kapojos SSos bertempat di Desa Kolongan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sabtu (26/2/2022).

Kegiatan sosialisasi ini di hadiri puluhan masyarakat yang ada di Desa Kolongan.
Warga begitu antusias mendengarkan pemaparan tentang wawasan kebangsaan.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan pentingnya masyarakat memahami wawasan kebangsaan, apalagi negara ini memiliki agama yang berbeda, suku dan RAS. “Berbicara wawasan kebangsaan memberikan pengertian tentang kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal lka dan NKRI,” Kata Kapojos.

Kapojos dalam sesi tanya jawab dengan masyarakat menjawab pertanyaan warga tentang pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila (P4) sudah mulai dilupakan. “Untuk itu harus dijaga. Kita bersyukur di sulut jadi contoh, betul-betul menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Ketua Komisi III DPRD Sulut ini.

Kapojos mengingatkan agar masyarakat tetap menunjukan sikap demokrasi. Bahkan Kapojos menyeruhkan bahwa “NKRI” Harga Mati.

Dalam sosialisasi ini, menghadirkan Nara sumber Dr Danny Pinasang yang merupakan Pembantu Dekan (PD) I Fakultas Hukum Unsrat Manado. Dia memaparkan materi terkait Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. ” Sebagai warga negara Indonesia, kita bangga karena kita hidup di negara Indonesia yang punya Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” terangnya.

Di tempat terpisah, legislator DPRD Sulut Dapil Minahasa-Tomohon Herol V Kaawoan juga melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di dua titik, pertama di desa Kaima kecamatan Remboken kabupaten Minahasa yang di hadiri oleh Pemerintah setempat yakni sekretaris desa Army Kindangen dan tokoh Masyarakat serta Tokoh Agama Imam di tiga (3) Masjid yang ada di kecamatan Remboken.

Pelaksanaan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan untuk titik ke dua di kelurahan Walian dua kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon yang di hadiri oleh Lurah Samuel Manoppo Ssos, ketua pemuda Gmim Bukit Zaitun Sist Wynie tombuku bersama pemuda dan pemudi serta tokoh Agama, bahkan masyarakat setempat.

HVK saapaan akrabnya dalam penjelasannya mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini dalam rangka peningkatan pemahaman dan kesamaan pandangan dalam meningkatkan rasa Nasionalisme dan Cinta tanah air. “Hal ini di pandang perlu karena DPRD merupakan salah satu unsur Pemerintahan Daerah, yang juga mempunyai tugas menumbuh kembangkan semangat Nasionalisme dan cintah tanah air,” kata Wakil Ketua Komisi Satu DPRD Sulut ini.

 

Sementara itu, anggota DPRD Sulut Dapil Minut-Bitung, Fabian Kaloh dalam pemaparannya mengingatkan kembali soal pentingnya para Aparat Sipil Negara (ASN) untuk memahami wawasan kebangsaan, khususnya dalam melayani masyarakat.

“Birokrasi jangan berbelit, jangan beking susah rakyat,” ucap personil komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Sulut di hadapan para ASN dan aparat desa/Kelurahan.

Lanjut Kaloh mengatakan jika ASN bekerja dengan baik, tanpa membeda-bedakan rakyat itu adalah wujud dari kecintaan ASN kepada 4 pilar yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kalau pelayanan prima, maka rakyat tidak akan ribut,” ucap mantan birokrat senior Pemkot Bitung itu.

Dia mengingatkan kepada para ASN dan aparat Desa yang hadir agar menjadi agen ‘multi level marketing’ tentang nilai-nilai yang ada dalam Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Saya mengajak kita semua belajar soal hidup rukun dan damai dari wilayah Aertembaga dan Pateten. Aertembaga mayoritasnya Kristen, dan Pateten mayoritas muslim. Mar kalo bakalae nda ja baku tanya agama apa. Torang boleh beda, tapi jangan baku salah,” terangnya.

Sekretaris DPRD Glady Kawatu yang juga turut hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut mengatakan, bahwa tujuan dari sosialiasi wawasan kebangsaan yang dilakukan oleh anggota dewan adalah untuk menumbuhkan dan memperkuat kembali rasa nasionalisme untuk menjaga bangsa ini. “Paham radikalisme, tidak bisa disangkal masih banyak di daerah kita. Lewat Sosbang para anggota dewan ini, kita akan semakin memahami bahwa perbedaan itu adalah kekuatan, dan perbedaan harus kita hargai dengan mencintai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sebut Kawatu.

Kegiatan sosbang ini, turut dihadiri oleh Sekretaris Dewan Glady Kawatu,Kepala Bagian Umum, Jhon Paerunan, SH, Kabag Keuangan, Dammy Tandean, Kasub dan Staf sekretariat Dewan.

Anggota Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jonhy Panambunan menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di Perumahan Airmadidi Permai Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara (Minut).Selasa (22/2/22).

Johny Panambunan dalam sambutanya mengatakan bahwa pentingnya sosialisasi kebangsaan ini, karena kondisi akhir-akhir ini secara global di Negara Republik Indonesia masih banyak sekali ancaman, seperti radikalisme, terorisme serta ancaman lewat dunia maya (medsos).

” Wawasan kebangsaan bukan hanya bicara ke-Indonesiaan tapi yakni satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air. Kalau berbicara soal wawasan berarti disatukan dalam sejarah yang sama,” katanya.

Dalam sosialisasi wawasan kebangsaan ini menghadirkan narasumber Euginius Paransi (Dosen Fakultas Hukum Unsrat Manado). Dia menjelaskan soal sejarah terbentuknya empat pilar tersebut. “Kita harus dan perlu tahu sejarah ini demi meningkatkan pemahaman mengenai wawasan kebangsaan,” ujarnya.

Lanjut kata Dia, jika tidak ada penguatan kepada masyarakat perihal 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pondasi NKRI bisa terpecah bahkan roboh dan  Negeri akan tercerai berai.

“Kita juga harus menjaga kebhinekaan yang ada dengan saling menghargai dan menghormati. Jangan sampai di adu domba oleh orang orang yang ingin menghancurkan keutuhan bangsa Indonesia,”tandasnya.(Advetorial)




Berty Kapojos Sosbang Di Kolongan Minut

Sulut,GN- Kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Berty Kapojos S Sos, bertempat di Desa Kolongan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sabtu (26/2/2022).

Kegiatan sosialisasi ini di hadiri puluhan masyarakat yang ada di Desa Kolongan.
Warga begitu antusias mendengarkan pemaparan tentang wawasan kebangsaan.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan pentingnya masyarakat memahami wawasan kebangsaan, apalagi negara ini memiliki agama yang berbeda, suku dan RAS. “Berbicara wawasan kebangsaan memberikan pengertian tentang kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal lka dan NKRI,” Kata Kapojos.

Kapojos dalam sesi tanya jawab dengan masyarakat menjawab pertanyaan warga tentang pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila (P4) sudah mulai dilupakan. “Untuk itu harus dijaga. Kita bersyukur di sulut jadi contoh, betul-betul menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Ketua Komisi III DPRD Sulut ini.

Kapojos mengingatkan agar masyarakat tetap menunjukan sikap demokrasi. Bahkan Kapojos menyeruhkan bahwa “NKRI” Harga Mati.

Sementara itu, dalam sosialisasi ini, menghadirkan Nara sumber Dr Danny Pinasang yang merupakan Pembantu Dekan (PD) I Fakultas Hukum Unsrat Manado. Dia memaparkan materi terkait Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

” Sebagai warga negara Indonesia, kita bangga karena kita hidup di negara Indonesia yang punya Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” tandasnya. (*/sisco)




Glady Kawatu : DPRD Sulut Agendakan Sosbang

Sulut,GN- Sekretaris DPRD Provinsi Sulut Glady Kawatu menyatakan bahwa pelaksanaan agenda Sosial Kebangsaan (Sosbang) dilangsungkan 15 Februari 2022 sampai 13 hari kedepan.

Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu,SH MSi (foto: gemparnews)

“Pelaksanaan diagendakan mulai dari tanggal 15 sampai 28 februari 2022 ini. Giat ini akan dilakukan oleh 44 anggota dewan,” ucap Kawatu Kamis (10/02/2022).

Ditambahkannya, anggota DPRD Sulut saat turun melakukan sosialisasi, akan didampingi oleh staf untuk membantu pengurusan administrasi. (sisco)