Dirut Prof Starry Rampengan Dorong Peserta PPDS Wajib Memahami Sistem Budaya Kerja dan aturan di RSUP kandou

Manado,GN– RSUP Kandou Manado kerjasama Fakultas Kedokteran Unsrat, Selasa (03/03/2026) menggelar kegiatan Orientasi, Pendidikan, dan Pelatihan BHD, PMKP,PPI, K3RS, dan Pelayanan Prima bagi Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis – 1 (PPDS-1).

Sebagai pemateri Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry  Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS. Pada kesempatan itu, Dirut mengatakan komitmen RSUP Kandou sebagai rumah sakit pendidikan yang menjalankan kebijakan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi peserta didik sesuai regulasi yang berlaku.

Kata Dirut, Kebijakan tersebut berpedoman pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan beserta aturan turunannya.

“Sebagai rumah sakit pendidikan, kita memiliki tanggung jawab tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, tetapi juga memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar, etika, dan profesionalisme,” kata Dirut.

Dia menjelaskan seluruh peserta didik PPDS, wajib memahami sistem, budaya kerja, serta aturan yang berlaku di RSUP Kandou. Karena ini penting untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, tertib, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Lanjut Dirut menuturkan pentingnya integritas, disiplin, serta komunikasi yang baik antarprofesi dalam mendukung pelayanan dan pendidikan klinis. Sinergi antara peserta didik dan tenaga kesehatan menjadi kunci dalam menjaga mutu layanan di rumah sakit rujukan tersebut.

Orientasi ini merupakan tahapan awal bagi PPDS baru sebelum menjalani proses pendidikan klinis di berbagai instalasi dan departemen di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Diharapkan dalam orientasi ini para peserta didik dapat beradaptasi secara cepat serta menjalankan peran secara profesional dan penuh tanggungjawab. (sisco)




Ronald Sampel: Sistem Informasi Harus Dirubah

Sulut,GN- Menarik apa yang disampaikan Legislator DPRD Sulut Ronald Sampel terkait sistem informasi covid-19 di provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Menurut Sampel, sistem informasi perlu dirubah tanpa mengabaikan protokol kesehatan (memakai masker,Jaga Jarak dan lainnya).

” Sistem informasi yang harus dirubah, tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” ujar sampel kepada sejumlah wartawan,Senin (24/8/2020) diruangan kerja.

Dia menjelaskan sistem informasi tentang covid-19 di Sulut jangan membingungkan dan membuat ketakutan warga masyarakat. “Jangan membuat masyarakat semakin ketakutan,” tukasnya.

Lanjut Sampel informasi seharusnya lebih di pahami oleh warga masyarakat. “Misalnya berapa jumlah pasien yang terpapar hingga saat ini, kemudian yang meninggal sudah berapa banyak dan berapa pasien yang sembuh. Artinya jumlahnya terperinci bukan terakumulasi secara keseluruhan,” ungkap personil komisi satu ini.

Kalau terperinci seperti itu lanjut Sampel, maka masyarakat dapat mengetahui jumlah pasien. “Jadi masyarakat tidak merasa ketakutan,apa lagi di masa era new normal sekarang ini,” tutup sampel sambil berharap masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan tanpa mengabaikannya. (sisco)