Tonao Petrus Jangkobus Resmi Gantikan Sherly Tjanggulung Sebagai Anggota DPRD

Sulut,GN –  DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat paripurna dalam rangka pengucapan sumpah/janji pengganti antar waktu (PAW) anggota DPRD Sulut Tonao Petrus Jangkobus, Kamis (14/03/2024).

Dalam rapat tersebut, Anggota DPRD Sulut Sherly Tjanggulung dari Partai Nasdem secara resmi digantikan oleh Tonao Petrus Jangkobus sisa masa jabatan periode 2019-2024.

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Andi Silangen, didampingi Wakil Ketua Viktor J Mailangkay . Ketua DPRD Sulut memimpin acara pengambilan sumpah, dan janji anggota DPRD Sulut tersebut.

 

Silangen menyampaikan, selamat menjalankan tugas bagi anggota DPRD Sulut Tanao Petrus Yangkobus sebagai wakil rakyat yang jujur dan bertanggung jawab.

”Pelantikan harus dilaksanakan, mengingat waktu yang sudah di injuri time jangan sampai terlewat,” tegas Silangen usai pelantikan.

 

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey diwakili Sekretaris Provinsi Sulut, Steve Kepel menyatakan, Anggota DPRD Sulut yang menduduki PAW hari ini, kiranya dapat memacuh dan memotivasi diri dalam melaksanakan tugas, dan tanggung jawab secara baik dengan kinerja yang optimal.

 

Kepel pun berharap, dalam melaksanakan tugas dan fungsi kiranya dapat menempatkan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan pribadi.

“Jalankan sinergitas positif dengan Pemprov Sulut dalam melaksanakan kegiatan di pemerintahan, ” tutupnya. (Adv)

 




Jangkobus Resmi Gantikan Tjangkulung di DPRD Sulut

Sulut,GN- DPRD Sulut kembali menggelar rapat Paripurna,Kamis (14/3/2024) tadi siang. Rapat paripurna dalam rangka pengucapan/janji Pengganti Antar Waktu anggota DPRD Sulut Tonao Petrus Jangkobus sisa masa jabatan periode 2019-2024.

Rapat paripurna tersebut di pimpin ketua DPRD Sulut dr Fransiacus A Silangen,SpB-KBD di dampingi Wakil Ketua Dr Viktor Mailangkay,SH,MH Dan Sekretaris Provinsi Sulut Steve Kepel,ST,MSi serta dihadiri Forkopimda dan jajaran SKPD Sulut.

Jangkobus merupakan politisi Partai Nasdem dari Dapil Nusa Utara yang akan menggantikan posisi Sherly Tjanggulung, yang mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPRD beberapa waktu lalu.

Sosok Tonao Petrus Jangkobus merupakan politisi senior yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe selama dua periode.

Perjalanan di dunia politik, tidak diragukan lagi. Ketika berawal dari Partai Golkar dan berpindah ke Partai Nasdem hingga saat ini. (sisco)




Besok DPRD Sulut Akan Menggelar Paripurna PAW

Sulut,GN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (14/3/2024) besok akan menggelar rapat paripurna DPRD dalam rangka pengucapan/janji Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD.

Rapat paripurna tersebut di laksanakan berdasarkan Nomor : 800 set.DPRD/131/2024 yang di tanda tangani oleh Sekretaris DPRD Sulut Ir Sandra Moniaga,MSi. Rapat PAW anggota DPRD Provinsi Sulut akan di mulai pukul 10.00 Wita sampai selesai.

Terinformasi anggota DPRD Sulut Sherly Tjangkulung dari partai NasDem akan di gantikan oleh Petrus Jangkubus. (sisco)




Sherly Tjanggulung Kritik Pelayanan Pertamina Di Talaud

Sulut,GN- Legislator Nusa Utara Dapil (Kepulauan Sangihe,Talaud Dan Sitaro) Sherly Tjanggulung secara terang-terangan mengkritik pelayanan pihak Pertamina melalui APMS (mitra Pertamina red) di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Hal tersebut disampaikannya kepada Pertamina saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan lintas Komisi DPRD Sulut, Selasa (19/10/2021) di lantai tiga ruangan serba guna.

Tjanggulung kecewa atas pelayanan pihak Pertamina dan mitranya APMS yang tidak menunjukan sikap yang bersahaja bahkan terkesan sangat angkuh. ” Ketika saya masuk hendak mengisi BBM di APMS tersebut, saat itu menunjukan pukul 4 sore, namun sikap dan pelayanan mereka sangat tidak bersahaja dan terkesan sangat menakutkan,” ujarnya.

Kepada pihak Pertamina, Tjanggulung juga berharap agar ada penambahan lagi di kabupaten Kepulauan Talaud, untuk menjaga kelangkaan dan tidak ada monopoli sehingga pengguna BBM di Kabupaten Kepulauan Talaud dapat teratasi. ” Bayangkan masyarakat nelayan disana mereka membeli BBM dengan harga yang cukup mahal, kasihan mereka pendapatan kadangkala ada,kadangkala tidak ada. Untuk itu saya berharap, ada penambahan kuota di sana sehingga kebutuhan BBM dapat teratasi dan harga yang dapat di jangkau oleh masyarakat,” tandasnya. (sisco)