Bahas Sejumlah Topik, RSUP Kandou Manado Akan Menggelar Seminar Ilmiah International

Manado,GN- Onkologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari penyakit kanker, termasuk diagnosis, perawatan, dan pencegahannya.

Pada 10 Februari 2025 pekan depan, RSUP Kandou Manado akan menggelar seminar ilmiah internasional 1st oncology scientific forum; multidisciplinary and conprehensive approach in managing oncology patient.

Seminar International ini dilaksanakan Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke – 30 RSUP Kandou Manado dan Ground Breaking gedung Kanker RSUP Kandou Manado.

Rumah Sakit yang berada di ujung utara Indonesia yang di jabat oleh Plt Direktur RSUP Kandou Manado drg Yuli Astuti Saripawan,M.Kes akan membahas sejumlah topik dalam acara seminar International.

Ada enam (6) topik yang akan di bahas dalam seminar international yakni:

1. Penatalaksanaan retinoblastoma pada anak

2. Standar pelaporan pemeriksaan patologi anatomi pada retinoblastoma

3. Transchateter arterial chemo-embolism (TACE); a minimally invasive procedure used to treat hepatoma
4. Intervensional pain management in cancer patient
5. Indonesian cancer care transformation
6. What can Indonesian diaspora global network health do for Indonesia.

Seminar ilmiah international ini akan melibatkan partisipasi tenaga kesehatan diantaranya dokter dan perawat dan peserta wajib memiliki akun plataran sehat.

Sementara itu, dalam acara seminar international, RSUP Kandou Manado akan menghadirkan nara sumber antara lain, Prof dr Rita S. Sitorus,PhD, dr Nurjati C. Siregar,MS.PhD.Sp.PA(k), dr R.S Werdi Nindito D,MARS, Dr. Xi-Zhang Lin, Dr.Neerjay Jain, dan Tan,Liang Tik.

Untuk pendaftaran dapat mengunjungi link, https://s.id/seminarinternational-kandou atau dapat menghubungi contact person di nomor +62 812-4194-336.

penulis : sisco

 




RSUP Kandou Manado Gelar Seminar Awam Bulan Bedah Anak

Manado,GN- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado menggelar Seminar Awam bulan bedah anak, Minggu (6/10/2024).

Kegiatan seminar ini mengambil tema kenali Kelainan Bawaan pada Anak, dilaksanakan di gedung utama yang lantai 2 RSUP Kandou Manado.

Direktur Medik,Penunjang dan Keperawatan dr Yehezkiel Panjaitan, SH MARS mewakili Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, dr Ivonne Elisabeth Rotty MKes membuka kegiatan seminar tersebut.

Panjaitan berharap kegiatan ini dapat mempersiapkan para generasi muda khususnya SDM yang berkualitas. Kemudian dari sisi kesehatan kata Panjaitan, memberikan gambaran bagi masyarakat tentang bagaimana mengenali kelainan bawaan pada anak.

“Kepada seluruh masyarakat kiranya dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin. Sebab momen ini untuk mendapatkan pengetahuan, bagaimana mengenali kelainan pada anak,” kata Panjaitan.

Tujuan kegiatan ini, untuk mempererat kolaborasi dengan para stakeholder demi mempersiapkan anak-anak indonesia yang sehat. Apalagi, untuk Indonesia emas 2045 secara serentak di seluruh indonesia.

Sementara itu, ada lima narasumber dalam seminar diantaranya Dr dr Harsali Lampus Subsp DA (K) Sp.BA spesialis bedah anak, dr Candy Sp.BA dokter bedah anak, Dr dr Joice Sp.OG Subsp, dr Jose Mandei Sp.A(K), dan Dr dr Johnny Lambert Rompis SpA (K).

Hadir secara live streaming, Direktur Utama Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty MKes, Direktur Layanan Operasional dr Wega Sukanto Sp BTKV dan
Direktur Perencanaan dan Keuangan Dr Erwin Sondang Siagian SSTP, MSi. Hadir pula keluarga pasien melalui Zoom/Live Streaming Youtube IPKPRS Kandou.
(sisco)




RSUP Kandou Manado Gandeng PERSI Sulut Serta IDI Gelar Seminar Diagnosa Dan Tata Laksana Covid-19 Di Rumah Sakit

Manado,GN- RSUP Prof Dr RD Kandou Manado,Jumat (08/01/21) kembali menggelar Seminar secara virtual Live Streaming Youtobe dengan topik Diagnosa dan Tata Laksana Covid 19 di Rumah Sakit.

Seminar ini di buka oleh Direktur Utama RSUP Prof Kandou Manado, Dr dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD yang juga selaku ketua PERSI Sulut.

Dirut memberikan apresiasi atas terlaksananya Seminar tersebut yang di fasilitasi oleh Sikumpro RSUP Kandou. “Saya memberikan apresiasi Kepada teman-teman yang telah melaksanakan seminar daring ini
yang dapat di ikuti sementara 875 peserta. Ini merupakan angka yang cukup fantastis,” kata Dirut.

Lanjut Dirut, seminar ini dilakukan karena ada beberapa pertimbangan yang di pikirkan yang pertama adalah mulai terjadi peningkatan covid-19 di Indonesia maupun di Sulawesi Utara (Sulut) sehingga mempengaruhi persediaan tempat tidur di rumah sakit.

“Di rumah sakit Kandou Manado setelah kita menambah kapasitas tempat tidur untuk pelayanan Pasien covid-19 sejumlah 263 tempat tidur. Pada hari ini Jumat (08/01/21) data terakhir 155 pasien covid-19, itu artinya ada 58.9 persen tempat tidur yang digunakan untuk pasien Covid-19, dan ini menjadi kosentrasi bagi kita semua termasuk teman-teman di rumah sakit lain yang ada di Sulut, sehingga perlu dilakukan antisipasi agar kita tidak kewalahan untuk mengatasi lonjakan Pasien Covid 19” jelasnya.

Strategi penanganan menurut Dirut, bahwa ini pasti ada pendekatan-pendekatan tertentu
Dalam menghadapi lonjakan pasien yang diperkirakan akan memuncak pada bulan januari. “Maka rumah sakit harus berupaya keras untuk melakukan pembenahan dan persiapan termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalamnya, karena ini akan berdampak pada terganggunya pelayanan terhadap covid-19 apabila tidak ada persiapan bilamana kita menghadapi lonjakan pasien yang diperkirakan memunjak di januari ini maka selain teman-teman Rumah Sakit harus menyediakan jumlah tempat tidur yang lebih mungkin sekitar 30 persen dari total jumlah tempat tidur yang ada di Rumah Sakit, maka ada komponen komponen yang lain yang mengikuti yaitu SDM,” lanjut Dirut.

Selain itu, Dirut mengatakan mekanisme panambahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di rumah sakit harus dipikirkan Pimpinan rumah sakit tersebut,terkait kompetensi keilmuan yang ada di masing- masing SDM yang bekerja di area pelayanan covid-19, juga sarana prasarana dan penyediaan obat bahan abis pakai , perubahan adaptasi terhadap sistem pelayanan. ” Komponen-komponen ini harus dipikirkan kita semua yang di percayakan mengoprasionalkan rumah sakit, sehingga PERSI merasa perlu untuk melaksanakan seminar ini, agar supaya dapat membantu kita semua termasuk pimpinan rumah sakit di Sulawesi Utara,” terangnya.

Dia berharap dengan dilaksanakan seminar ini, memberikan pemahaman baru terhadap tata laksana covid-19. “Saya berharap seminar ini bisa memberikan pemahaman baru kepada kita untuk perkembangan ilmuan dan regulasi terhadap tata laksana covid-19, karena dalam konteks pelayanan ternyata kita masih berkutat dalam persoalan penolakan masyarakat terhadap keputusan klinis yang diberikan tenaga kesehatan, disaat kita menetapkan seseorang harus di rawat sesuai protokol covid-19, maka terjadi resistensi yang dilakukan oleh Pasien dan keluaraga, Sehingga menjadi beban tersendiri bagi rumah sakit maupun tenaga kesehatan.Untuk itu sangat penting bagi kita mengikuti materi mengenai komunikasi dan informasi tehadap Pelayanan Covid-19,”pungkasnya.

Adapun moderator dalam seminar ini menghadirkan Prof Dr dr LW Rotty,Sp PD-KHOM (Ketua program studi penyakit dalam fakultas kedokteran Universitas samratulangi). Dr dr Ivonne Rotty,MKes (Direktur SDM Pendidikan dan Umum RSUP Prof Dr RD Kandou Manado), Sekretaris PERSI Sulut, dr Jehezkiel Panjaitan (Direktur Pelayanan Medik,Keperawatan dan Penunjang RSUP Prof Dr RD Kandou Manado), dr Stephanus Agung Nugroho, SpPd KPTI (Ketua Divisi Penyakit Tropik RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Dr dr Erwin G Kristanto,SH Sp FM(K) (Ketua PMKP RSUP Prof Dr RD Kandou Manado), dr BJ Waleleng,SpPD(Ketua SPI RSUP Prof. Dr.R.D. Kandou Manado) serta dr Steven P Dandel, MPH(Kabid Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit.Dinas Kesehatan Provinsi Sulut.(*sisco)




Dirut RSUP Kandou Manado Seminar PONEK

Manado,GN- Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen, Sp-B-KBD membuka kegiatan seminar terkait Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di masa pandemi covid 19, Selasa (10/11/2020) di aula lantai dua RSUP Kandou.

Direktur Utama dalam sambutannya mengatakan empat rumah sakit nantinya akan menjadi pilot proyek untuk pendampingan dari RSUP Kandou. Selain itu Dirut juga menyapa kepada seluruh pimpinan rumah sakit yang ada di sulawesi utara dan sekitarnya dan empat rumah sakit yang menjadi pilot proyek kerja sama dengan RSUP Kandou.

”Rumah Sakit Walanda Maramis, Rumah Sakit kotamobagu, Rumah Sakit Noongan, Rumah Sakit Liunkindahe, yang nantinya akan menjadi pilot proyek untuk pendampingan dari RSUP Kandou terkait upaya kita bersama untuk menopang dan memberi kontribusi terhadap program prioritas nasional kementrian kesehatan RI, dalam hal ini untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” kata Dirut.

Dijelaskannya banyak tantangan untuk mencapai target menurunkan angka kematian ibu dan bayi. “Tantangannya semakin berat untuk pencapaian penurunan angka kematian ibu dan bayi di indonesia maupun di Sulut setelah kita masuk dalam era pandemi covid-19, Untuk itu RSUP Kandou telah menyusun strategi 5 tahun kedepan untuk bekerja sama dengan pihak pihak terkait,” terangnya.

Dalam seminar tersebut sebagai moderator dalam webinar online ini adalah Dr.dr.Erwin Kristanto,SH,Sp FM(K) Narasumber dr. Kirana Pritasari, MQIH, selaku Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI. Dr.dr Ivonne Rotty,M.kes, selaku Direktur SDM Pendidikan dan Umum RSUP Kandou Manado. Dr.dr Rocky Wilar,Sp.A(K) selaku Kepala bagian KSM Anak. Dr.dr Joice M.M. Sondakh Sp.OG (K) Fungsional KSM Obsgyn.

Hadir dalam kegiatan seminar online tersebut, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr Kirana Pritasari, MQIH. Direktur kesehatan keluarga dr Erna Mulati, Kepala dinas kesehatan propinsi sulawesi utara, dr Debby Kalalo, Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr dr ivonne Rotty, Mkes, Ketua dewan pengawas RSUP Kandou Dr Hendrik Manueke. dan Pejabat dan staf terkait yang hadir di ruangan webinar. (*/framu)