Panjaitan : Penghargaan Ini Menjadi Motivasi Untuk Terus Berinovasi

Manado,GN- Direktur Utama RSUP Kandou Manado melalui Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan dr Jeheskiel Panjaitan, SH,MARS menyebutkan penghargaan WSO Angerls Award merupakan bukti bahwa RSUP Kandou terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan stroke.

 

“Penghargaan ini merupakan bukti bahwa RSUP Kandou terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan stroke dan menjadikan rumah sakit ini sebagai referensi utama penanganan stroke di Indonesia Timur,” kata Panjaitan usai menerima penghargaan WSO Angels Award, Senin (6/1/2025) diruangan webinar RSUP kandou Manado.

Panjaitan juga menyampaiakan terimaksih kepada semua staf dan karyawan RSUP Kandou, sudah belerja keras meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua staf dan karyawan  RSUP Kandou yang telah bekerja keras dalam meningkatkan kualitas pelayanan stroke di rumah sakit kandou. Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi  Utara,” ucapnya.

Sementara itu, dr fransisca kristina perwakilan Angels indonesia menjelaskan penghargaan WSO Angels Award merupakan pengakuan atas komitmen dan keberhasilan rumah sakit dalam memberikan perawatan stroke berkualitas.

“Untuk meraih penghargaan ini, rumah sakit harus memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan oleh World Stroke Organization (WSO). Secara umum, kriteria yang harus dipenuhi meliputi pengumpulan data. Rumah sakit harus mengumpulkan data secara konsisten mengenai pasien stroke yang dirawat. Data ini biasanya dikumpulkan melalui registri stroke seperti RES-Q atau SITS,” terangnya.

“WSO selaku organisasi yang menerbitkan penghargaan merupakan satu-satunya badan global non profit yang fokus pada pencegahan stroke. Sementara, Angels Initiative adalah program kesehatan yang didedikasikan untuk meningkatkan peluang pasien stroke untuk bertahan hidup dan bebas kecacatan,” tutup dr fransisca. (sisco)




RSUP Kandou Manado Raih WSO Angels Award Tahun 2024, Plt Dirut Berikan Apresiasi

Manado,GN – Mengawali tahun 2025 RSUP Prof Dr RD Kandou Manado berhasil meraih penghargaan World  Stroke  Organization  (WSO) Angels Award (Acute network striving for excellence in stroke) untuk tahun 2024.

Penghargaan WSO Angels Award Kepada RSUP Kandou Manado (foto : ist)

Atas komitmen civitas RSUP Kandou Manado dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan penanganan stroke di Indonesia, maka mendapat pengakuan dunia Internasional  dengan diterimanya penghargaan dari WSO.

Sementara itu, Plt Dirut RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, drg Yuli Astuti Saripawan MKes mengapresiasi atas prestasi ini. Menurutnya  penghargaan ini merupakan hal penting bagi prestasi RSUP Kandou Manado.

Lanjut Dirut, mencapai satu prestasi  adalah sesuatu yang harus dipertahankan selain target sebagai pencapaian kinerja yang hasil akhirnya kembali lagi untuk pelayanan kepada masyarakat.

“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan sebesar – besarnya kepada tim yang sudah bekerja dengan baik sehingga RS Kandou boleh mendapatkan penghargaan dari WSO angels Award,” kata Dirut.

Dirut mengharapkan RSUP Kandou untuk terus memberikan prestasi sehingga dapat di akui dan setara dengan rumah sakit vertikal lainnya.

“Saya berharap ini bukan hasil akhir tetapi menjadi awal perjalanan untuk mencetak prestasi lagi kedepannya sehingga RS Kandou dapat di akui dan bisa setara dengan rumah sakit vertikal di pulau jawa,” tandasnya..

Untuk di ketahui, Penghargaan WSO Angels Award, diserahkan oleh dr fransisca kristina yang merupakan  perwakilan Angels indonesia dan penghargaan diterima langsung Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Kandou, dr Jehezkiel Panjaitan, SH, MARS, Senin (05/01/2025). diruangan webinar. (sisco)




RSUP Kandou Manado Gelar Ibadah Perayaan Natal, Dirut Ajak Tebarkan Cinta Kasih, Kebersamaan dan Komitmen

Manado,GN – Keluarga besar civitas RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menggelar ibadah perayaan Natal Yesus Kristus. Ibadah tersebut dilaksanakan Rabu (18/12/2024) di gereja lukas oikumene RSUP Kandou Manado.

Tema yang diusung dalam perayaan Natal kali ini yakni “Marilah Sekarang Kita Ke Betlehem” dan Sub Tema “Melayani Dengan Kasih”.

Ketua panitia, Dr Erwin Sondang Siagian,SSTP, MSi menyampaikan ucapan selamat datang kepada undangan yang hadir dalam ibadah dan dilanjutkan dengan Puji-pujian Natal menghiasi serta menambah semangat suasana ibadah Natal.

Ayat pembimbing terdapat dalam Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran,”.

Pdt Tedi Robert Kansil, MTh memimpin jalannya ibadah perayaan Natal dengan mengambil pembacaan Alkitab dalam Injil Lukas 2 : 8 – 20.

Pdt Tedy mengatakan pemahaman tentang kalimat marilah kita pergi ke Betlehem harus di pahami secara theologis dan bukan dengan traveling. “Kenapa harus ke Betlehem?,karena di betlehem ada penggenapan janji – janji Tuhan,” kata pdt Tedy.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Drg Yuli Astuti Saripawan, MKes, mengatakan perayaan Natal menjadi momentum untuk saling adanya cinta kasih, kebersamaan dan komitmen.

” Semua ini untuk menjadikan suatu perubahan yang besar terkait pelayanan bagi masyarakat Sulawesi Utara di RSUP Kandou Manado,” ujarnya.

“Perayaan Natal  tahun  ini  menjadi  momentum  yang  sangat  khusus  bagi  umat  Kristiani  di  seluruh  dunia,  termasuk  di  Sulawesi  Utara dan RSUP Kandou.  Natal  bukan  hanya  perayaan  kelahiran  Yesus  Kristus,  tetapi  juga  merupakan  waktu  yang  tepat  untuk  menebarkan  cinta  kasih  dan  berbagi  dengan  sesama,” tambahnya.

Menurut Saripawan harus ada cinta kasih sayang serta komitmen untuk melakukan suatu perubahan yang besar bagi rumah sakit Kandou.

“Melalui damai Natal mari kita melayani pasien kita yang ada di rumah sakit Kandou dengan penuh kasih sayang,” ucapnya.

Dirut mengajak seluruh karyawan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara.

“Mari kita wujudkan nilai-nilai Natal ini dalam bentuk pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Turut hadir Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang (PMKP) dr, Jehezkiel Panjaitan,SH.MARS, Plt Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian, Ns Suwandi Luneto,S.Kep, M.Kes, para Manager dan Asisten Manager serta undangan.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan diakonia dan diakhiri dengan ramah tamah. (sisco)




Hearing Dengan DPRD Sulut, Berikut Penjelasan RSUP. kandou Manado Terkait Sistem Pemberian Remunerasi

Manado,GN — DPRD Sulawesi Utara (Sulut) melalui Komisi IV membidangi Kesejahteraan Rakyat, bersama RSUP Prof Dr R D Kandou Manado menggelar Hearing, Senin (16/12/2024) di ruangan komisi IV DPRD Sulut.

Hearing tersebut dipimpin Ketua DPRD Sulut, dr Fransiscus Andi Silangen SpB KBD, serta Ketua Komisi IV, Dra Vonny Jane Paat, dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD, Stella Runtuwene, yang juga berperan sebagai Koordinator Komisi IV, serta anggota lainnya, termasuk Sekretaris Komisi IV, Cindy Wurangian.

 

Sementara RSUP Kandou Manado hadir empat direktur, antara lain Direktur Layanan Operasional, dr Wega Sukanto SpBTKV, Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan, dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Penelitian, Ns Suwandi Luneto SKep MKes, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan, Dr Erwin Sondang Siagian SSTP MSi.

Undangan hearing tersebut atas keluhan masyarakat terkait sistem pemberian remunerasi di RSUP Kandou Manado yang diduga terlambat, tidak sesuai dengan aturan, dan kurang transparan dalam pengelolaannya.

DPRD Sulut menaruh perhatian khusus atas keluhan masyarakat tersebut. DPRD Sulut melalui komisi IV meminta klarifikasi dari pihak rumah sakit mengenai mekanisme dan regulasi terkait remunerasi.

Terkait hal itu, Direktur SDM, Ns Suwandi Luneto pun angkat bicara. Luneto menjelaskan pengelolaan remunerasi di rumah sakit ini melibatkan tiga direktorat.

Dia menegaskan remunerasi diatur sesuai dengan regulasi terbaru, seperti Keputusan Menteri Keuangan Nomor 335 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/1580/2024, serta Petunjuk Teknis Remunerasi yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan.

“Remunerasi terdiri dari gaji dan insentif, dan untuk pembayaran dokter serta tenaga kesehatan (nakes) mengikuti sistem ‘fee for service’, yang artinya dibayar berdasarkan kinerja mereka,” kata Luneto.

Proses pembayaran lanjut Luneto mengatakan dilakukan melalui sistem yang mengintegrasikan data dari BPJS Kesehatan atau berpedoman pada Berita Acara Hasil Verifikasi (BAHV) dari pihak BPJS.

Dia juga menekankan bahwa rumah sakit selalu berupaya untuk memastikan bahwa pembayaran remunerasi dilakukan sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku.

Untuk klaim ke BPJS, jelas Luneto, biasanya dilakukan pada tanggal 1-5 awal bulan dan klaim menunggu 20 hari kerja, baru setelahnya dikirimkan BAHV oleh BPJS.

“Jadi maksimal tanggal 25 baru bisa dilihat berapa yang layak bayar dan berapa tidak layak bayar. Pastinya untuk dokter tidak ada pemotongan karena fee for service,” jelasnya.

Sedangkan yang belum terbayar, itu karena masuk kategori pending atau dispute untuk klaim BPJS-nya dan telah diproses dalam sistem.

Di tempat yang sama, Direktur Keuangan Erwin Sondang Siagian menjelaskan dalam sistem klaim BPJS, terdapat empat kategori dalam BAHV, yakni “Layak”, “Tidak Layak”, “Pending”, dan “Dispute”.

Klaim yang dinyatakan “Layak” langsung diproses untuk pembayaran, sementara yang masuk kategori “Tidak Layak” tidak diproses lebih lanjut.

Untuk yang “Pending” atau “Dispute”, pembayaran baru akan dilakukan setelah dana diterima.

“Proses ini berlaku untuk klaim bulan September yang dibayarkan pada bulan Oktober, dan klaim bulan Oktober yang dibayarkan pada bulan November,” ujar Siagian.

Direktur Layanan Operasional, dr Wega Sukanto, juga menambahkan bahwa pihaknya sedang mengembangkan sistem agar proses penghitungan remunerasi lebih transparan dan dapat diakses oleh semua pihak terkait.

“Kami tidak memotong hak dokter, tetapi terkadang terjadi penundaan. Setelah pembayaran dari BPJS masuk, kami akan segera menyalurkan remunerasi tersebut,” terangnya.

Hingga saat ini, RSUP Prof Dr RD Kandou  Manado tetap komitmen untuk terus memperbaiki sistem pemberian remunerasi lebih transparan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Pada kesempatan itu, DPRD Sulut melalui komisi IV akan mengagendakan kembali hearing dengan menghadirkan Direktur Utama RSUP Kandou Manado dan juga pihak BPJS.

Selain itu, DPRD Sulut juga memberikan apresiasi dan terimakasih kepada RSUP Kandou Manado melalui empat Direksi yang telah hadir memenuhi undangan DPRD Sulut untuk meminta penjelasan terkait keluhan masyarakat. (sisco)




Keluarga Besar Yayasan Estela RSUP Kandou Manado, Gelar Ibadah Pra Natal

Manado,GN- Keluarga  besar  yayasan Estela  RSUP Prof Dr RD Kandou Manado  menggelar  Ibadah  Pra  Natal Yesus Kristus, Kamis (05/12/2024) di Gereja Lukas Oikumene.

Pdt Audy Sumenge, STh memimpin ibadah tersebut. Sebelum hamba Tuhan menyampaikan Firman, Pasien Estela dan orang tua membawakan puji – pujian.

Turut hadir dalam ibadah pra Natal, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs, Steven Kandou, Camat Malalayang Yusuf Daut Kopitoy, SH,MH.

Wakil Gubernur Sulut dalam penyampaian pesan Natal mengajak  semua  yang  hadir  untuk  menyambut  Natal  dengan  penuh  keyakinan  akan  damai,  sukacita, dan  penuh harapan.

“Di momentum Natal ini,  damai sejahtera, sukacita, dan harapan menjadi  sesuatu yang  penting  bagi  kita  semua,  terlepas  dari  latar  belakang  dan  agama  kita, karena  dimana  ada  niat,  disitu  ada  jalan,  dalam  semua  aspek  kehidupan,  termasuk  kesehatan,” ujarnya.

Dia mengingatkan Natal  merupakan  perayaan  kelahiran  Sang Juru  Selamat  yang  menghantarkan  cahaya ke dunia.  “Karena  dimana  ada  tantangan,  pasti  ada  jawaban, mari  kita  songsong  perayaan  Natal  ini  dengan  penuh  keyakinan  akan  damai,  sukacita,  dan  harapan,” ucapnya.

Sementara, Plt Dirut Drg Yuli Astuti Saripawan, MKes, melalui Plh Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, dr Wega Sukanto,SpB,TKV (K) menyampaikan rasa syukur karena dapat merayakan Natal bersama keluarga besar estela.

“Saya  bersyukur  dapat  berkumpul  bersama-sama  dengan  keluarga  besar  Estela  RSUP  Kandou  dalam  ibadah  perayaan  Natal  Yesus  Kristus  ini,” terangnya.

“Momen  ini  merupakan  kesempatan  bagi  kita  untuk  berbagi  kasih  dan  menguatkan  semangat  kebersamaan,” sambungnya.

Dokter Wega menyampaikan terima  kasih  atas  dukungan  yang  diberikan  oleh  berbagai  komponen  terhadap  RSUP  Kandou,  terutama  dalam  menjalankan  tugas  dan  fungsi  rumah  sakit  dalam  memberikan pelayanan Estela.

Hadir juga Ketua Dharma Wanita RSUP Kandou, drg Elisa Mafilinda, para Manajer dan Asisten Manajer serta tokoh agama. (sisco)




Tim OBRA Sambangi RSUP Prof Dr RD Kandou Manado

Manado,GN- Outbreak Response Assessment (OBRA) atau Penilaian Respons KLB dilaksanakan di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Senin (02/12/2024).

Kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan surveilans dan tatalaksana kasus AFP. OBRA dilakukan oleh tim pakar independen internasional yang merupakan mitra Global Polio Eradication Initiative (GPEI).

Pertemuan yang dilaksanakan di ruang webinar RS Kandou, dihadiri oleh Direktur Medik dan Keperawatan dr Jehezkiel Panjaitan, SH,MARS, didampingi pejabat terkait lainnya dan juga Dokter serta perawat.

Tim OBRA yang terdiri dari WHO, Kemenkes, UNICEF, dinkes provinsi, dan UNDP untuk membahas dan merencanakan tindak lanjut temuan dan rekomendasi OBRA.

Direktur Medik dan Keperawatan menyambut baik kehadiran Tim OBRA. “Kegiatan Outbreak Response Assessment dilakukan untuk mengevaluasi apakah pelaksanaan surveilans dan tatalaksana kasus AFP telah dilaksanakan dengan baik di Rumah Sakit,” kata Panjaitan.

Tahun 2024 secara Nasional OBRA dilakukan di 6 provinsi terpilih yaitu Maluku Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Papua Barat termasuk Sulawesi Utara.

Diketahui OBRA mencakup banyak aspek, mulai dari Respon KLB yaitu Perencanaan dan Koordinasi, Kualitas dan Surveilans AFP, Kualitas Pelaksanaan PIN, Performa Rutin Imunisasi, Komunikasi dan Sosial Mobilisasi dan Manajemen vaksin.
Diharapkan Sulawesi Utara dapat berhasil dalam respon KLB Polio, dan semakin meningkatnya koordinasi, kerjasama lintas sektor dalam pengendalian penyakit dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi.(*/sisco)




RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Gelar Sertijab, Ini Ajakan Plt Dirut drg Yuli Astuti Saripawan MKes

Manado,GN- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado, menggelar Serah terima jabatan (Sertijab) Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut), dari Plt Dirut lama Dr dr Ivonne E Rotty,MKes kepada Plt Dirut yang baru drg Yuli Astuti Saripawan MKes, Senin (14/10/2024) di gedung Administrasi lantai dua RSUP Kandou.

Penandatanganan Berita Acara Sertijab oleh Plt Dirut lama Dr dr Ivonne E Rotty,MKes dan Plt Dirut Yang Baru drg Yuli Astuti Saripawan,MKes (foto: Gemparnews)

Pada kesempatan itu, Dr dr Ivonne E Rotty, MKes bersama drg Yuli Astuti Saripawan MKes, melakukan penandatangan serah terima jabatan pelaksana tugas Dirut RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dan disaksikan oleh Direksi serta Dewan Pengawas Rumah Sakit.

Dr dr Ivonne dalam kesempatan itu, memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Direksi dan staf RSUP Kandou Manado telah membantu dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sehingga RSUP Kandou Manado boleh mendapatkan berbagai prestasi dan penghargaan dari berbagai pihak yang berkompeten di bidang kesehatan.

Penyerahan Berita Acara Sertijab Plt Dirut RSUP Prof Dr RD Kandou Manado (foto: Gemparnews)

” Selama tiga puluh tiga (33) tahun saya bertugas dan melaksanakan tanggungjawab di RSUP Kandou Manado. Saya dipercayakan oleh pimpinan tujuh (7) tahun menjabat Direktur SDM dan satu (1) tahun lebih menjabat sebagai Plt Direktur Utama. Ada berbagai prestasi dan penghargaan yang telah diraih bersama di RSUP Kandou Manado. Semua itu bentuk kerjasama tim di RSUP Kandou Manado untuk kemajuan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Dr Ivonne.

Dr Ivonne menitipkan beberapa hal yang belum sempat dikerjakan, kepada Plt Dirut yang baru. Bahkan Dr Ivonne berharap dibawah kepemimpinan Plt Dirut yang baru, RSUP Kandou semakin maju.

Sementara itu, Plt Dirut Prof Dr RD Kandou Manado, drg Yuli Astuti Saripawan MKes merasa bangga berada di RSUP Kandou Manado. Menurut drg Yuli Astuti, kehadirannya di RSUP Kandou Manado tanpa di dukung oleh jajarannya tidak ada artinya.

Plt Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado drg. Yuli Astuti Saripawan,MKes (foto: Gemparnews)

“Kehadiran seorang Direktur tidak ada artinya apa-apa, kalau tidak ada dukungan dari bapak ibu sendiri. Ini menjadi PR bagi saya, ayo kita bekerja bersama – sama. Lakukanlah yang terbaik dimana posisi kerja kita berada. Dan Saya ingin berbuat yang terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara,” kata drg Yuli Astuti.

Dia mengaku, dirinya terkejut ketika mendapat tugas tambahan dari Dirjen untuk menjadi Plt Dirut RSUP Kandou Manado. Untuk itu, Dia sangat berharap kerjasama yang baik untuk terus memajukan RSUP Kandou Manado lebih baik lagi. ” Mari kita sama – sama memajukan Rumah Sakit Kandou Manado yang lebih baik lagi. Kalau rumah sakit lain maju, RSUP kandou Manado juga harus lebih maju,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara Sertijab tersebut yakni Direktur Medik Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan,MARS, SH, Direktur Layanan Operasional dr Wega Sukanto, Sp BTKV, Plt Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian Ns Suwandi I Luneto, SKep, MKes, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Dr Erwin Sondang Siagian SSTP, MSi, para Manager tim dan Asisten Manager serta staf RSUP Kandou Manado. (sisco)




RSUP Kandou Manado Gelar Seminar Awam Bulan Bedah Anak

Manado,GN- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado menggelar Seminar Awam bulan bedah anak, Minggu (6/10/2024).

Kegiatan seminar ini mengambil tema kenali Kelainan Bawaan pada Anak, dilaksanakan di gedung utama yang lantai 2 RSUP Kandou Manado.

Direktur Medik,Penunjang dan Keperawatan dr Yehezkiel Panjaitan, SH MARS mewakili Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, dr Ivonne Elisabeth Rotty MKes membuka kegiatan seminar tersebut.

Panjaitan berharap kegiatan ini dapat mempersiapkan para generasi muda khususnya SDM yang berkualitas. Kemudian dari sisi kesehatan kata Panjaitan, memberikan gambaran bagi masyarakat tentang bagaimana mengenali kelainan bawaan pada anak.

“Kepada seluruh masyarakat kiranya dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin. Sebab momen ini untuk mendapatkan pengetahuan, bagaimana mengenali kelainan pada anak,” kata Panjaitan.

Tujuan kegiatan ini, untuk mempererat kolaborasi dengan para stakeholder demi mempersiapkan anak-anak indonesia yang sehat. Apalagi, untuk Indonesia emas 2045 secara serentak di seluruh indonesia.

Sementara itu, ada lima narasumber dalam seminar diantaranya Dr dr Harsali Lampus Subsp DA (K) Sp.BA spesialis bedah anak, dr Candy Sp.BA dokter bedah anak, Dr dr Joice Sp.OG Subsp, dr Jose Mandei Sp.A(K), dan Dr dr Johnny Lambert Rompis SpA (K).

Hadir secara live streaming, Direktur Utama Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty MKes, Direktur Layanan Operasional dr Wega Sukanto Sp BTKV dan
Direktur Perencanaan dan Keuangan Dr Erwin Sondang Siagian SSTP, MSi. Hadir pula keluarga pasien melalui Zoom/Live Streaming Youtube IPKPRS Kandou.
(sisco)




Dr Wiyono : Tidak Ada Pasien Mpoks di RSUP Kandou Manado, Berita dan Foto Beredar di Medsos Hoaks

Manado,GN- Terkait berita dan foto yang beredar di media sosial bahwa RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado ada pasien Mpoks yang sedang diwarat adalah Hoaks.

“Berita tersebut adalah hoaks,” tegas dr Wiyono, Manager Tim Kerja Pelayanan Medik RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/09/2024).

Dokter Yono sapaan akrabnya menjelaskan di rumah sakit Kandou memang ada pasien perempuan umur 61 tahun, masuk rumah sakit dengan kelainan kulit.Pasien diperiksa lebih lanjut dan dikolaborasikan dengan sangat disiplin.

Akan tetapi sebagai kewaspadaan, Langkah-langkah Pencegahan dan prosudur Mpoks tetap dilakukan oleh tim medis.

“Pasien tersebut kami lakukan dengan prosudur Mpoks yaitu pemeriksaan laboratoium dan swap atau hapusan tenggorok, hapusan nasuparing, hapusan leci dan hapusan anus, ilmu kulit menyimpulkan bahwa pasien tersebut didiagnosa herpes atau biasa disebut dengan muntah ular.” jelas dr Wiyono.

Dengan demikian dr Wiyono didampingi Asisten Manajer Tim Kerja Pelayanan Medik dr Christi Natalia Allow, Asisten Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas, Novita,SH, menegaskan hingga saat ini, RSUP Prof Dr RD Kandou Manado tidak menerima pasien dengan kasus Mpox.

Dia menghimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya dan selalu mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut kepada pihak yang berwenang.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang tidak benar dan dapat menimbulkan kepanikan,” tandas dr Wiyono.

Pihak rumah sakit juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran penyakit menular. (sisco/*)




RSUP Kandou Manado Gelar Edukasi Kesehatan Nyeri Kronis di Area Pergelangan Tangan

Manado,GN – Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, menggelar Edukasi kesehatan tentang Nyeri Kronis di area Pergelangan tangan.

Kegiatan ini di laksanakan dalam rangka memperingati hari Nyeri sedunia. Kegiatan edukasi dilaksanakan diruang tunggu pasien poliklinik Bedah Jumat, (06/9/2024).

sebagai narasumber dr Sekplin Sekeon, SpN(K),MPH memaparkan bahwa berbagai kondisi yang menyebabkan nyeri kronis pada tangan dan pergelangan tangan serta penanganannya.

Menurut dr Sekplin, nyeri kronis di tangan dan pergelangan tangan adalah masalah umum yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.

“Nyeri yang berkepanjangan dapat berdampak pada pekerjaan dan keseharian seseorang, termasuk kesulitan melakukan aktivitas sederhana seperti mengetik atau berpakaian,” ujar dr Sekplin.

Lanjut dr Seplin menjelaskan beberapa kondisi yang disoroti dalam penyuluhan ini antara lain Sindrom Terowongan Karpal, Jari Pelatuk, Sindrom De Quervain, dan radang sendi pada jari-jari tangan. Sindrom Terowongan Karpal, misalnya, terjadi ketika saraf median yang berjalan melalui terowongan karpal di pergelangan tangan tertekan, menyebabkan kesemutan dan mati rasa. Penanganannya meliputi pemberian obat pereda nyeri, injeksi, dan pembedahan jika diperlukan.

Selain itu dr Sekplin, yang juga adalah Kepala Instalasi Promkes dan Pemasaran RSUP Kandou, mengatakan mengenai pentingnya pencegahan dan gaya hidup sehat.

“Olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan ergonomi saat bekerja adalah beberapa cara yang dapat membantu mencegah terjadinya nyeri pada tangan dan pergelangan tangan,” jelasnya.

Dia menambahkan perawatan dini dan perubahan gaya hidup dapat mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut.

Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan tangan dan pergelangan tangan, terutama bagi mereka yang sering menggunakan tangan dalam pekerjaan sehari-hari.

RSUP Prof dr RD Kandou Manado berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pemandu acara memberikan kesempatan kepada keluarga pasien untuk bertanya atau sharing terkait materi tentang Nyeri di Area Pergelangan Tangan sambil mengajak semuanya untuk terus berprilaku hidup bersih dan sehat.(*/sisco)