PT HK Genjot Pembangunan Gedung Layanan Kanker Terpadu RSUP Kandou Manado

Sulut, GN- Pelaksanaan pembangunan proyek gedung layanan kanker terpadu RSUP Kandou Manado terus di genjot. Progres pembangunan gedung 12 lantai ini yang di kerjakan oleh PT Hutama Karya (HK) hingga saat ini baru mencapai 9.64 persen sejak peletakan batu pertama atau ground breaking akhir Januari 2025 lalu.

Proyek Pembangunan Gedung Layanan Kanker RSUP Kandou Manado (foto: Gemparnews)

Hal ini di sampaikan pimpinan perusahaan yang di wakili oleh Ginanjar Wahid selaku Site Operation Manager PT Hutama Karya di dampingi Vebriansyah selaku Cost Control dan Steven Tawil Humas PT Hutama Karya kepada media Gemparnews.com saat ditemui di ruangan kerja.

” Sampai saat ini progres pembangunan proyek gedung layanan kanker terpadu sekira 9,64 persen. Ini baru pengecoran lantai dasarnya,” jelas Ginanjar, Kamis (22/5/2025).

Ginanjar menyebutkan pihaknya akan menyelesaikan pembangunan proyek gedung layanan kanker terpadu ini sesuai dengan kontrak pekerjaan hingga Mei 2026 mendatang.

” Proyek pembangunan gedung ini akan selesai dikerjakan pada 2026 mendatang,” jelas Ginanjar.

Lebih jauh Ginanjar mengatakan untuk meminimalisir kemacetan pengguna jalan masuk ke area rumah sakit dan pengerjaan proyek pembangunan selanjutnya, pihaknya akan terus berkoordinasi secara kontinyu dengan management RSUP Kandou Manado.

” Untuk selanjutnya guna meminimalisir kemacetan di area rumah sakit, kami akan melakukan koordinasi dengan semua pihak agar perlu adanya rekayasa lalulintas. Ini tentu menghindari kemacetan ketika kami akan melakukan pengerjaan proyek pembangunan selanjutnya,” kata Ginanjar.

Ginanjar Wahid selaku Site Operation Manager PT Hutama Karya di dampingi Vebriansyah selaku Cost Control dan Steven Tawil Humas PT Hutama Karya (foto: Gemparnews)

Sementara, Steven Tawil selaku Humas PT Hutama Karya menyebutkan pihaknya juga menerima keluhan dan pemberitahuan dari warga masyarakat terkait limbah debu dari pengerukan tanah di proyek tersebut. Namun keluhan ini kata Tawil pihaknya sudah mengantisipasi dengan melakukan penyiraman di sepanjang jalan menuju ke area rumah sakit.

” Setiap hari kami melakukan penyiraman dari depan jalan raya menuju ke area jalan masuk ke rumah sakit sampai di depan Unit Gawat Darurat. Setiap hari kami lakukan itu,” sebut Tawil.

“Kepada masyarakat yang ada di area proyek pembangunan ini untuk tetap bersabar. Harapan kami proyek pembangunan gedung ini selesai tepat waktu dan dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan di bumi nyiur melambai,” tutupnya. (sisco)




Pastikan Kesiapan Ruangan Kebijakan KRIS JKN, Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou Lakukan Telusur

Manado,GN – Dalam rangka monitoring dan evaluasi pemenuhan fasilitas KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) JKN, Kamis (8/5/2025) Direktur Layanan Operasional RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado, dr Wega Sukanto,SpB.TKV.(K) bersama jajaran melakukan penelusuran langsung ke sejumlah ruangan rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou Manado Lakukan Penelusuran di Sejumlah Tempat (foto : Gemparnews)

Kegiatan ini difokuskan pada aspek teknis seperti ketersediaan oksigen, kamar mandi, nurse call, hingga stop kontak bersama yang menjadi indikator standar pelayanan KRIS.

‎Kunjungan ini dilakukan kata dr Wega, untuk memastikan kesiapan ruangan dalam mengimplementasikan kebijakan KRIS JKN secara menyeluruh. “Intinya kita mengecek persiapan untuk KRIS JKN. Apa yang kurang akan kita bahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan,” ucapnya.

‎Penelusuran dimulai dari kantor pelayanan hingga ke sejumlah unit, termasuk Irina B,C,D, CVBC, serta IGD. Menurut dr Wega, sebagian besar ruangan telah memenuhi standar KRIS, namun masih ada tiga kriteria yang harus dilengkapi di beberapa ruang perawatan. “Tinggal tiga kriteria lagi yang masih perlu dilengkapi. Itu yang akan kita kejar dalam waktu dekat,” ujar dr Wega usai melakukan penelusuran.

‎Tantangan terbesar, lanjut dr Wega menjelaskan terletak pada bangunan lama seperti Gedung Irina C yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an.

“Beberapa ruangan di Irina C memang tidak memungkinkan untuk disesuaikan dengan standar KRIS karena faktor usia bangunan. Tapi kita akan tetap optimalkan ruangan-ruangan yang memungkinkan,” sambungnya.

Dia berharap agar master plan pengembangan rumah sakit bisa segera direalisasikan. “Dengan adanya master plan, kita bisa mengatasi isu bangunan tua dan infrastruktur yang sudah tidak memadai, agar pelayanan semakin optimal dan sesuai standar nasional,” tutupnya. (sisco)




RSUP Kandou Siap Terapkan Layanan Full One Stop Service

Manado,GN – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado terus menggenjot pengembangan pembangunan sarana dan prasarana untuk menunjang pelayanan yang maksimal kepada pasien.

Ada dua sarana dan prasarana yang akan di bangun di gedung VCBC yakni Poli pencitraan jantung dan Poli Aritmia.

Hal itu, dikatakan oleh Plh Direktur Utama dr Wega Sukanto,SpB,TKV (K) ketika di wawancarai sejumlah media usai melaksanakan kegiatan telusur di beberapa ruangan, Kamis (8/5/2025).

“Penambahan poli baru ada di Jantung, ada poli pencitraan jantung dan Poli Aritmia,” jelas dr Wega.

Penambahan poli baru ini, kata dr Wega untuk menjawab dari sisi pelayanan kepada pasien. “Sehingga kita bisa full one stop service dan tidak lagi perlu di rujuk ke rumah sakit lain. Kita akan coba buat disini karena tindakannya ada disini,” kata dr Wega.

Selain itu, dr Wega juga menjelaskan terkait dengan persiapan pelaksanaan KRIS JKN RSUP Kandou Manado. Dokter Wega mengatakan pada intinya hari ini pihaknya melakukan telusur untuk mengecek persiapan KRIS JKN.

“Tadi kita sudah mengecek beberapa ruangan. Jadi apa saja yang kurang nanti kita akan kejar. Tinggal tiga kriteria yang akan kita lengkapi di beberapa ruangan dan itu yang akan kita kejar,” tandasnya. (sisco)




Gelar Halal Bihalal, Berikut Pesan Plh Dirut Ns Suwandi Luneto

Manado,GN – Keluarga Besar RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Badan Takmir Masjid As-Syifa menggelar acara halal bihalal, 1 Dzulqidah 1446 H – 29 April 2025.

Hadir pada kesempatan itu, Plh Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado Ns Suwandi I Luneto,S.Kep,M.Kes, Manager dan Asisten manager dan staf serta undangan lainnya.

Plh Dirut RSUP Kandou Manado dalam sambutannya menyampaikan halal bihalal dilaksanakan setiap tahun dengan satu tujuan untuk ajang silahturahim sesama karyawan muslim yang ada di lingkup RSUP Kandou Manado.

Luneto berpesan agar pegawai selalu mensuport pengembangan rumah sakit kandou ini. “Torang saat ini lagi dalam pengembangan rumah sakit kandou secara keseluruhan, kita harus mensuport,” kata Luneto.

Selain itu, Luneto mengingatkan kepada pegawai untuk meningkatkan etos kerja. ” Diharapkan untuk terus meningkatkan etos kerja, jangan selalu mengeluh,” tukasnya.

Plh Dirut RSUP Kandou Manado Ns Suwandi I Luneto,S.Kep,M.Kes Saat Memberikan Sambutan (foto : Gemparnews)

“Apa yang ada harus disyukuri. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama suport rumah sakit kandou ke arah yang lebih baik,” sambungnya.

Sementara itu, Ceramah dalam tausyiah yang disampaikan oleh ust KH Muyassir Arif, M.Pd.I bahwa halal bihalal merupakan ajang silahturahim untuk mempererat tali persaudaraan.

halal bihalal ini lanjut ust Muyassir mengatakan merupakan kegiatan unik, karena hanya ada di Indonesia.

“Kegiatan silaturahim hanya di Indonesia. Sehingga kita berharap kegiatan yang mulia ini dapat mempererat tali persaudaraan kita,” ucapnya.

Tujuan kegiatan halal bihalal kata ust Muyassir, untuk saling memaafkan. Halal bihalal adalah ingin mensucikan dosa-dosa kita. Kalau kita saling bersilahturahim membuat kita semakin kompak. (sisco)




RSUP Kandou Manado Dukung Layanan Kesehatan ke Sistem KRIS JKN

Manado,GN- Ketua Tim Persiapan Pelaksanaan KRIS JKN RSUP Kandou Manado, Novi Rapar ST menegaskan arahan Dewan Direksi akan terus diupayakan seluruh tim untuk memenuhi 12 kriteria KRIS JKN.

“Kami selalu melakukan koordinasi dan sinergi agar program ini dapat berjalan. Dan ini menjadi dasar tim bekerja demi maksimalnya pelaksanaan KRIS JKN di RSUP Prof Kandou Manado,” kata Manager Tim Kerja Umum RSUP Prof RD Kandou Manado, Senin (25/4/2025) usai apel kerja.

Sebelumnya, Direktur Layanan Operasional RSUP Prof Kandou Manado dr Wega Sukanto SpB-TKV dalam arahannya ketika Apel Kerja, mengatakan bahwa RSUP Prof Kandou Manado mendukung penuh transisi layanan kesehatan ke sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai kebijakan BPJS Kesehatan.

“Kami telah membentuk tim untuk maksimalnya pelaksanaan KRIS Jaminan Kesehatan Nasional di RSUP Prof Kandou sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024,” ujar dr Wega panggilan akrabnya.

Berikut ini merupakan 12 kriteria dalam sistem KRIS JKN.
(1) Komponen bangunan yang digunakan tidak memiliki tingkat porositas yang tinggi. (2) Ventilasi udara memenuhi pertukaran udara pada ruang perawatan biasa minimal 6 kali pergantian udara per jam. (3) Pencahayaan ruangan buatan mengikuti kriteria standar 250 lux untuk penerangan dan 50 lux untuk pencahayaan tidur.

(4) Kelengkapan tempat tidur berupa adanya 2 kotak kontak dan nurse call pada setiap tempat tidur. (5) Adanya nakas per tempat tidur. (6) Dapat mempertahankan suhu ruangan mulai 20-26 derajat Celcius. (7) Ruangan telah terbagi atas jenis kelamin, usia, dan jenis penyakit (infeksi dan non infeksi).

(8) Kepadatan ruang rawat inap maksimal empat tempat tidur, dengan jarak antar tepi tempat tidur minimal 1,5 meter. (9) Tirai/partisi dengan rel dibenamkan menempel di plafon atau menggantung. (10) Kamar mandi dalam ruang rawat inap. (11) Kamar mandi sesuai dengan standar aksesibilitas.
(12) Outlet oksigen. (sisco)

 




RSUP Kandou Manado Bersama FK Unsrat Sepakat Tingkatkan Mutu Pendidikan Dan Pelatihan PPDS

Manado,GN – Rapat Koordinasi (Rakor) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado bersama Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado,Rabu (23/4/2025), berlangsung di ruangan webinar RSUP Kandou.

Pembahasan dalam rakor tersebut untuk penguatan kedua institusi ini dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Di kesempatan itu,Ns Suwandi I Luneto, SKep,MKes selaku Plh Direktur Utama RSUP Kandou Manado menjelaskan rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan implementasi regulasi yang berlaku di masing-masing institusi.

‎“Perkembangan kita menuju arah yang positif. Dengan begitu, apa yang menjadi harapan masyarakat terhadap RSUP Kandou dan Fakultas Kedokteran Unsrat akan segera terwujud,” Jelas Luneto.

‎Sementara Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat, Dr dr Billy J Kepel, M.Med.Sc, Sp.KKLP, mengapresiasi terhadap kerja sama yang telah terjalin selama ini.

“Kita sadar, dengan kolaborasi erat antara dua institusi ini, progres dari action plan sudah mulai terlihat. Meski masih ada kendala, kami optimis melalui kerja sama ini, kita dapat mencari solusi bersama dan melangkah ke arah perbaikan yang lebih baik,” ujar Dekan.

‎Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi sepakat untuk segera menindaklanjuti kesepakatan yang ada dengan menyusun rencana aksi yang terukur dan terjadwal. Langkah konkret tersebut ditujukan untuk meningkatkan kegiatan pendidikan kesehatan di lingkungan RSUP Kandou.

‎Dengan kerjasama ini diharapkan, dapat berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dokter spesialis di Rumah Sakit dan lebih umumnya untuk pelayanan kesehatan di bumi nyiur melambai.

Untuk diketahui, Rapat koordinasi ini adalah tindak lanjut dari diskusi sebelumnya pada 14 April 2025, dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, dan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes.

‎Hadir dalam pertemuan ini, Ketua SPI  dr Joudy Gessal,Sp.KFR, Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan, dr Judy Flora Sengkey,MKes, Asisten Manajer Tim Kerja Pendidikan, dr Silvana E Sjeane Lumeno.l, Ketua Komkordik dr. Janeline Tengor, Sp.JP., Subsp.P.Kv, Wakil Dekan 1 FK Unsrat Dr,dr Nurdjannah Jane Niode, Sp.DVE, subsp Ven, Wakil Dekan 2, dr Damayanti Pangemanan, M.Kes, AIFO,AIFM. Sp.KKLP, Wakil Dekan 3, dr Frans Wantania,SpPD.
(sisco)

.




Simak Penjelasan dr Praisilia RV Najoan,SpA(K) Terkait Penyakit Tuberkulosis

Manado,GN- Dalam.rangka memperingati hari Tuberkulosis se- sedunia RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menggelar sosialisasi. Kegiatan ini di laksanakan di Poliklinik anak,Rabu (26/3/2025) dengan tema Lindungi Anak dari Tuberkulosis, pentingnya Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

dr Praisilia RV Najoan,SpA(K) (foto : Gemparnews)

Nara sumber kegiatan sosialisasi tersebut yakni dr Praisilia R.V Najoan,SpA(K) selaku dokter spesialis anak Subspesialis Respirologi. Kegiatan ini di hadiri pasien dan keluarga pasien.

Pada kesempatan itu, dr Praisilia menjelaskan terkait pentingnya Terapi Pencegahan Tuberkulosis. Menurutnya tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini penularannya melalui droplet (percikan udara red) saat batuk atau bersin dari penderita tuberkulosis aktif.

Tuberkulosis dapat dicegah atau diobati tetapi menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Peringkat kedua terbanyak di dunia,negara Indonesia dalam penyakit tuberculosis.

Untuk mengenal tanda dan gejala lain penyakit tuberkulosis yakni Demam yang umumnya tidak tinggi (berlangsung kurang lebih selama 15 hari dan atau berulang tanpa sebab, yang sering muncul di malam hari), pembengkakan kelenjar getah bening di daerah leher rahang bawah, ketiak, dan selangkangan, turunnya nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan atau berat badan tidak naik selama 2 bulan berturut-turut.

Gejala yang sulit dideteksi ini menjadi tantangan utama dalam mengidentifikasi penyebab TB pada anak. Mencegah infeksi TBC bukan hanya membutuhkan tubuh yang sehat dan imun yang kuat, tetapi juga memperhatikan kebersihan lingkungan rumah atau tempat tinggal.

Usai sosialisasi, dr praisilia kepada sejumlah media menjelaskan  bahwa Indonesia adalah peringkat kedua di dunia terbanyak penyakit tuberkulosis. Sehingga  saat ini pemerintah Indonesia menyiapkan obat tuberkulosis secara gratis untuk pengobatan.

” Jadi hari kami mengajak setiap orang tua jangan takut untuk memeriksakan anaknya kalau ada kontak dengan orang dewasa yang sakit tuberkulosis,” kata dr praisilia.(sisco)




Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan Pengamanan di RSUP Kandou Manado

Manado,GN – Tingkat kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan dan juga pengamanan di area RSUP Prof Dr RD Kandou Manado mendapat apresiasi dari keluarga pasien.

Respon baik atas pelayanan ini, menjadi motivasi bagi civitas hospitalia RSUP Kandou Manado untuk terus memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat.

Novi Rapar,ST (foto : Gemparnews.com)

Apresiasi ini datang dari keluarga pasien, juga selaku warga masyarakat Bolaang mongondow. Ibu Lian selaku keluarga pasien dari desa Imandi menuturkan selama menjaga keluarganya yang sedang dirawat di irina A, para petugas kesehatan begitu ramah. Tak terkecuali dokter dan perawat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab.

” Saya sudah tiga hari di ruangan ini menjaga keluarga yang sedang di rawat. Selama disini kami melihat pelayanan kesehatan oleh petugas kepada semua pasien dilakukan dengan ramah dan penuh tanggungjawab. Kami selaku keluarga pasien sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada management rumah sakit kandou,” tutur ibu lian kepada media Gemparnews.com Selasa, (18/3/2025).

Sementara, keluarga pasien lainnya yang berada di unit gawat darurat turut memberikan komentar dan penilaian terkait pengamanan di RSUP Kandou Manado.

” Pengamanan di sini sangat baik di bandingkan tahun – tahun sebelumnya. Dimana – mana terlihat petugas pengamanan saling komunikasi dan koordinasi. Dengan pengamanan seperti ini meminimalisir hal – hal yang tidak di inginkan bersama seperti kehilangan barang dari keluarga pasien,” kata bapak Aldi.

Dengan pengamanan dan pelayanan yang baik di rumah sakit kandou ini, Aldi menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit semakin tinggi.

“Artinya masyarakat semakin percaya, atas pelayanan yang di berikan oleh rumah sakit kandou Manado. Dan ini tentunya menjadi salah satu ukuran bagi masyarakat atas pelayanan,” ucapnya.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado melalui Manager umum Novi Rapar,ST menyampaikan terimakasih atas apresiasi masyarakat terhadap pelayanan di rumah sakit ini.

” Terimakasih apresiasi dari masyarakat atas pelayanan di rumah sakit ini. Kami tidak dapat menilai sendiri bagaimana  pelayanan kami terhadap masyarakat khususnya para pasien di rumah sakit kandou, hanya merekalah yang dapat menilai. Namun kami, rumah sakit kandou tetap optimisme dan terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dari segi pelayanan, kenyamanan dan keamanan di RSUP Kandou Manado,” tandasnya. (sisco)

 




Stok Obat di RSUP Kandou Tahun 2025 Relatif Aman

Manado,GN – Memasuki tahun 2025 stok obat di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado masih relatif aman, artinya aman dalam taraf tertentu atau tidak mutlak.

Hal ini dikatakan Direktur Utama RSUP Kandou Manado melalui Manager Pelayanan Penunjang Nurliah Arsham, S.Si,Apt, MARS ketika ditemui awak media ini diruangan kerja, Kamis (20/2/2025).

Manager Pelayanan Penunjang,Nurliah Arsham,S.Si,Apt,MARS (foto : Gemparnews)

“Untuk stok obat tahun 2025, relatif aman. Seperti tahun lalu RSUP Kandou tetap komitmen melaksanakan pelayanan di rumah sakit, baik itu pasien BPJS maupun non BPJS,” kata Nurliah.

Lanjut Nurliah menjelaskan, meskipun tahun ini ada efisiensi anggaran namun harapan kami tidak berimbas kepada penyediaan obat obatan, karena obatan itu vital untuk pelayanan pasien.

” Kalaupun kemudian ada hambatan – habatan itu karena ada mekanisme yang harus rumah sakit ikuti ketetapan dari kementerian yaitu mekanisme konsolidasi. Jadi kalau selama ini pengadaan obat obatan mengacu pada pembelian via e-katalog, sekarang harus melihat hasil – hasil konsolidasi dari kementerian kesehatan,” jelasnya.

Nurliah mengatakan terkait pembelian obat pihaknya harus melihat perbedaan harga konsolidasi dan e-katalog.
“Inikan terus bergulir, jadi rumah sakit harus melihat apakah ada perbedaan harga dari harga konsolidasi dengan e- katalog. Jika harga konsolidasi itu lebih murah maka harus mengacu dari harga konsolidasi dengan negosiasi pada distributor,” ucapnya.

“Nah ini akan memakan waktu sedikit lama dan sedikit akan mengganggu penyediaan obat. Tetapi saya yakin teman teman pengadaan di rumah sakit akan tetap berupaya agar pelayanan terhadap pasien tidak terganggu,” tandasnya. (sisco)




Dukung Penambahan Fasilitas Pusat Layanan Kanker Terpadu, Dirut Yuli Astuti Saripawan : Terimakasih Pimpinan Kemenkes RI

Manado,GN – Plt Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, drg Yuli Astuti Saripawan menyampaikan terimakasih kepada pimpinan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI atas dukungan penambahan fasilitas pusat layanan kanker terpadu.

Plt Dirut RSUP Kandou Manado drg Yuli Astuti Saripawan,MKes (foto : Gemparnews)

“Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan Kementerian Kesehatan RI dan IsDB regional Hub Indonesia yang melalui komitmennya dapat memberikan dukungan penambahan fasilitas pusat layanan kanker bagi 2,7 juta jiwa penduduk Sulawesi Utara,” kata Dirut Yuli Astuti Saripawan saat memberikan laporan pada acara ground breaking pusat layanan kanker terpadu RSUP Kandou Manado, Jumat (14/2/2025).

Dirut juga mengatakan RSUP Prof.Dr.R.D Kandou Manado memiliki sejarah yang panjang dari tahun 1936 di Gunung Wenang hingga sejak tahun 1995 pindah ke lokasi sekarang di kecamatan Malalayang, Kota Manado, dan menjadi RS Rujukan bagi beberapa provinsi di Indonesia Timur.

Rencana Gedung Pusat Layanan Kanker ini terdiri dari 11 lantai dan 1 basement dengan total luas bangunan 22.578 m2 dan terdapat 148 tempat tidur dan 3 Kamar Operasi Modular.

” Direncanakan pembangunan ini dilaksanakan selama 18 bulan dan selesai bulan Juni 2026 Pada bangunan ini akan dilengkapi dengan peralatan pendukung untuk penegakkan diagnosa dan tatalaksana kanker berupa CT simulator dengan Linear Accelerator, SPECT-CT, dan Brachyterapi,” ungkapnya.

Dirut berharap Gedung Pusat Layanan Kanker ini akan menjadi pusat pelayanan yang terintegrasi, menyediakan fasilitas dan teknologi yang tergolong modern untuk diagnosis, perawatan, dan rehabilitasi pasien kanker.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Abusono (foto : Gemparnews)

Dirut berkomitmen untuk menghadirkan layanan medis yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi mengutamakan kenyamanan serta keselamatan pasien.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Bapak Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Kesehatan dan berbagai pihak sehingga saya dapat mengawali proses pembangunan ini. Saya yakin, dengan dibangunnya gedung ini akan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan penyakit kanker,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Abuwono, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi . Bahkan Wamenkes meyakini kolaborasi berbagai pihak menjadikan pusat enkologi semakin berkualitas.

“Kami yakin kolaborasi berbagai pihak ,pemerintah,Forkopimda, para dokter, masyarakat dan pemangku kepentingan bisa menjadikan pusat onkologi ini berkualitas dan terjangkau,” ungkap Wamenkes.

“Dengan tulus dari hati yang paling dalam saya sampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proyek ini terutama kepada Islamic Development Bank,” tandasnya.

Penekanan Tombol Tanda di Mulai Pembangunan Pusat Layanan Kanker Terpadu RSUP Kandou Manado (foto : Gemparnews)

Selanjutnya Wamenkes bersama Dirut RSUP Kandou Manado dan juga Walikota Manado menekan tombol tanda dimulainya pembangunan pusat layanan kanker terpadu di RSUP kandou Manado.

Usai membuka acara ground breaking, Wamenkes dan Dirut RSUP Kandou Manado bersama jajaran Direksi meninjau ruangan IGD dan gedung CVBC RSUP Kandou. (sisco)