Di Buka Dirut RSUP Kandou Manado, 43 Mahasiswa Stikes Muhamadiyah Manado Ikut Workshop

Manado,GN- Sebanyak 43 Mahasiswa Stikes Muhamadiyah Manado Program Studi Ners mengikuti workshop Selasa (15/2/2022) sebelum turun lapangan. Workshop tersebut menyangkut pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pengendalian Penyakit Infeksi (PPI) Covid-19 dan Keselamatan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS).
Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Dr drJimmy Panelewen, SpB-KBD saat membuka kegiatan tersebut didampingi Direktur SDM, Penddikan dan Umum Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty, MKes, Perwakilan dari Stikes Muhammadiah Manado Ibu Merry Rineke Rimporok, BSc, SPd, MKes Koordinator Diklit dr Hanry Takasenseran, Kepala Instalasi Diklat Dra Sisca Hutadjulu, MSi serta pejabat terkait lainnya.

Dirut mengatakan saat ini kebutuhan tenaga kesehatan secara lokal, nasional, regional bahkan global sangat dibutuhkan. Oleh karena itu kata Dirut banyak bermunculan fakultas- fakultas baru khususnya dibidang kesehatan selain untuk memenuhi kebutuhan SDM yang ada di Sulawesi Utara, juga dikawasan Indonesia Timur bahkan sampai ditingkat Nasional dan Global.

Lanjut Dirut mengatakan setiap mahasiswa harus mempersiapkan diri secara matang, agar nantinya menjawab tantangan dan berkompetisi sesuai dengan kompetensi dari mahasiswa, namun memang untuk pengembangannya sedikit tertahan karena diakibatkan pandemi Covid-19. “Dalam konteks layanan publik terhadap masyarakat bahwa unsur softskill itu menjadi unsur yang sangat penting, walaupun kita pintar tetapi jika kita tidak mampu menjalin komunikasi dengan baik kepada pasien dan keluarganya, maka anda akan ditinggalkan,” kata Dirut.

Dalam era digitalisasi yang berkembang sangat cepat saat ini, ada beberapa tindakan yang sudah mulai dilakukan dengan menggunakan tenaga robot dan bahkan tenaga robot lebih cepat dari manusia, tetapi bukan berarti hal ini menjadi alasan untuk bisa menggeserkan atau menggantikan yang namanya profesi sebagai dokter, atau perawat karena sebagai manusia tetap harus ada kontak psikologis antara dokter, perawat dan juga pasien yang tidak dimiliki oleh tenaga robot kesehatan.

Lebih jauh panelewen menegaskan semua mahasiswa harus melengkapi diri dengan softskill yang tentunya harus didasari pada keinginan yang sangat kuat dari dalam diri masing-masing dan harus memiliki komunikasi yang baik serta kontak psikologis dengan pasien. Dan juga punya empati dan simpati terhadap pasien dan keluarga pasien.

Dirut mengajak mahasiswa untuk bisa merubah budaya untuk selalu peduli atau Care terhadap pasien sesuai dengan essensi dari pelayanan Dokter dan perawat.

Ditempat yang sama, perwakilan dari Stikes Muhammadiah Merry Rineke Rimporok, BSc, SPd, MKes, menyampaikan apresiasi kepada Manajemen RSUP Kandou Manado, sudah menerima Mahasiswa program studi Ners Stikes Muhammadian untuk melakukan pendidikan praktek lapangan selama 4 bulan dengan harapan agar selama mengikuti pendidikan di RSUP Kandou harus memberikan performa yang baik sesuai dengan standar pelayanan yang ada di RSUP Kandou. Serta tetap menjaga nama baik dari Stikes Muhammadiah dan juga RSUP Kandou.

Diketahui, kegiatan ini berlangsung selama 4 hari (15 -18 Februari 2022) dan peserta akan mendapatkan materi dari Narasumber yang sangat berkompeten dibidangnya dan diawali dengan materi tentang nilai-nilai Revolusi Mental Bidang Kesehatan yakni Integritas, Kerja Keras dan Gotong Royong oleh Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty, MKes (*/sisco)




RSUP Kandou Manado Gelar Workshop Pelatihan HPK Untuk 145 Pegawai

Manado,GN- Direktur Utama (Dirut)Dr dr Jimmy Panelewen,SpB, KBD di wakili oleh Koordinator Diklit dr Hanry Pasandaran membuka pelaksanaan Workshop Pelatihan (HPK) atau Hak Pasien dan Keluarga untuk gelombang satu, bagi 145 Pegawai RSUP Kandou Manado.

Peserta Mengikuti Workshop Secara Daring (foto : ist)

145 pegawai tersebut terdiri dari Dokter, Perawat dan tenaga Administrasi secara Daring, Kamis (27/01/2022).Acara tersebut dilaksanakan selama dua hari mulai 27 – 28 Januari 2022.

Koordinator Diklit dr Hanry Pasandaran saat membuka kegiatan tersebut mengapresiasi atas keikutsertaan dari pegawai di lingkup RSUP Kandou Manado, sambil berharap dengan mengikuti workshop pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi semua peserta.

Di ketahui, kegiatan workshop pelatihan HPK tersebut dimulai pukul 09.30 wita hingga selesai. (sisco)




RSUP Kandou Manado Siapkan Layanan Executive

Manado,GN- Pemerintah mulai mendorong setiap rumah sakit pemerintah salah satunya Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado untuk melakukan layanan Executive. Layanan Executive ini di peruntukan bagi pasien di luar BJPS, Untuk layanan berbayar. Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama (Dirut) Dr dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD Rabu, (6/10/2021) kemarin siang.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB,KBD Saat Melantik Pejabat (foto: gemparnews)

Dirut mengatakan layanan Executive ini sudah di dominasi oleh rumah sakit swasta. ” Kemarin kami melakukan rapat dengan Wamen,Dirjen dan Sekjen, poin ini atau kelompok ini sudah di ambil oleh rumah sakit swasta dan rumah sakit pemerintah mulai di dorong, jadi kita berusaha agar layanan Executive ini lebih maju,” kata Dirut.

Lanjut Dirut mengatakan RSUP Kandou Manado mulai melirik pasar-pasar yang di garap oleh rumahsakit swasta. Untuk itu, kata Dirut sejumlah sarana dan prasarana akan di siapkan dan di benahi.” Saya sudah mintakan agar sarana dan prasarana, barang kali tahun depan salah satu gedung nanti akan kita renovasi untuk rawat inap bagi pasien-pasien executive ini,” katanya.

Selain itu,Dirut menjelaskan tentang branding yang akan di siapkan oleh RSUP Kandou Manado. ” Jadi branding itu perlu di kaji se objektif mungkin dan branding itu bisa berganti-ganti. Dan brandingnya kita sudah siapkan untuk menggarap pasien dengan langkah pertama kita menjalin kerjasama dengan rumah sakit luar dan juga di Asia Tenggara,” tutupnya. (sisco)




Kegiatan Webinar Edukasi Kesehatan Di Ikuti Ribuan Siswa, Direktur SDM Pendidikan Dan Umum Apresiasi Instalasi Promkes RSUP Prof Dr RD Kandou Manado

Manado,GN- Guna meningkatkan kualitas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof dr RD Kandou Manado, khususnya Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran Rumah Sakit Kandou menggelar edukasi kesehatan awam kepada 11 sekolah di Kota Manado secara serentak, Selasa (25/5/2021) pagi tadi. Kegiatan edukasi kesehatan awam ini dilakukan secara daring Melalui aplikasi Zoom webinar Youtube mengangkat tema kesehatan reproduksi, pergaulan bebas dan napza pada remaja ini diikuti oleh ribuan siswa dari sejumlah sekolah di Kota Manado.

 

Direktur Utama RSUP Kandou Manado yang diwakili Direktur SDM, Pendidikan dan Umum Dr dr Ivonne Elizabeth Rotty, MKes membuka kegiatan webinar edukasi kesehatan. Dr Ivonne memberikan apresiasi kepada Instalasi Promkes Kandou Manado yang berinisiatif untuk melakukan edukasi kesehatan tersebut. ” Saya mengapresiasi kepada instalasi promkes telah menggelar edukasi kesehatan ini kepada para siswa lewat aplikasi zoom. Dan hal ini ditanggapi dengan baik oleh para sekolah- sekolah yang telah bergabung dalam kegiatan edukasi ini,” ucap dr Ivonne.

Sementara itu, dr Ade John Nursalim, MM, MARS,SpM yang didaulat sebagai moderator membuka sesi materi dengan memperkenalkan narasumber yang sangat berkompeten dalam bidangnya masing-masing yakni Dr dr Joice Sondakh, SpOG (K) Konsultan obstetri sosial Dan merupakan salah satu staf dari RSUP Prof dr R D Kandou dan Juga pengajar di Universitas Sam Ratulangi . dr Joice membawakan materi mengenai “Kesehatan reproduksi remaja dan permasalahannya”.

Sesi kedua diisi oleh ibu Hanna Nina Ireine Monareh, M.Psi, Psikolog. Psikolog klinik Di Instalasi rehabilitasi medik RSUP Prof dr RD kandou. Ibu hanna membawakan materi berjudul “tantangan dan peran remaja hadapi napza”

Sesi ketiga diisi oleh dr Shekina Hannah Esther Rondonuwu, Sp.A staf Ilmu kesehatan anak dari RSUP Prof dr R D Kandou dan Juga pengajar di Universitas Sam Ratulangi. Dr Shekina membawakan materi berjudul “remaja masa kini who are we”.

Acara berlangsung meriah karena materi yang disajikan sangat menarik perhatian bagi para siswa, dimana ribuan siswa secara aktif memberikan pertanyaan dalam sesi tanya jawab baik melalui aplikasi Zoom maupun YouTube Live.

 

Kepala instalasi promosi kesehatan dan pemasaran Rumah Sakit Kandou Manado dr Sekplin Sekeon, SpS, MPH Menutup kegiatan Dengan mengucapkan terima kasih kepada dewan direksi, Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado Pastor Revi Rafael Tanod, Pr, para Kepala sekolah Dari 11 sekolah yang ikut berpartisipasi dalam acara edukasi kesehatan dan tim panitia .

Instalasi promosi kesehatan dan pemasaran Rumah Sakit Kandou berharap Hasil dari kegiatan webinar kesehatan awam ini dapat meningkatkan pemahaman para siswa dan siswi SMA dan SMP yang hadir mengenai kesehatan reproduksi, pergaulan bebas dan napzah yang nantinya meningkatkan kualitas kesehatan dan prestasi siswa.
Berikut ini 11 sekolah yang ikut berpartisipasi dalam webinar yakni :
– SMA Aquino Manado (Kleak)
– SMA St Ignasius Manado (Malalayang)
– SMA Laurensius Manado (Perkamil)
– SMK Xaverius Manado (Komo)
– SMP St Monika (Paniki)
– SMP St Antonius (Tikala)
– SMP St Hubertus (Tuna)
– SMP Siti Fatima (Tuminting)
– SMP St Rafael (Kleak)
– SMP Hati Kudus (Karombasan)
– SMP Dominico Savio (Bumi Beringin)
(sisco/*)




Seleksi Administrasi Hingga 10 Desember 2020, RSUP Kandou Butuh 59 Tenaga Profesional

Manado,GN- Peluang kerja bagi anak-anak terbaik bangsa untuk berkarya bersama RS terakreditasi internasional ini, kembali di buka oleh RSUP Prof Kandou Manado.

Seleksi administrasi dibuka hingga Kamis, 10 Desember 2020 mendatang. Melalui program penerimaan tenaga Badan Layanan Umum (BLU) RSUP Prof Kandou Manado Semeser II Tahun Anggaran 2020.

Dirut RSUP Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD (kiri) didampingi Ketua SPI dr BJ Waleleng SpPD-KGEH (foto : ist)

 

Di jelaskan oleh Direktur Utama RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD, bahwa penerimaan 59 tenaga BLU ini dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan dapat mengoptimalkan teknologi yang ada.

Diketahui, ada 12 jenis tenaga yang dibutuhkan. Di antaranya, 3 Dokter Umum untuk penempatan di unit ICU, 20 Perawat Ahli (S1 Keperawatan) di Bidang Keperawatan, 5 Perawat Terampil (D3 Keperawatan) di Bidang Keperawatan, dan 3 Perawat Anastesi (D3 atau D4 Penata Anastesi). Kemudian, 5 Apoteker (S1 Farmasi Apoteker) untuk Instalasi Farmasi, 5 Asisten (D3 Farmasi) ke Instalasi Farmasi, 5 Radiografer (D3 Teknik Radiologi, D4 Teknologi Radiologi Politeknik Jurusan Radidiagnostik dan Radioterapi) untuk Instalasi Radiologi/Radioterapi, serta 1 Psikolog Ahli (s1 Psikolog) untuk Instalasi Rehabilitasi Medik.

Selain itu, 5 Programmer (Semua pendidikan S1 dan memiliki sertifikat programmer) untuk Instalasi SIMRS, 3 Administrasi Umum terdiri dari 2 tenaga S1 Ekonomi dan 1 tenaga S1 Sosial untuk Direktorat Perencanaan, Keuangan, BMN. Termasuk 2 Analis Hukum / Pranata Humas (S1 Hukum) untuk Direktorat SDM, Pendidikan dan Umum, serta 2 tenaga Pengadministrasian Keuangan/Analis Keuangan (S1 Ekonomi Akuntansi) untuk Bagian Verifikasi dan Perbendaharaan.
Dari sejumlah persyaratan umum, diingatkan bahwa batas usia minimal 16 tahun dan maksimal 46 tahun.

Selanjutnya, pelamar berasal dari Perguruan Tinggi atau program studi yang terakreditasi BAN-PT atau Pusdiknakes atau Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). Dan saat kelulusan dengan IPK minimal 2,75 (skala 4,00).

Sementara, panitia juga menyertakan persyaratan khusus bagi Dokter, Perawat dan Tenaga Kesehatan Lain wajib memiliki STR yang masih berlaku. Sedangkan khusus programmer memiliki ketrampilan manajemen proyek, menguasai User Interface dan User Experience seperti HTML, CSS, dan Java Script. Menguasai Java Script Framework, Server Side Languages, Database Technology dan Server Adminitration. (*/sisco)




Komitmen Dukung Program JKN-KIS, RSUP Kandou Manado Sabet Penghargaan Kategori Rumah Sakit Kelas A Dari BPJS

Manado,GN- Dinilai sebagai rumah sakit yang paling berkomitmen serta berkontribusi nyata mendukung program JKN-KIS, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan penghargaan kategori Rumah Sakit Kelas A tingkat Kedeputian Wilayah Sulawesi Utara,Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara kepada RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dalam acara Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan yang dilaksanakan di Kotamadya Tomohon, Rabu (14/10/2020).

Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD Menerima Penghargaan Dari BPJS Kesehatan (Foto: ist)

Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD selaku Direktur Utama RSUP Kandou Manado merasa bangga dan menyampaikan terima kasih atas apresiasi penghargaan yang telah diberikan pihak BPJS sebagai mitra kerja. ” Terima kasih atas penghargaan di berikan kepada RSUP Kandou Manado sebagai Rumah Sakit yang sangat berkomitmen dan berkontribusi nyata dalam mendukung program JKN-KIS serta memberikan Pelayanan Kesehatan yang berkualitas termasuk juga dalam penanganan pasien dimasa Covid-19,” ujar Panelewen.

Lebih jauh Dirut mengatakan dengan diterimanya penghargaan ini, menjadi motivasi untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang ada di Sulawesi Utara dan sekitarnya lebih khusus lagi di masa pandemi Covid-19. “Saya berharap dengan diterimanya penghargaan ini, menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas,” tutupnya. (Framu)




Aplikasi TelmeK, RSUP Prof Kandou Utamakan Mutu Pelayanan

Manado,GN- Seiring dengan kemajuan dan perkembangan dunia teknologi, semua akses pekerjaan menjadi mudah dan cepat seperti kehadiran aplikasi Telemedicine.
Aplikasi Telemedicine (TelmeK ) adalah aplikasi yang disediakan untuk pasien yang ingin melakukan konsultasi dokter secara online. Aplikasi ini juga melayani pasien yang ingin melakukan pemeriksaan Laboratorium, dimana petugas laboratorium yang akan mendatangi pasien dirumah.

Aplikasi ini juga melayani pelayanan resep atau obat di apotik rumah sakit tanpa harus datang ke rumahsakit. Caranya nanti dari apotik atau depo yang akan mengirimkan obat, yang diperlukan pasien lewat Kurir. Sehubungan dengan itu, Direktur SDM Pendidikan dan Umum Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty,MKes pun angkat bicara.

Dikatakannya, dalam masa pandemi Covid – 19 RSUP Kandou Manado tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Sulawesi utara yang bermutu. Serangkaian masuk dalam Era Revolusi Industri 4.0 ada beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh RSUP Kandou Manado untuk lebih efisiensi dan efektifitas. Program yang telah dilakukan oleh RSUP Kandou yaitu TelmeK.

“Ini sejalan dengan program pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan, dimana kita memberikan pelayanan kepada pasien dengan jarak jauh berupa Konsultasi Jarak jauh, dengan melayani pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, dimana petugas Laboratorium dapat langsung kerumah pasien untuk pengambilan sampel,” kata Dr Ivonne kepada media ini.

Lanjut Dr Ivonne, ini bertujuan untuk mengurangi kontak dengan pasien tanpa mengesampingkan mutu pelayanan. “Telemedicine (TelmeK) diperuntukan bagi pasien umum, namun tidak menutup kemungkinan akan berlaku juga bagi pasien BPJS,” ujarnya.

Melalui TelMek sambung Dr Ivonne, konsultasi pasien dengan dokter melalui aplikasi Telmek diberikan free /bebas biaya konsultasi selama 3 bulan, Oktober sampai Desember 2020.
“Jadi konsultasi pasien dengan dokter melalui aplikasi telmeK bebas biaya atau gratis selama tiga bulan,” tukasnya.

Lebih jauh Dr Ivonne menjelaskan Inovasi yang kedua, yang dilakukan oleh RSUP Kandou adalah e-pengadaan barang dan jasa.Dimana pengadaan barang dan jasa dilakukan secara Elektronik yang bertujuan untuk mempercepat pengadaan barang dan jasa. Sedangkan untuk inovasi yang ketiga adalah e-rekam medic, dimana aplikasi ini merupakan Indikator Kinerja Terpilih (IKT) dari RSUP Mandou Manado. ” Dengan adanya aplikasi ini, saya mengharapkan kepada para PPA yang didalamnya ada Dokter, Perawat dan tenaga kesehatan lainnya, dapat mencatat rekam medik pasien secara elektronik,” terang Dr Ivonne.

Perlu diketahui juga, sambung Dr Ivonne bahwa RSUP Prof Dr RD Kandou Manado merupakan rumah sakit rujukan yang ditunjuk oleh Kementerian kesehatan sebagai Rumah sakit Rujukan Covid–19. Dimana ruangan yang disediakan untuk perawatan pasien Covid-19 berada dalam gedung tersendiri yang disebut dengan ruang Isolasi, tidak dirawat dengan pasien yang non Covid-19.

“Dengan bertambahnya jumlah pasien Covid-19, maka RSUP Kandou manado telah menambah gedung, untuk perawatan pasien Covid-19 seperti gedung Irina Nyiur Melambai dan Gedung Irina Anggrek. Semua posisi gedung ini terpisah dengan ruang perawatan pasien non Covid-19. Juga untuk gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) terpisah antar pasien Covid-19 dan pasien yang bukan pasien Covid-19,” tutup Direktur SDM Pendidikan dan Umum ini. (*/sisco)




Komite PPI RSUP Kandou Manado Gelar Pembekalan Penanganan Pasien Covid-19 Kepada Dokter Dan Petugas

Manado,GN- Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUP Kandou Manado menggelar kegiatan Pembekalan Penanganan Pasien Covid-19 Kepada Dokter Dan Petugas di Rehabilitas Medik RSUP Kandou Manado.Selasa, (22/9/2020).

Sebelum melakukan praktek, cara menggunakan Atribut Covid-19 diberikan terlebih dahulu materi terkait dengan penanganan Covid-19 oleh dr Agung Nugroho,SpPD,KPTI.

Kepala instalasi Rehabilitasi Medik Dr dr Theresia Isye Mogi, SpKFR-K, SH, MKes mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada dokter residence dan petugas lainnya dalam menangani pasien yang tertular covid-19 di rawat di RSUP Kandou Manado.

“Jadi hari ini Komite PPI RSUP Kandou Manado menggelar kegiatan pembekalan untuk dokter residence dan seluruh staf yang terlibat didalam pelayanan penanganan pasien covid-19,” pungkasnya. (Framu/sisco)




Dirut Tinjau Alat Baru Terumo Spectra Optia Aperesis di UTDRS Kandou

Manado,GN- Direktur Utama (Dirut) Dr dr Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD Senin, (14/9/2020) melakukan peninjauan ke UTD Rumah Sakit Kandou Manado.

Dirut dalam peninjauan tersebut didampingi oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Umum Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty MKes, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan serta pejabat terkait.

Saat di UTRS Kandou, Dirut di sambut oleh Kepala UTD RSUP Kandou dr Neila Mandey, SpPK. Dijelaskan dr Nela bahwa fungsi dari Donor Aperesis adalah Pengambilan komponen darah tertentu sesuai yang dibutuhkan saja oleh pasien dengan menggunakan alat atau mesin khusus, dimana komponen yang tidak dibutuhkan itu tidak diambil dan dikembalikan lagi ke tubuh pendonor.

” Hasil donor ini lebih banyak digunakan bagi pasien Leukimia, Pasien dengan gangguan sistem pembekuan darah, Pasien Kelainan Darah, dan Pasien DBD Dengue,” jelas dr Nela.

Selain itu di jelaskannya, penambahan peralatan CT Scan 16 Slince dari Siemens Somatom dihadirkan di Instalasi Gawat darurat (IGD) yang tentunya untuk mempermudah dan mempercepat penanganan pasien di IGD termasuk juga Alat Cryostar merk Themo Scientifik yang ada di laboratorium Patologi Anatomi yang berfungsi untuk memotong jaringan pada tubuh manusia dengan cara di bekukan dan di potong tipis dengan ketebalan beberapa mikrometer. ” Keuntungan menggunakan alat ini adalah proses pemeriksaan yang cepat untuk mengetahui jinak atau ganasnya suatu jaringan tumor durante operasi sehingga operator (dokter bedah) dapat menentukan jenis operasi selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Presiden RI Ir H Joko Widodo dan Menteri kesehatan Letjen TNI (Purn) Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad (K) RI yang sudah menghadirkan alat TERUMO SPECTRA OPTIA APERESIS di RSUP Kandou Manado dan satu satunya di Sulawesi Utara.

Dirut juga memberikan memotivasi kepada semua petugas kesehatan di UTD RSUP Kandou Manado. (*/sisco)




RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Ketambahan Dua Unit Alat Baru

MANADO, GN – RSUP Prof Dr RD Kandou Manado ketambahan dua (2) peralatan baru lagi, dan tentunya alat ini sangat penting guna membantu kinerja para tenaga medis.

Dalam telusur yang di lakukan Dirut SDM Pendidikan dan Umum Dr dr Ivonne E Rotty,MKes,Rabu (9/09/2020), melihat langsung akan keberadaan serta lokasi penempatan alat – alat tersebut di ruang sebagaimana mestinya alat – tersebut berada.

Adapun Alat yg dimaksud adalah :

1. CT Scan 16 Slince merk Siemens Somatom,Merupakan alat pencitraan medis yang menggambarkan bagian – bagian tubuh dengan menggunakan sinar X. RSUP Prof Dr RD Kandou memiliki tiga (3) unit alat CT Scan yang berbeda,di instalasi Radiologi Sentral sebanyak dua (2) unit untuk tipe 128 slice sedangkan yang terbaru adalah 16 slice yang berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD,yang tentunya dengan adanya alat ini akan mempermudah dan mempercepat penanganan pasien di IGD.

2. Alat Cryostar merk Themo Scientifik di laboratorium Patologi Anatomi merupakan alat untuk memotong jaringan pada tubuh manusia dengan cara di bekukan dan di potong tipis dengan ketebalan beberapa mikrometer. Keuntungan menggunakan alat ini adalah proses pemeriksaan yang cepat untuk mengetahui jinak atau ganasnya suatu jaringan tumor durante operasi sehingga operator ( dokter bedah ) dapat menentukan jenis operasi selanjutnya.

Dengan adanya alat – alat ini, Dr Dr Ivonne E Rotty selaku Direktur SDM pendidikan dan Umum mengatasnamakan RSUP Prof Dr RD kandou mengucapkan terimakasih kepada pemerintah dalam hal ini Presiden RI Ir H Joko Widodo dan Mentri kesehatan Letjen TNI (Purn) Dr.dr. Terawan Agus Putranto So Rad (K) RI.
“Kami Rumah Sakit Kandou juga bersyukur kepada pemerintah, Pak Presiden dan juga Menteri Kesehatan yang sudah mengaplikasikan alat ini dan tentunya semua ini dananya dari pemerintah”tutup Dr Ivonne. (framu/sisco)