RSUP Kandou Manado Salurkan Bantuan Hewan Kurban 10 Ekor Sapi dan I Ekor Kambing

Manado,GN- Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Lingkungan RSUP Prof Dr RD Kandou Manado digelar dihalaman Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu, Rabu (27/05/2026). Sholat dipimpin oleh Imam Ustadz Triyanto Tamuu dan bertindak sebagai Khatib Ustadz Taufiq Adam, SE, M.HI.

Sholat Idul Adha adalah ibadah sunnah muakkadah yang dilakukan setiap tanggal 10 Dzulhijjah untuk merayakan Hari Raya Kurban. Ibadah ini menjadi wujud syukur, bentuk ketaatan kepada Allah SWT, serta sarana untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Usai pelaksanaan sholat Idul Adha dilanjutkan dengan Kegiatan pemotongan hewan qurban oleh Badan Takmirul Masjid Assyifa RSUP Kandou Manado yang dipimpin oleh Direktur Perencanaan Keuangan RSUP Kandou Bpk. Ekwanto, SE, Ak.MM mewakili Direktur Utama didampingi oleh Ketua BTM Assyifa Muhammad Sahroni serta Pengurus lainnya.

Adapun hewan kurban berupa sepuluh (10) ekor sapi dan satu (1) ekor kambing yang merupakan sumbangan dari Ketua Dewan Pengawas RSUP Kandou drg Yuli Astuti Saripawan, Direktur Utama Prof Dr dr Starry H Rampengan, SpJP(K),FIHA, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, SE, Ak.MM, Mitra Kerja Bank BRI, dr Iswadi serta patungan dari beberapa orang (shohibul qurban).

Ekwanto menyambut baik pelaksanaan qurban di lingkungan RSUP Kandou Manado. Selain memiliki nilai ibadah juga memiliki nilai kebersamaan dan kekeluargaan, serta mengajarkan untuk ikhlas berbagi dengan sesama, serta menunjukkan ketakwaan untuk melaksanakan salah satu perintah Allah SWT yaitu berkurban.

Sementara itu, Ketua panitia Ns Resa Pahlevi Ramadi, SKep mengatakan kegiatan ini berlangsung dengan baik, tertib dan khidmat. “Kemudian dilakukan pembagian daging qurban kepada, Pegawai RSUP Kandou, pegawai mitra kerja, termasuk juga masyarakat disekitar Rumah sakit yang berhak untuk menerimanya,” ujarnya.

Dia kegiatan Qurban seperti ini, dapat dilaksanakan lagi di tahun-tahun mendatang. “Di momen penuh berkah ini, mari kita pererat silaturahmi dan saling berbagi kebahagiaan kepada yang membutuhkan.Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan kurban kita semua, serta melimpahkan kesehatan, kedamaian, dan keberkahan,” tandanya. (sisco/*)




Dirut Prof Starry Rampengan Serahkan Hewan Kurban

Manado,GN— Ketua Takmir Masjid As-Syifa RS Kandou Manado, Muhammad Sahroni, Amd.RO, Senin (25/5/2026) menerima hewan kurban. Penyerahan hewan kurban tersebut diserahkan oleh Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, MH.Kes.

Penyerahan hewan kurban berlangsung di halaman Masjid As-Syifa RS Kandou Manado. Turut hadir Direktur Perencanaan dan Keuangan, Ekwanto, SE, Ak, MM, bersama jajaran.

Prof Starry Rampengan dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dapat berbagi melalui ibadah kurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan.

“Puji syukur ke hadirat Allah Subhanallahu Wa Ta’ala atas nikmat dan kesempatan sehingga pada hari ini kita dapat melaksanakan penyerahan hewan kurban dalam keadaan sehat dan penuh kebersamaan,” kata prof Starry.

Penyerahan hewan kurban tersebut kata Prof Starry, merupakan wujud ibadah sekaligus bentuk rasa syukur dari keluarga besar RSUP Kandou Manado kepada warga masyarakat.

“Atas nama Direktur Utama, Dewan Direksi dan segenap Civitas Hospitalia RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, kami menyerahkan hewan kurban, sebagai bentuk ibadah, rasa syukur, dan kepedulian kepada sesama,” ucapnya.

Lebih jauh Prof Starry berharap, hewan kurban yang diserahkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat yang penerimanya.

“Semoga kurban ini diterima oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dan dapat membawa manfaat serta kebahagiaan bagi masyarakat yang menerima,” sambungnya.

Dirut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan membantu pelaksanaan kegiatan ini. Semoga semangat berbagi, semangat kekeluargaan dan semangat kebersamaan kita semua senantiasa tetap terjaga,” terang Dirut.

Ditempat yang sama, Ketua Takmir Masjid As-Syifa RS Kandou Manado menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan dalam penyaluran hewan kurban.

“Kami selaku penerima hewan kurban mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktur Utama yang telah mempercayakan amanah kurbannya kepada kami,” tukas Sahroni.

Ibadah kurban ini kiranya mendapat keberkahan dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Semoga ibadah kurban yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT, diberikan keberkahan rezeki, kesehatan, serta menjadi amal jariyah yang membawa kebaikan bagi kita semua,” imbuhnya.

Hewan kurban ini lanjut Sharoni, nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Insya Allah, hewan kurban ini akan kami salurkan kepada masyarakat yang berhak menerima dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (sisco)




Dirut Prof Starry Rampengan Terima Kunjungan Bupati Minahasa di RSUP Kandou Manado

Manado,GN — Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K) ,FIHA, MARS bersama jajarannya menerima kunjungan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, Senin (25/5/2026).

Kunjungan kemanusiaan Bupati Minahasa ini, dalam rangka menjenguk bayi terlantar asal Kabupaten Minahasa yang kini menjalani perawatan di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada RSUP Kandou Manado, telah memberikan penanganan dan pelayanan kesehatan cepat dan maksimal terhadap bayi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Minahasa juga bermohon kepada pihak RSUP Kandou Manado memberikan penanganan terbaik bagi bayi hingga kondisinya benar-benar membaik.

Pada kesempatan itu, Dirut RSUP Kandou Manado mengatakan bahwa keselamatan dan penanganan medis bayi menjadi prioritas utama pihak rumah sakit. “Yang paling utama adalah penanganan dan keselamatan bayi tersebut,” ujar Dirut.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Prof Starry, atas perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam proses penanganan bayi terlantar di RSUP Kandou Manado.

“Terima kasih atas kunjungan dari Pemerintah Minahasa kepada RS Kandou dalam penanganan bayi terlantar asal Minahasa ini,” sambungnya.

Untuk diketahui, bahwa Bayi tersebut sebelumnya ditemukan dalam kondisi terlantar di wilayah Kabupaten Minahasa dan sempat mendapatkan penanganan awal di RSUD Sam Ratulangi Tondano sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Kandou untuk penanganan medis lebih lanjut.

Saat ini kondisi bayi terus dipantau secara intensif oleh tim medis RSUP Kandou Manado, untuk memastikan proses perawatan berjalan optimal dan kondisi kesehatan bayi semakin membaik. (sisco)

 

 




Dirut Prof Starry Rampengan Bertindak Sebagai Pembina Upacara Harkitnas 2026, Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bangsa

Sulut,GN- Tepat hari ini Rabu 20 Mei 2026, Negara Indonesia merefleksikan kembali momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Utomo pada tahun 1908. Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah ” fajar menyingsing” bagi kesadaran berbangsa, dimana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat- sekat kedaerahan yang selama berabad abad menjadi titik lemah perjuangan.

 

Semangat 1908 adalah tonggak dimana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat. Secara filosofis, kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatif mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Terkait dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado melaksanakan upacara di halaman gedung CVBC. Bertindak selaku pembina Upacara Direktur Utama (Dirut) Prof Dr dr Starry H Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS dan dihadiri Jajaran direksi, Manager, asisten Manager, dokter, perawat serta staf RSUP Kandou Manado.

Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI yang di bacakan oleh Dirut Prof Starry Rampengan mengatakan bahwa Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Disamping itu kata Dirut Prof Starry, sejalan dengan upaya pembangunan kualitas manusia tersebut, pemerintah juga telah melakukan ikhtiar besar dalam perlindungan generasi muda di ruang digital. Pemberlakukan penuh peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elek5ronik dalam perlindungan anak (PP TUNAS) pada awal tahun ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak dibawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa kita mengakses ruang digital yang sehat, beretika dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya.

“Dalam momen peringatan hari kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama. Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat,” kata Dirut.

“Peringatan hari kebangkitan Nasional 2026, menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api ” Boedi oetomo” dalam setiap lini kehidupan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama,” sambung Dirut membacakan sambutan.

“Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua, bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa dikancah dunia,” ujarnya. (sisco)




Dirut Prof Starry Rampengan Sambut Baik Verifikasi Lapangan Penetapan Rumah Sakit Pendidikan

Manado,GN- RSUP Prof Dr RD Kandou Manado melaksanakan kegiatan Verifikasi Lapangan Penetapan Rumah Sakit Pendidikan, Senin (11/05/2026).

Kegiatan verifikasi lapangan ini menjadi momen penting dalam proses resertifikasi rumah sakit pendidikan yang terakhir dilakukan pada tahun 2020 lalu.

Direktur Utama (Dirut) Prof Dr dr Starry Rampengan,Sp.JP,(K),FIHA.MARS, menyambut baik pelaksanaan verifikasi tersebut. Di kesempatan itu, Prof Starry juga memaparkan profil RSUP Kandou di hadapan tim asesor dan peserta kegiatan.

Di ketahui RSUP Kandou Manado telah membentuk tim khusus untuk menyiapkan dokumen verifikasi penetapan rumah sakit pendidikan melalui Surat Keputusan Direktur Utama. Tim tersebut diketuai oleh dr. Janeline Tengor, Sp.JP, Subsp.P.Kv(K), dengan Sekretaris Tim dr. Judy Sengkey, M.Kes, serta Sekretaris Unit Fungsional Pendidikan (UFP) dr. Praisilia R.V. Najoan, SpA(K).

Prof Starry Rampengan dalam sambutan menyampaikan RSUP Kandou Manado terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Hal ini tentunya sejalan dengan penguatan fungsi rumah sakit sebagai institusi pendidikan. Keberadaan rumah sakit pendidikan kata Dirut, memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten.

“Verifikasi ini menjadi momentum evaluasi dan penguatan bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, pendidikan, serta penelitian di RSUP Kandou. Kami berharap seluruh proses berjalan baik dan memberikan hasil terbaik bagi pengembangan rumah sakit ke depan,” kata Dirut.

Sementara itu, wakili tim asesor drg. Christina ENH, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melakukan resertifikasi Rumah Sakit Pendidikan RSUP Kandou. Resertifikasi dilakukan untuk menilai pemenuhan standar, mempertahankan mutu pelayanan dan pendidikan, serta mendorong perbaikan berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.

“Beberapa asesor akan mengevaluasi berbagai standar, mulai dari visi dan misi rumah sakit, manajemen rumah sakit, sumber daya manusia, sarana penunjang, hingga pendidikan klinis,” ucapnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan standar dokumen rumah sakit pendidikan oleh masing-masing kelompok kerja (pokja).

Tim verifikasi yang hadir berasal dari Kementerian Kesehatan RI, ARSPI, dan AIPKI, yakni drg. Christiana ENH, M.Kes, drg. Rima Kuraisina, MARS, Rico Mardiansyah, SH, MH, dr. Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An, TI, Subsp.T.I(K), MARS, serta Dr.dr. Yani Istadi, M.Med.Ed.

Dengan adanya kegiatan verifikasi lapangan ini, tentu RSUP Kandou Manado diharapkan kembali memenuhi standar sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran di bumi nyiur melambai. (sisco)




RSUP Kandou Manado Gelar Edukasi Tentang Peduli Kesehatan Wanita, Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Teknologi Radiologi

Manado,GN -Kegiatan edukasi kesehatan mengenai deteksi dini kanker serviks digelar di Gereja GMIM El-Jireh Sea Minahasa Sabtu, (09/05/2026). Kegiatan yang dimotori oleh Perhimpunan Radiografer Indonesia Cabang Sulawesi Utara adalah bentuk pengabdian kepada Masyarakat yang dikemas dalam tema “Peduli Kesehatan Wanita, Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Tehnologi Radiologi” bekerjasama dengan Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) RSUP Kandou Manado.

Nara sumber dr Bismarck Joel Laihad, Amd.Rad menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, dan memperluas jangkauan skrining, terutama bagi wanita usia subur.

Kegiatan ini juga sering dilakukan melalui kolaborasi antara Puskesmas, bidan desa, dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam materi yang di sampaikan oleh dr Bishmarck Kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang pada sel-sel di leher rahim. Ini merupakan salah satu kanker yang paling mematikan pada wanita, setelah kanker payudara.

Ada 2 (dua) jenis utama kanker serviks, yang pertama, Karsinoma Sel Skuamosa (KSS), yang merupakan jenis yang paling umum dan dimulai pada sel skuamosa, yaitu sel yang melapisi bagian luar leher rahim. Dan kedua, adalah Adenokarsinoma, yang berkembang dari sel-sel kelenjar di saluran leher rahim.

Penyebab pasti terjadinya kanker serviks masih belum sepenuhnya diketahui, namun kondisi ini sangat terkait dengan infeksi virus Human Papillomavirus (HPV).

Selain itu, faktor keturunan dan riwayat penyakit menular seksual juga dapat berperan dalam peningkatan risiko. Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi pada stadium yang lebih lanjut, penderita bisa mengalami beberapa gejala, seperti nyeri pada panggul, haid yang tidak teratur, keputihan, rasa sakit saat berhubungan seksual, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta pendarahan yang terjadi setelah menopause.

Usia pemaparan materi, para peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut langsung menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan oleh nara sumber.

Sejumlah pertanyaan dijawab langsung oleh narasumber sambil mengajak seluruh peserta untuk selalu berprilaku hidup bersih dan sehat.

Turut hadir Kepala Instalasi Promkes RSUP Kandou Manado Ruslianto Urendeng, SH, Ketua Panitia Christian Yospilando Mbao, Amd.Rad serta Ketua BPMJ GMIM El-Jireh Pdt Ny Herlina Wongkar – Kapoh,STh. (*/sisco)




Unit Kedokteran Nuklir RSUP Kandou Manado Hadirkan Teknologi Modern, berikut penjelasan dr Arlene

Manado,GN- Dunia kedokteran saat ini mengalami perkembangan sangat pesat. Teknologi modern untuk kedokteran kini bermunculan untuk mengupayakan bagaimana melayani masyarakat atau pasien di rumah sakit mendapatkan perawatan dan pemulihan kesehatan.

Dengan adanya perkembangan teknologi kedokteran ini, tentu banyak menyerap tenaga kesehatan dokter maupun perawat di rumah sakit di Indonesia termasuk rumah sakit yang ada di Sulawesi Utara yakni RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K),FIHA,MARS melalui Kepala unit Kedokteran Nuklir, dr Arlene Angelina,M.Sc, Sp.KN-TM menjelaskan bahwa Kedokteran Nuklir ini menggunakan materi inti sehingga dinamakan nuklir.

Kata dr Arlene bahwa inti dari radionuklida memancarkan radiasi gamma, dan obat beradiasi yang disebut radiofarmaka digunakan untuk memeriksa pasien.

“Kedokteran nuklir digunakan untuk memeriksa fungsi organ maupun kelainannya. Dengan tujuan terapi dan diagnosis, maka disebut teranostik,” jelas dr Arlene kepada media Gemparnews.com ketika di wawancarai di ruangan kerjanya.

Lanjut dr Arlene mengatakan kedokteran Nuklir berbeda dengan radiologi, Jika radiologi kameranya yang ada sinar dan keluar gambar yang bentuk – bentuk organ, sedangkan kedokteran nuklir, obatnya yang ada radiasinya sehingga kameranya hanya menangkap sinar radiasi yang di pancarkan.

“Sinarnya di sebut sinar gamma sehingga kameranya juga disebut kamera gamma, dan hasilnya adalah fungsi sehingga kita melihat fungsi dari organ tubuh atau fungsi dari apa yang kita periksa,” kata dr Arlene.

Lebih jauh dr Arlene menerangkan untuk pemeriksaan menggunakan kamera SPECT/CT, sehingga gambarnya dapatkan dua dimensi atau tiga dimensi, dengan obat – obatan yang penggunaannya tentu dosisnya sangat kecil dan aman untuk pemeriksaan.

“Tidak perlu kuatir karena tidak ada efek mempengaruhi fungsi badan, tujuannya untuk pemeriksaan fungsi. Dan disini juga tersedia untuk terapi yakni terapi hipertiroid dan terapi kanker tiroid,” terang dr Arlene.

Semua pemeriksaan di unit kedokteran nuklir jelas dr Arlene, di cover oleh BPJS, jadi semua pasien dapat melakukan pemeriksaan atas indikasi menggunakan rujukan dari BPJS.

“Biasanya kita menerima rujukan misalnya pasien sudah tau penyakitnya, pasien bisa langsung membawa rujukannya ke unit kedokteran nuklir,” ucap dr Arlene.

Dia berharap masyarakat di bumi nyiur melambai yang ingin melakukan terapi maupun pemeriksaan kesehatan langsung datang ke unit kedokteran nuklir yang ada di RSUP Kandou Manado. (sisco)




Perdana di Sulut, RSUP Kandou Manado Berhasil Lakukan tindakan First Pulsed Field Ablation (PFA) Cases Bagi 4 Pasien

Manado,GN -Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado adalah satu – satunya rumahsakit perdana di Sulawesi Utara, sukses melakukan tindakan First Pulsed Field Ablation (PFA) Cases, berkolaborasi dengan Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), Jumat (30/04/2026).

Tindakan medis ini dilakukan kepada empat pasien dengan rentang usia yang cukup lebar, mulai dari remaja berusia 13 tahun hingga dewasa berusia 50 tahun, di Gedung CVBC RSUP Kandou Manado

Untuk tiga pasien dilakukan tindakan Kamis 30 April 2026, sementara satu pasien lainnya dijadwalkan tindakan medis Jumat 01 Mei 2026.

Metode PFA merupakan teknologi terbaru dalam dunia medis untuk menangani aritmia atau gangguan irama jantung.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou  Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MKes, saat konferensi pers dengan sejumlah media mengatakan, terobosan ini menandai babak baru penanganan jantung yang lebih efisien dan modern di Sulawesi Utara.

“Minggu ini kami melakukan tindakan ablasi dengan metode tercanggih. Alatnya sudah diadakan, namanya Pulsed Field Ablation. Ini adalah kali pertama metode tersebut diterapkan di Sulawesi Utara,” ujar Prof Starry.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia dari InaHRS, dr. Erika Maharani, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa masyarakat sering kali menyepelekan gejala jantung berdebar. Padahal, gangguan irama jantung, baik terlalu lambat maupun terlalu cepat, memerlukan penanganan serius.

Untuk itu, Dia menjelaskan, selama ini jumlah spesialis aritmia di Indonesia memang masih sangat terbatas.Di seluruh Pulau Sulawesi saja, tercatat hanya ada sekitar lima spesialis.

“Sulut harus berbangga karena memiliki satu spesialis di antaranya, dr. Benny Setiadi, Sp.JP(K), bahkan, dalam waktu dekat bisa bertambah satu lagi spesialis,” jelasnya.

Dengan kehadiran teknologi PFA di RSUP Kandou tentu diharapkan membawa harapan baru bagi warga Sulawesi Utara dan sekitarnya.Metode terbaru ini jauh lebih efisien dan cepat. Tingkat keberhasilannya lebih tinggi dan tingkat keamanannya bagi pasien sangat terjaga.

Untuk diketahui, dalam tindakan perdana ini, dr. Benny Setiadi, Sp.JP(K), menjadi satu-satunya spesialis aritmia di Sulawesi Utara yang melakukan tindakan Pulsed Field Ablation.Dengan dukungan penuh dari para ahli di InaHRS bersama timnya, tindakan kali ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat layanan aritmia di Sulawesi Utara.

“Saya berterima kasih karena mendapat dukungan dari RSUP Kandou, khususnya Dirut Starry, dan juga dari perhimpunan InaHRS,” ucap dr Benny. (sisco)



Tergugat Hadirkan Ahli Hukum Perumasakitan Dalam Sidang Sengketa Kepegawaian

Manado,GN- Sidang gugatan terkait sengketa kepegawaian di Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) kembali memasuki tahap pemeriksaan surat terakhir dari semua pihak penggugat dan tergugat dan keterangan ahli.

“Jadi tahapan pembuktian surat sudah selesai, kedua pihak sudah memasukkan semua bukti surat maka kita lanjut mendengarkan keterangan ahli yang dihadirkan tergugat,” kata Ketua Majelis Hakim PTUN Manado, Agus Effendi, Rabu (29/04/2026).

Terpantau, Kedua pihak penggugat dan tergugat telah memasukkan bukti surat dan juga menghadirkan ahli untuk memberikan pendapat, dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Agus Effendi, didampingi hakim anggota Fitrayanti Arsyad Putri, dan Rifki Riyadi Murti Ramadhan.

Sidang tersebut, saksi yang dihadirkan tergugat adalah ahli dari Perhimpunan Hukum Perumahsakitan Indonesia (PHPI) Uud Cahyono, SH,MARS. Dalam kesempatan itu, Ahli memberikan pendapat mengenai manajemen rumah sakit dan semua hal yang berkaitan.

Hakim ketua mengingatkan agar dalam memberikan pertanyaan kepada ahli, sesuai dengan keahliannya tentang rumah sakit.

Ada 12 poin pertanyaan yang di sodorkan oleh kuasa hukum tergugat kepada Ahli untuk di jelaskan dan semuanya di jawab.

Ahli juga menjelaskan mengenai rumah sakit pendidikan, didefinisikan menjalankan tiga fungsi pelayanan kesehatan, pendidikan dan penelitian harus bekerja sama dengan perguruan tinggi selanjutnya pendelegasian ke fakultas terkait.

Lanjut kata Ahli menjelaskan, ada tiga jenis RS pendidikan utama, afiliasi dan satelit, sambil memberikan contoh, jika di Manado RSUP Kandou bekerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi, UI dengan RSCM dan RSUP Wahidin Sudirohusodo dan rumah sakit lainnya.

Sidang lanjutan sengketa kepegawaian mendengarkan keterangan Ahli berjalan dengan tertib dan aman.

Usai sidang, tim kuasa Hukum RSUP Kandou Manado menjelaskan Fakta persidangan paling krusial saat ini yaitu Instruksi Menteri Kesehatan tahun 2023 dan ditambahkan di tahun 2025 menyangkut sanksi terhadap kasus perundungan atau bullying.

“Sesuai keterangan ahli, apabila ada pelanggaran (bullying) maka yang bersangkutan dapat diberhentikan statusnya sebagai dokter di RS Pendidikan,”kata tim kuasa hukum RSUP Kandou Manado kepada sejumlah media.

Lanjut dengan adanya fakta persidangan dimaksud, Tim Kuasa Hukum meyakini bahwa proses penerbitan Surat Keputusan terhadap pihak penggugat telah tepat atau sesuai prosedur. Di mana juga telah dilengkapi pemeriksaan dari Satgas bentukan pihak RS dan Fakultas Kedokteran, kepada berbagai pihak terkait kasus perundungan beberapa waktu lalu.

“Direktur Utama RSUP Kandou sebagai klien kami tetap dalam komitmennya melakukan pencegahan kasus perundungan supaya tidak terjadi lagi kasus serupa di kemudian hari. Sehingga peserta didik dapat menjalani proses pendidikan secara baik di RSUP Kandou,” tutupnya. (sisco)



Momentum Indah RSUP Kandou Manado Berbagi Kasih di Panti Werda INA II Pakowa

Manado,GN – Rumah Sakit Umum Pusat(RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado menggelar bakti sosial mengunjungi Panti Werda INA II Yayasan Sahati, yang berlokasi di Pakowa, Manado, Kamis (16/04/2026).

Kunjungan tersebut di pimpin langsung Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA,MARS, MKes, sekaligus berbagi kasih dalam momen perayaan Paskah umat kristen tahun 2026 ini.

Kegiatan ini menjadi momentum yang indah dalam bentuk tali kasih dengan suasana kerohanian saat dibuka dengan doa oleh hamba Tuhan.

Bantuan yang di salurkan oleh RSUP Kandou Manado berupa sembako, susu, dan kebutuhan lainnya. Namun lebih dari itu, kehadiran langsung jajaran rumah sakit menjadi penguat tersendiri bagi para ibu lansia di panti werda tersebut.

Kehadiran Dirut prof Dr Starry Rampengan di yayasan panti Werda ini, tentu memberikan semangat dan harapan untuk mensuport dengan penuh kasih dan ketulusan, sehingga tercipta suasana kekeluargaan.

“Untuk membalas kebaikan Tuhan dan kita mengasihi Tuhan Allah, serta mengasihi sesama, kami dari rumah sakit Kandou ingin berbagi dengan bapak ibu yang ada di panti ini,” kata Dirut Prof Starry Rampengan.

Dirut pun terus memberikan semangat dan motivasi rohani bahwa semua berkat yang diterima berasal dari Tuhan.

“Ini semua berkat dari Tuhan untuk semua yang ada di panti ini. Kiranya bapak ibu sehat dan umur panjang,” ujar Dirut.

Sementara itu, di tempat yang sama pimpinan Panti Werda INA II, Pdt Joy Lumintang, merasa bersyukur dan menyampaikan terimakasih. Pdt Joy menilai kehadiran RSUP Kandou Manado di Panti ini, bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kasih yang nyata bagi para lansia yang membutuhkan perhatian.

“Terima kasih kepada Prof. Starry Rampengan bersama seluruh jajaran RSUP Kandou. Kehadiran ini menjadi berkat dan penguatan bagi kami semua di sini,” ucap Pdt Joy. (sisco)