Berawal dari Pelaut Lalu Masuk Parlemen, Kandoli Mengaku Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Sulut,GN- Legislator DPRD Sulut Capt Ranly Kandoli,M.Mar mengaku tidak bisa tidur nyenyak sejak masuk jadi anggota legislatif.

Pengakuan secara jujur ini di sampaikan Kandoli, Selasa (28/10/2025) saat komisi III DPRD Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama mitra kerja Dinas PUPR Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Suasana Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPRD Sulut Bersama PUPR Sulut (foto: Gemparnews)

” Jujur saja saya sebelum masuk jadi anggota DPRD Sulut, saya dulunya sebagai pelaut. Kalau pelaut habis kerja langsung terima gaji dan langsung tidur enak, namun ketika saya masuk jadi anggota DPRD Sulut, terima gaji tidak bisa tidur enak karena banyak aspirasi masyarakat yang tidak terakomodir saat saya turun reses. Itu yang membuat saya tidak bisa tidur enak,” ungkap Kandoli.

Legislator dapil Minsel – Mitra ini juga menyayangkan kurangnya respon dari kepala dinas PUPR Sulut atas aspirasi yang di sampaikan beberapa tahun lalu.

” Memang ada beberapa aspirasi yang sempat kami sampaikan, hingga hari ini belum ada yang di akomodir. Kalau ibu kadis mengatakan banyak wartawan yang telephone, kalau saya birman sebagai warga masyarakat saya sendiri yang menanyakan langsung aspirasinya,” kata Kandoli.

Lanjut Kandoli mengatakan dirinya menerima beberapa proposal terkait aspirasi masyarakat dan akan di serahkan langsung kepada ibu kadis untuk segera di usulkan, diperjuangkan dan ditindaklanjuti.

” Proposal ini saya akan serahkan langsung kepada ibu kadis, mohon untuk di dokumentasikan agar supaya masyarakat tau, bahwa proposal aspirasi masyarakat telah di sampaikan kepada dinas PUPR Sulut,” ucapnya

“Mohon untuk diperjuangkan dan ditindaklanjuti aspirasi masyarakat ini,” tandasnya.

Sementara itu, semua anggota komisi III DPRD Sulut mendukung apa yang menjadi perjuangan anggota DPRD Sulut dapil Minsel – Mitra ini. ” Jadi apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang di sampaikan oleh pak Ronald Kandoli harus jadi prioritas,” tutup kordinator komisi III dr Fransiscus Silangen yang juga selaku Ketua DPRD Sulut. (sisco)




Ronald Sampel: Sistem Informasi Harus Dirubah

Sulut,GN- Menarik apa yang disampaikan Legislator DPRD Sulut Ronald Sampel terkait sistem informasi covid-19 di provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Menurut Sampel, sistem informasi perlu dirubah tanpa mengabaikan protokol kesehatan (memakai masker,Jaga Jarak dan lainnya).

” Sistem informasi yang harus dirubah, tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” ujar sampel kepada sejumlah wartawan,Senin (24/8/2020) diruangan kerja.

Dia menjelaskan sistem informasi tentang covid-19 di Sulut jangan membingungkan dan membuat ketakutan warga masyarakat. “Jangan membuat masyarakat semakin ketakutan,” tukasnya.

Lanjut Sampel informasi seharusnya lebih di pahami oleh warga masyarakat. “Misalnya berapa jumlah pasien yang terpapar hingga saat ini, kemudian yang meninggal sudah berapa banyak dan berapa pasien yang sembuh. Artinya jumlahnya terperinci bukan terakumulasi secara keseluruhan,” ungkap personil komisi satu ini.

Kalau terperinci seperti itu lanjut Sampel, maka masyarakat dapat mengetahui jumlah pasien. “Jadi masyarakat tidak merasa ketakutan,apa lagi di masa era new normal sekarang ini,” tutup sampel sambil berharap masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan tanpa mengabaikannya. (sisco)